
"Ivan?"
"Ya bu, aku terpaksa melakukannya"
"Ibu tidak setuju, segera putus hubungan dengan pria itu!" Ibunya mendadak emosi
"Asalkan kami sering mencintai apa itu salah bu?"
"Sebenarnya tidak salah, tapi ibu tidak mau kamu berhubungan dengan pria itu" Perkataan itu seakan-akan membuat Raras berpikir bahwa ibu mempunyai sebuah hubungan buruk dengan Ivan.
"Emangnya dia kenapa bu, apa ibu tidak percaya denganku?" Jawabnya dengan lesu
"Raras, bukannya ibu tidak mau kamu mencintai Ivan. Status pria itu sangat tinggi, kamu tidak akan bahagia jika terus mencintainya"
Kamu tidak akan bisa bertahan dengan pria itu. Dia terlalu berbahaya untukmu pikir ibu.
"Bu maaf, aku sudah dewasa dan bisa menentukan pilihanku sendiri.
Buktinya sampai sekarang Ivan dan aku saling mencintai.
Apa hal itu juga tidak bisa meyakinkan ibu?"
"Pokoknya ibu mau kamu putus hubungan dengan Ivan!" Bentak ibunya membuat Raras terkejut dan meneteskan air mata.
Padahal hal ini baru saja dimulai, tapi kenapa harus diakhiri secepat itu? apa doaku semuanya telah dikabulkan ?.
-
Dipagi hari yang cerah, ibu masih tidak mempercayai bahwa Ivan akan dengan mudahnya putus hubungan dengan Raras.
Meskipun ibu sedikit curiga dengan perkataan yang dikatakan oleh Raras mengenai cinta.
Pria itu dikenal sangat kejam dan playboy. Tidak mungkin secepat itu dia akan jatuh cinta dengan Raras.
Apalagi dia mempunyai wanita yang dicintai, tapi itu semua telah berlalu.
Karena wanita itu memilih untuk pergi keluar negeri untuk melanjutkan kuliahnya dan memilih untuk meninggalkan Ivan.
Di J Group perusahaan paling top dikota A, seorang wanita paruh baya mendatangi seorang cleaning service untuk menanyakan ruangan Ivan berada.
"Permisi nona, apa presiden kalian ada dikantor?" Tanyanya
"Ya, tapi saya tidak bisa meyakinkan ibu boleh masuk kedalam" Jawabnya cuek
"Apa kamu bisa menghubunginya, saya ada urusan penting yang ingin diselesaikan"
Wanita muda itu semakin memandang rendah ibu."Maaf bu, tuan Ivan tidak mungkin mau bertemu dengan anda. Lebih baik lagi jika ibu pergi dari tempat ini sekarang juga" Dia menunjukkan pintu keluar ruangan tanpa membesarkan suaranya.
Hanya seorang cleaning service tapi gayanya selangit. Katanya perusahaan nomor 1, tapi karyawannya pada sampah semua!
"Ada apa Mona?" Tanya Diana yang baru saja muncul setelah mendengarkan percakapan diantara mereka.
Tubuh wanita itu gemetaran, begitu melihat sekretaris dari Ivan berada didepan mata.
__ADS_1
"Oh, nona Diana ya. Tadi ibu ini ngotot bertemu tuan Ivan dan dia membentak saya. Terpaksa saya.."
"Kamu dipecat"
"A..apa?"
"Ternyata selama ini kamu busuk! Perusahaan ini tidak membutuhkan layanan darimu" Mona langsung terdiam dan menggigit bibirnya. Dia menatap ibu dengan sangat tajam.
"Ikut saya bu" Ibu langsung berjalan mengikuti langkah Diana.
Dia terpaksa mengucapkan terima kasih didalam hati karena harus menahan emosi.
Meskipun kondisi ibu saat ini masih sedikit sakit, tapi seenggaknya dia masih bisa berjalan.
"Sudah lama tidak bertemu ibu masih sehat saja"
"Kamu masih mengingatku?" Tanya ibu tidak percaya.
"Tentu saja, jangan sungkang untuk meminta bantuan pada saya. Jasa ibu terhadap tuan Ivan perlu dibanggakan" Ucapnya dengan ramah.
Tak sadar, mereka sampai kedepan pintu ruangan kerja Ivan. "Masuklah" Ucapnya.
Perlahan Ibu membuka pintu ruangan itu. Terlihat wajah Ivan yang sedang fokus dalam pekerjaannya.
Begitu melihat wajah ibu didepan mata, dia terkejut setengah mati.
"Diana, apa-apaan ini?" Ucapnya dengan emosi
"Kalian semua keluar" Pengawal beserta Diana keluar dengan segera. Tersisa ibu dan Ivan diruangan itu.
Ruangannya sunyi sekejap setelah perkataan keluar dari mulut ibu"Sudah lama kita tidak bertemu, kamu sudah semakin dewasa"
"Langsung keintinya saja"
"Apa kau tahu Raras adalah wanita itu? Kenapa kau mau berhubungan dengannya?" Tanya Ibu dengan serius.
"Sebelumnya saya tidak tahu, karena ibu yang mengatakannya saya jadi tahu" Dari ekspresi wajahnya terlihat tidak terkejut.
Tidak mungkin kamu tidak tahu. Bukankah sebelum menikahi anakku kau sudah mencari identitas tentang dirinya?
"Ivan, jangan berbohong! Saya sudah menyelamatkanmu dari ambang kematian tapi begini caramu berterima kasih padaku?"
"Baiklah, apa yang kau mau?"
"Saya mau kau menceraikan putriku" Ivan sontak kaget.
"Dia yang datang kepadaku. Ini semua tidak ada hubungannya denganku" Meskipun dia sangat tidak ingin cerai dengan Raras tapi dengan mudahnya ekspresi Ivan mengatakan bahwa Raraslah yang mencintainya.
"Maka dari itu saya minta kau menceraikannya. Saya tidak mau kau berhubungan dengan anakku"
"Masih bilang dia anakmu? Apa aku perlu mengatakan yang sebenarnya tentang kebusukan dirimu" Tubuh ibu gemetaran dan keringatnya bercucuran "Aku sangat ingin melihat eskpresinya ketika aku membocorkan sebuah rahasia yang tidak mungkin dia pikirkan"
"Sudah hentikan! Jangan lanjutkan lagi!" Teriaknya.
__ADS_1
Ivan semakin bersemangat untuk melanjutkannya" Aku harap dia akan sangat menyesal telah dibesarkan olehmu."
"Hentikan! aku menyerah, kumohon..." Ibu menangis terisak, sedangkan Ivan masih tidak memikirkan perasaannya.
"Tidak ada seorangpun yang bisa mengancamku. Kau tidak layak!"
Brak. Pintu terbuka lebar, Raras yang baru saja masuk kedalam kantor melihat ibunya yang berada didepan Ivan yang sedang menangis.
Dia sangat terkejut, entah kenapa ibunya berada didalam kantor Ivan.
"Ibu?" Dia menghampiri ibunya" Apa yang terjadi?"
Ibunya masih menangis dan seluruh tubuhnya gemetaran.
Dia menatap Ivan dengan tajam.
"Apa yang kau lakukan dengan ibuku?"
"Sayang... tidak usah dipikirkan. Ini semua hanya kesalahan ibu, tidak ada hubungannya dengan suamimu."
"Sudahlah bu, ayo kita pulang"
"Sayang, apa kau bersedia cerai dengan pria itu demi ibu?"
Dengan ragu-ragu Raras mengatakan "A.. aku tidak tahu"
"Sayang, kamu sudah mencintainya?"
"Hanya Ivan yang boleh menceraikanku. Aku tidak berhak. Maaf bu"
Dari kejauhan Ivan tersenyum lebar, memandang ibu yang penuh dengan kemenafikan.
"Kamu bujuk dia saja untuk menceraikanmu."
"Itu tidak mungkin. Tapi.. kenapa ibu mau aku cerai dengannya? apakah karena statusnya?"
"Kau tidak tahu masa lalu suamimu, jika kau tahu kau akan sangat menyesal telah menikah dengannya"
"Usir ibu tua itu keluar!" Perintah Ivan kepada pengawal yang baru saja masuk kedalam ruangan.
Mereka dengab mudahnya menurut dan membawa ibu pergi dari tempat itu.
Raras menangis melihat tindakan Ivan yang begitu kejam, dia pikir pria itu sudah berubah. Nyatanya, sifatnya masih sama seperti dulu.
"Kau kemari!" Perintahnya kepada Raras
"Aku tidak mau"
"Aku akan melakukan hal buruk kepada ibumu"
Dia langsung nurut saja menghampiri Ivan dan memberhentikan tangisnya.
Dia menarik tangan Raras dan wanita itu terjatuh dalam pangkuannya, kemudian Ivan mengangkat wajah Raras yang semula tunduk dan menghapus air mata yang bercucuran banyak.
__ADS_1