Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 48


__ADS_3

Reynald menggertakkan giginya dengan kesal.


"Heh, kalau mau pamer bukan disini tempatnya"


Tadi adalah sebuah keajaiban, saat Raras hendak diculik diam - diam Reynald melihat gerak gerik dari orang yang mencuri Raras.


Kini dia sedikit terkejut bahwa teman Ivan lah yang melakukan hal ini.


"Kau masih belum pergi juga, apa perlu aku menyeretmu keluar dari sini?" Kata Ivan


Reynald mengepalkan tangannya kuat - kuat.


Sementara Raras hanya terdiam dalam lamunannya.


"Ivan, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu. Mari kita bersaing secara adil"


Pertegas Reynald


"Dari awal kau saja sudah kalah, aku dan Raras sudah menikah"


"Aku tahu, kalian hanya menikah kontrak. Aku yakin tidak lama lagi hubungan kalian akan hancur sehancurnya" Tampak senyum licik dibibir Reynald


"Haha, seharusnya perkataan itu diucapkan olehku. Aku ingin melihat dirimu yang hancur ketika kau kalah"


Remehan Ivan malah membangkitkan agar Reynald tetap kuat dan tidak mudah dikalahkan.


Awalnya dia hanya menganggap ini serius dan sekarang Reynald menganggap pertarungan mereka sangatlah serius.

__ADS_1


"Ivan kepalaku sakit, aku mau pulang"


Rengek Raras


"Baik, mari kita pulang sayang"


Ivan menggendong Raras ala bridal style dan berjalan melewati Reynald yang berdiri dan diam.


Ivan, jangan sampai aku melihatmu menderita karena Raras meninggalkanmu. Aku tahu dari sorot mata Raras tadi, sekarang wanita yang aku cintai malah mencintai pria lain membuatku kesal saja.


- - -


"Apakah kepalamu masih sakit?" Tanya Ivan dengan perasaan khawatir


"Sedikit, mungkin setelah aku berbaring dan tidur akan meredakan sakitnya" Raras memijit perlahan kepalanya yang sedang sakit


Ivan yang sibuk memerhatikan istrinya yang sedang sakit kepala.


"Hai bu" Sapa Raras


"Raras, apa yang terjadi denganmu?, kenapa wajahmu terlihat sangat pucat?" Tanya ibu dengan sangat perhatian


"Tidak apa - apa bu, kepalaku hanya terbentur sedikit"


"Ivan, kenapa kau tidak menjaga Raras dengan baik?"


Apa ada udang dibalik batu? Batin Raras

__ADS_1


Perkataan itu diabaikan oleh Ivan, ia


melanjutkan langkahnya sambil menggenggam erat tangan Raras.


Sesampainya didepan pintu kamar, Raras masih saja heran dengan sikap suaminya. Kenapa ia bisa bertindak seperti itu didepan ibunya sendiri?


"Ivan, kenapa langsung pergi?, apa kau sedang bertengkar dengan ibumu?"


"Tidak, aku benci orang yang munafik"


Wajah Ivan terlihat serius, sudah sangat jelas Raras tidak mau suaminya bertengkar dengan ibunya sendiri hanya gara - gara Raras dibenci oleh ibunya.


"Aku diperlakukan sangat baik oleh ibumu, jadi jangan khawatir. Jika kau memperlakukan ibumu seperti itu lagi aku akan mendiamimu selama seharian penuh"


Barulah Ivan menunjukkan senyum manisnya, jujur jika pria itu berekspresi masam Raras merasa tidak nyaman jika berada disampingnya. Terpaksa Raras mengancam Ivan, namun ia tidak membayangkannya jika suaminya akan tersenyum.


"Baiklah, seharian ini aku akan memanjakanmu. Sudah seharusnya suami memanjakan istrinya bukan?" Senyum licik Ivan terpancarkan membuat Raras merasa geli.


Buru - buru ia kabur dari Ivan. " Tidaaak, hari ini aku mau tidur tenang"


"Bukannya akan lebih tenang lagi jika berhubungan? sudah lama sekali aku tidak menyentuhmu" Ivan menarik ujung baju Raras agar wanita itu tidak kabur.


"Kepalaku kan lagi sakit, aku akan mengadu dengan ibumu jika kau bertidak kasar padaku"


"Oh, ini kedua kalinya kau mengancamku tapi aku tidak takut sama sekali"


Sudah sekian lama mereka bersama dan menikah, baru kali ini Raras merasakan sebuah kehatangan. Semakin dipikir - pikir Raras sudah terbiasa dan bisa mengerti sikap Ivan. Mungkin sangat sulit untuk mengetahui dan mengerti Ivan, bahkan Daniel kalah dari Raras.

__ADS_1


__ADS_2