
" Bu, aku pergi dulu. Masih banyak hal yang harus kuurus " Raras mencium punggung tangan ibunya.
" Bagaimana bisa kamu membayar biaya ruma sakit? "
" A..aku meminjamnya dibank "
Ibu jangan khawatir!, menantumu sangat kaya. Dia bisa memberikan uang yang cukup agar ibu cepat - cepat keluar dari sini.
" Baiklah bu, aku pergi dulu " Raras pergi dari ruangan itu.
Sampailah ia kedalam mobil.
" Habis ini nyonya mau kemana? " Tanya supir pribadi
" Aku tidak tahu, sebenarnya tujuan utamaku adalah mencari pekerjaan. Tapi aku tidak tahu mau mencarinya.. " Keluh Raras
" Mendingan nyonya buka perusahaan deh, seperti perusahaan pakaian branded. dikota ini pakaian itu sangat laris "
" Benar juga apa katamu, apa kau bisa mengurusnya? aku tidak bisa "
" Serahkan saja semuanya padaku! " Dengan semangat pak supir menerima pengajuan itu. Dia tahu Ivan sudah pasti memberikan uang yang banyak pada Raras.
" Jadi, nyonya mau kemana sekarang? " Tanya pak supir
__ADS_1
" Hentikan mobilnya! " Perintah Raras ketika melihat Naya sedang berjalan, dengan sigap pak supir mengerem mobil itu.
" Tunggu sebentar " Dia membuka gagang pintu mobil dan mengikuti langkah Naya.
" Naya, tunggu " Wanita itu berbalik, dia terkejut melihat Raras didepannya.
" Raras?, kenapa kau bisa ada disini?. Dan... pakaianmu " Naya melihat Raras dari ujung rambut hingga ujung kaki.
" Ada apa dengan pakaianku? "
" Oh, tidak ada " Naya menundukkan kepalanya.
" Naya, aku ingin berbicara denganmu, bolehkah? " Tanya Raras
" Tentu saja, sudah lama kita tidak bertemu! " Kata Naya dengan riang kemudian menarik tangan Raras hingga mereka berada disebuah kafe yang jaraknya hanya 10 meter untuk berjalan.
" Aku sudah menikah "
" A..apa?, Kau bercanda? " Naya membesarkan matanya.
" Sssttt pelankan suaramu "
" Kau menikah dengan siapa? Reynald? " Tanya Naya
__ADS_1
" Ivan "
" Ivan?, Haha apa kau bercanda?. Kenapa aku tidak mendengar beritanya? "
" Karena pernikahan kami tersembunyi. Hanya orang tertentu yang mengetahui Ivan menikah tapi mereka tidak tahu siapa yang dinikahi " Sekejap Naya emosi, mendengar perkataan Raras membuatnya naik darah.
" Kenapa bisa kau diperlakukan buruk olehnya?, Raras sekarang kau sangat berbeda aku tidak percaya kau yang sekarang mudah dibodohi oleh pria. Bahkan Reynald yang sangat baik kau tolak " Raras terdiam, perkataan sahabatnya sangat kejam tapi dia tidak ambil hati. Dia tahu Naya tidak menerima kalau sahabatnya diperlakukan buruk oleh Ivan.
" Pemikiranmu tentang Ivan salah, dia tidak seperti yang kau bayangkan " Kata Raras
" Kau sudah tergoda oleh pria itu? "
" Naya, kau yang paling mengerti diriku. Apa menurutmu aku akan menikahi orang yang tidak aku cintai demi status? " Naya terdiam sekejap, begitu juga Raras.
" Maaf Raras, aku karena sangat emosi. Ayahku kemarin mengalami kebangkrutan, tidak hanya itu dia juga mempunyai banyak hutang. " Naya melipat kedua tangannya diatas meja.
" Kenapa bisa terjadi? " Tanya Raras penasaran.
" Urusan bisnis "
" Aku akan meminjamkanmu uang " Seketika Naya melihat Raras.
" Tidak perlu, aku akan berusaha agar aku bisa melunasi hutang keluargaku. Bukankah kau dulu juga seperti aku yang sekarang?, Raras, aku ingin menjadi sepertimu yang bisa bangkit dari kegagalan " Raras tersenyum, akhirnya Naya terlihat dewasa.
__ADS_1
Dia yang biasanya hanya keluar masuk klub dan tiada hari tanpa shopping sekarang sudah menjadi wanita tegar.
" Itu baru Naya, mari kita bersulang " Raras mengangkat gelasnya dan disusul oleh Naya.