Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 22


__ADS_3

Hujan turun hingga menjadi sangat deras.


tidak terpikirkan oleh Raras bahwa nasibnya bisa semalang ini.


mendadak pandangannya kabur hingga kakinya tersandung oleh batu didepannya.


ia hanya bisa nangis sambil berlutut.


Hal yang tidak terpikirkan pun terjadi, ditengah-tengah hujan ada seorang lelaki menyodorkan tangannya kearah Raras.


Raras yang melihat sepatu pria ada didepannya ingin tau siapakah orang yang menemuinya.


pertama yang Raras pikir itu adalah Ivan tapi hal itu tidak mungkin terjadi.


Raras memandang keatas,itu adalah Reynald. lelaki itu menunjukkan senyumnya dan menatap Raras.


wanita itu benar-benar malu, sampai tidak bisa berkata-kata lagi.


Raras memalingkan wajahnya.


"Raras,ikut aku" Reynald jongkok kemudian membuka baju jasnya dan memakaikan pada Raras.kini wanita itu tak perduli,semanis apapun perkataan Reynald saat ini tidak bisa menaklukan hatinya.


"Aku gak butuh kau sekarang"


"Raras! jangan b*doh.apa kau tidak memikirkam situasi mu? sampai kapan kau mau disini? jika ada penjahat yang merampokmu bagaimana" Reynald memegang bahu Raras


"Ini bukan urusanmu" Raras menghempiskan tangan Reynald dengan kasar


"Aku mohon kau dengarkan aku sekali ini aja. ya?"


Raras menelan ludahnya,dengan berat hati ia menatap Reynald.

__ADS_1


Akhirnya Reynald menggendong Raras hingga masuk kedalam mobilnya.


"Siapa pacarmu yang sekarang?"


"Dia lumayan jauh lebih baik darimu. bukan sepertimu tidak punya kepastian!" Raras sengaja mengatakan pada Reynald agar menunjukkam bahwa dirinya sekarang sangat layak jika tidak bersama Reynald.


"Aku emang tidak punya kepastian,tapi aku gak pernah mencampakkan mu ,membiarkan mu nangis tersedu dan kasar pun gak pernah"


Raras merasa dirinya disindir oleh mantan pacar,ia benar-benar malu untuk berhadapan dengannya.bahkan melihat matanya saja tidak sanggup.


"Sepertinya ini tempat yang bagus. turunkan aku disini!" melihat banyak taxi yang berhenti untuk mencari penumpang Raras ingin pergi dari hadapan Reynald.


"Seperti yang kau mau! Romy,berhenti"


"Baik Tuan"


Akhirnya mobil diberhentikan,Raras langsung memegang gagang pintu dan berlari keluar menuju taxi berada."Terima kasih tumpangannya"


Reynald hanya bisa menatap Raras dengan perasaan yang geram dan sakit.


Akhirnya Raras kembali kerumah Ivan.


jujur,ia sangat takut untuk masuk kedalam.


akibat ac yang berada di taxi,baju yang dikenakan Raras kembali kering.


dengan berat hati ia membuang baju jas yang Reynald berikan tadi.


Raras membuka pintu,gelap gulita ia tidak melihat apa-apa. ia segera meraba-raba segala sisi dinding dimana keberadaan saklar lampu.akhirnya ia berhasil menemukannya.


setelah Raras menekan saklar,ruangan itu sangat sepi seperti tidak ada penghuni.

__ADS_1


Ivan belum pulang batin Raras


Raras mengeluh,seharusnya tugasnya sekarang menyenangkan hati Ivan.tapi, karena ia tidak ada terpaksa malam ini hanya Raras yang dirumah.


ia menaiki anak tangga bergegas kekamar untuk mandi.


Waktu berlalu sangat cepat akhirnya Raras selesai mandi berendam.


kemudian ia memakai pakaian tidur dan berbaring dikasur tanpa mengeringkan rambut.


Pikirannya benar-benar kacau,semua terisi wajah Ivan yang sedang emosi menatapnya


ia takut bahwa hidupnya akan berakhir seperti Rose.


Tak lama kemudian,Raras merasa lemah dan lemas.


sekujur tubuhnya panas dan wajahnya memerah.


hingga suara batuk terus menerus terjadi.


hingga akhirnya Raras tidur untuk menenangkan dirinya saat ini.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Yuk jangan lupa rate5 dan Vote ya❤



__ADS_2