
Beberapa jam pun berlalu,tidak sadar hari sudah mulai gelap.
Dari tadi Raras menunggu dan menunggu agar Ivan menyelesaikan rapatnya.
Hal yang ia tunggu pun akhirnya siap juga.
Baru saja ada terdengar pintu terbuka yang berasal dari ruang rapat,ia dengan terburu- buru pergi kearah sana.
"Ivan udah selesai ya? Sebelum kita mebi-
carakan hal yang tadi,boleh tidak aku pergi
ke supermarket ada sesuatu yang ingin
kubeli"
Kata Raras
"Ngapain?,kau suruh si Daniel aja yang
pergi beli"
"Jangan,tadi aku sudah berjanji pada pelayan
kamu untuk pergi membelinya.Sepertinya
Daniel tidak terlalu paham akan hal ini"
Karena malas untuk melanjutkan pembicaraannya dengan Raras,terpaksa ia menyetujuinya.
"Terserah" Kemudian ia pergi meninggalkan Raras seorang diri.
Wanita itu ketika memandang wajah Ivan terlihat lesu,pasti karena terlalu lelah bekerja.
Raras segera keluar dari ruangan menuju arah parkiran mobil,saat masuk kedalam mobil tidak ada Daniel disana.
Tidak seperti biasanya Batin Raras
Raras masuk kedalam mobil untuk menunggu kehadiran Ivan maupun Daniel.
Sudah tidak sabar ia menunggu,karena ruangan yang pengap membuat Raras merasa sedikit mual.
Ia memperhatikan ke kaca mobil,akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga.
Ivan masuk kedalam mobil dan duduk dikursi pengemudi.
"Daniel kemana ?" Tanya Raras penasaran
"Ada urusan mendadak" Jawab Ivan sambil mengarahkan kunci ke lubang kunci mobil.
Mobil akhirnya dijalankan,ruangan yang semula pengap dan gerah berubah menjadi dingin dan sejuk.
Ivan tidak lupa dengan janjinya kepada Raras, yaitu membawa wanita itu untuk pergi ke supermarket.
__ADS_1
Akhirnya sampai juga didepan toko tersebut.
"Ivan,aku pergi dulu ya.kamu mau ikut
nggak?" Tawar Raras
"Nggak" Jawabnya datar
Tapi setelah ia pikir berulang-ulang akhirnya Ivan turun juga dari mobil dan menyusul Raras.Mungkin ada sesuatu yang ingin dia beli.
Ivan melihat Raras sedang memegang kantung belanjaan dan memilih-milih sayuran.
Melihat wanita itu sangat sibuk,Ivan menghampirinya dengan segera.
"Eh,kamu bilang gak mau ikut"Kata Raras ketika melihat wajah Ivan berada disampingnya.
"Aku berubah pikiran" Kata Ivan matanya memperhatikan kearah sayur berada kemudian menaruh kedua tangannya didalam saku celana.
"Ivan,kamu suka makan apa biar aku
masakin" Tanya Raras
"Apa aja" Kata Ivan cuek.Mungkin karena ia tidak suka berlama-lama ditempat ini dan ingin sekali kembali kemobil lalu pulang kerumah.
Sudah lama sekali ia tidak pergi ke supermarket dan kali ini Ivan datang demi menemani Raras berbelanja.
Ucapan Ivan yang asal ada membuat Raras merasa sebal.
Raras berjalan menuju kulkas yang berisi buah-buahan segar sementara Ivan terpaksa mengikuti.
"Kau kalau belanja selama ini ya?" Tanya Ivan
Dari sikapnya ini pasti tidak mau menemaniku belanja.kalau tau gitu,ngapain masih datang kesini temui aku? mendingan dia pergi ke mobil aja Batin Raras
"Sabar dong,ini juga udah mau selesai"
Kata Raras sambil memegang buah yang ia pilih untuk dimasukkan kedalam kantong belanja.
Tiba-tiba aja Raras kebelet pipis,dia sudah tidak tahan lagi.
Wanita itu memberikan dengan kasar kantung belanja yang ada ditangannya kearah Ivan.
Kemudian Ivan mengambil kantung belanjanya dengan cepat.
Untung tidak jatuh isinya
"Ivan,aku mau ketoilet sebentar" Kata Raras dengan panik kemudian berlari menuju toilet berada.
Melihat sifat calon istrinya membuat ia geleng-geleng kepala.
Ternyata berat juga batin Ivan
Ketika mengangkat kantung belanja itu.
__ADS_1
Dari dulu,Raras sangat berbeda dengan wanita lain milik Ivan.
Dari sikap,perlakuan dan segala sisi semuanya berbeda,bahkan kantung belanja yang berat saja tidak menyuruh Ivan untuk membantunya.
Sayangnya,Ivan tidak terlalu memikirkan hal ini.
Karena lelah berdiri,Ivan berjalan mencari kursi kemudian duduk disana.
- - -
Akhirnya Raras menemukan toilet,biasanya di Supermarket jarang sekali ada toilet umum.
Wanita itu benar-benar beruntung,jika tidak ada toilet pasti dia sudah kencing celana dari tadi.
Sewaktu berjalan keluar dari toilet,tidak sengaja Raras menabrak seorang laki-laki berpakaian rapi.
"Eh Maaf" Kata Raras.
Setelah melihat kewajah pria itu,ternyata dia adalah Reynald.
Dia lagi dia lagi,ternyata dunia ini begitu sempit sehingga mudah sekali bertemu dengannya Batin Raras
Wajah mereka saling berpapasan,Raras terburu-buru pergi dari tempat itu,ia tidak niat untuk melihat wajah mantan kekasihnya.
"Tunggu Raras" Kata Reynald sambil memegang lengan tangan Raras.
Dengan enggan,Raras menoleh kearah Reynald.
"Reynald jangan ganggu aku lagi. nanti
calon suamiku marah"
Langsung keintinya saja! Raras tidak mau bertele-tele.menurutnya perkataan ini lebih baik jika dikatakan langsung olehnya.
"Pfft,Calon suami? ternyata kamu lebih
pintar bercanda dibandingkan aku" Reynald menahan agar tidak tertawa tapi akhirnya malah tertawa
"Terserahmu mau berkata apa,nanti dia
bosan menungguku disana jadi aku harus
pergi sekarang!" Kata Raras kemudian berbalik badan hendak pergi dari sana.
Setelah Reynald pikir-pikir, dari sorot mata Raras berbicara ia tidak seperti berbohong.
Memikirkan hal ini membuatnya kesal dan menarik ujung pakaian Raras.
"Siapa laki-laki itu?" Tanya Reynald dengan penuh emosi. Sehingga para manusia yang mendengarnya ikut memandang dan bergosip yang tidak-tidak.
"Yang jelas dia lebih mendingan darimu!.
Lepaskan tanganku!" Kata Raras kemudian menghempiskan tangannya.
__ADS_1