
Baru hari ini toko itu dibuka, sudah banyak pengunjung yang datang. Mereka sangat penasaran akan isi dari toko ini setelah dipasang iklan.
Sewaktu Raras sedang mengecek dan melihat-lihat baju yang ada ditoko ini, Anna yang merupakan wanita satu kampus dengannya datang menghampiri Raras.
"Raras? apa itu kau?" Tanyanya
"Anna, kenapa kau bisa ada disini?"
"Tentu saja aku ingin membeli pakaian mahal. Kekasihku baru saja memberikanku uang yang banyak" Anna tersenyum
Kenapa aku bisa bertemu dengan wanita licik ini? Batin Anna
"Oh begitu, bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?"
"Sangat baik. Raras, akhirnya kau putus dengan Reynald aku sangat senang mendengarnya"
Raras tertegun, Dulu Anna selalu berusaha mendekatkan diri dengan Reynald. Tapi pria itu tidak mencintainya dan lebih memilih Raras. Walaupun Raras tidak secantik dan sekaya Anna, dia mampu meluluhkan hati Reynald karena kesederhanaannya.
"Aku dan Reynald sudah pacaran. Jadi jangan sampai kau merebut dia dariku! Aku bisa melakukan apa saja yang kumau" Kata Anna membanggakan diri
Kenapa topiknya berubah? dan lagi sikap Anna yang ramah sudah hilang ketika membahas pria itu.
"Aku sudah menikah. Aku tidak akan merebut Reynald darimu kau tenang saja" Raras tersenyum
__ADS_1
Setelah Raras mengucapkan kata menikah, dia melihat kearah jari Raras, yaitu sebuah cincin yang melekat dijarinya. Hal ini dapat dipercaya oleh Anna.
"Tapi, aku lihat wajahmu seperti tidak rela aku pacaran dengan Reynald." Anna mengerutkan keningnya.
"Terserah kau saja, aku masih punya pekerjaan lain yang lebih penting dari ini" Raras membalikkan tubuhnya bermaksud untuk pergi meninggalkan Anna.
"Hey, kau masih belum menjawab pertanyaanku!" Anna menarik ujung baju Raras hingga dia jatuh akibat sepatu higheels yang dipakai.
"Nona!, apa kau baik-baik saja?" Pelayan mendatangi Raras dan membantunya untuk berdiri.
"Aku baik-baik saja Ci, tidak perlu khawatir"
"Tapi kaki kamu meninggalkan bekas"
"Nona? ada apa ini sebenarnya?" Tanya sang Anna
"Bawa dia keluar, jangan sampai wanita ini masuk kedalam tokoku" Raras lebih memilih kejam.
Dua pelayan menahan lengan tangan Anna bermaksud untuk membawanya keluar dari sana.
"Lepaskan aku! Apa kalian tahu siapa aku?" Anna menghempiskan tangannya.
"Maaf nona, keberadaan anda sangat mengganggu dan jangan pernah datang lagi ketempat ini. Pemiliknya sudah mengusirmu" Anna membulatkan matanya.
__ADS_1
Bagaimana mungkin toko ini adalah milik siwanita jal*ang? Apa aku salah dengar?
Anna melihat wajah Raras yang sedang tersenyum licik dan menatap matanya dalam-dalam.
"Haha Anna, sekarang kau kalah dariku!" Ketika Raras tertawa, suara itu bagaikan sebuah iblis ditelinga Anna. Dia sangat membenci Raras lebih dari apapun.
Pelayan itu menarik Anna untuk pergi dari sana sedangkan Raras masih berdiri disamping Cici yang merupakan pegawai ditoko ini.
"Kau lihat saja nanti!"
"Nyonya, biarkan saja dia.." Ucap Cici menenangkan Raras.
"Kenapa kau memanggilku..."
"Ahh, tadi aku mendengar sedikit percakapan dari nyonya dan Anna. Ternyata sudah menikah. Maaf sekali lagi, aku tidak bermaksud untuk menguping" Cici menundukkan kepalanya.
"Tidak apa"
"Ngomong², suami nyonya Raras belum pernah aku lihat. Apa aku boleh melihat fotonya?" Cici sangat penasaran.
"Aku lebih suka kau memanggilku Raras. Maaf, tapi aku tidak bisa memberitahukanmu siapa suamiku karena dia sangat rahasia" Raras merasa tidak enak hati, dia menundukkan kepalanya.
"Tidak apa, setiap orang mempunyai privasi penting yang harus ditutup rapat"
__ADS_1
Meskipun ini adalah sebuah rahasia, entah kenapa aku serasa ingin memberitahukan pada dunia supaya mengerti segala penderitaan ini.
Seketika Raras mengingat perkataan ibunya yanh berkata:"Jangan sampai orang-orang menyukaimu karena kasihan dengan dirimu, tapi karena bakat dan hati yang kau miliki"