Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
BAB 61


__ADS_3

"Baiklah, mari kita pergi dari tempat ini. Apa kau tidak kasihan dengan dirimu sendiri?"


Seketika Raras mengingat bahwa Ivan sedang sakit.


Ketika wanita itu hendak berbalik dan berjalan menuju kearah mobil berada, Ivan dengan cepat menyentuh tangannya dan menarik Raras hingga berada dipelukannya. Ketika wanita itu ada didalam pelukannya, Ivan langsung mencium bibirnya.


"Aku tidak mengizinkanmu memperlakukanku seperti tadi"


"Aku janji tidak akan melakukan hal itu. Sudahlah, banyak orang yang melihat kita" Kata Raras setelah melihat sekelilingnya dipenuhi dengan pandangan mata orang-orang.


Akhirnya mereka pergi dari taman itu dengan perasaan yang berbeda dari sebelumnya.


Ivan mengantar istrinya ketempat awal dia menemukannya. Yaitu ditoko pakaian milik Raras.


Setelah sampai ketempat itu, Ketika Raras hendak turun Ivan mencium kening istrinya.


"Ciuman perpisahan"


Wanita itu sangat sebal, dia turun dengan perasaan kesal dan pergi kedalam toko itu.


Para rekan lain langsung mendekat kearah Raras karena khawatir akan keadaannya.


"Nona, apa kau baik-baik saja? apa yang terjadi, siapa pria itu?" Tanya salah satu dari mereka.


"Tidak apa" Begitulah yang terjadi karena terlalu dekat dengan Raras. Yang tadinya mereka sedang melayani seorang pembeli langsung pergi kearah Raras berada tanpa memperdulika hati sipelanggan.


"Kalian lanjutkan bekerja. Apa kalian tidak melihat pandangan mata orang itu terhadap kalian?" Raras melirik mata pelanggan yang dari tadi menunggu.


"Baiklah, maaf nona" Pelayan itu langsung pergi menjumpai pelanggan.


Raras baru sadar keberadaan Cici tidak ditemukan disekeliling toko ini. Tidak seperti biasanya wanita itu tidak hadir ditempat ini.


"Mana Cici?"


"Oh, tadi bu menejer sedang ada pekerjaan mendadak. Jadi dia undur diri untuk pulang"


"Oh begitu" Raras berjalan kekantornya untuk menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai dikerjakan.


Percayalah, sudah sekitar dua puluh menit Raras melakukan pekerjaannya dan dalam pikirannya dipenuhi dengan perlakuan Ivan padanya.


Kenapa kejadian tadi harus ada? seharusnya aku tidak marah dengan Ivan. Sekarang kejadiannya malah semakin parah.


-


Sampailah Ivan disebuah perusahaannya. Ketika dia sampai kedalam kantor untuk menyelesaikan pekerjaan, didalam sudah ada seorang wanita yang duduk sedang menunggu keberadaan Ivan.

__ADS_1


Pakaiannya benar-benar mengkasut mata. Sudah sekian lama tidak ada wanita yang menggoda Ivan dan baru kali ini setelah sekian lama muncul lagi.


Begitu melihat keberadaan Ivan, dia langsung menghampirinya.


Apa lagi yang ingin dilakukan wanita ini?


"Setelah kau menikah aku tidak percaya kau menghindari semua wanitamu demi satu perempuan" Wanita itu berdiri dari tempatnya dan berjalan kearah Ivan berada.


Ivan menahan untuk tidak emosi. Tapi dia tidak bisa melakukannya.


"Pergi dari sini, apa perlu aku memanggil satpam?"


"Ivan kau kejam! sudah membuatku jatuh cinta kepadamu dan sekarang kau malah membuangku" Wanita itu mengeluarkan air matanya.


"Paige, aku peringatkan sekali lagi untuk keluar dari sini." Perintah Ivan yang matanya melirik satpam yang berada didalam ruangan.


Paige dengan tidak tahu dirinya memeluk Ivan dengan sangat erat.


"Aku tahu kau masih mencintaiku. Jika kau mengizinkannya aku mau melakukannya denganmu"


Ivan mendorong Paige hingga wanita itu terjatuh dilantai. Meskipun Paige telah menggodanya agar Ivan seperti dulu lagi tetap saja Ivan tidak bisa menolak. Karena ada dua kemungkinan yaitu antara Ivan yang sekarang setia hanya kepada satu wanita atau dia telah bosan melakukan hal itu.


"Baiklah aku akan pergi. Kalian tidak usah membawaku keluar aku juga akan keluar sekarang" Kata Paige ketika wanita itu melihat dua pengawal berjalan kearahnya.


Setelah dipastikan wanita itu pergi barulah dia duduk dengan tenang dikursi.


Kenapa aku menghindari dari wanita lain demi wanita itu pun aku tidak tahu kenapa. Sudah lama sekali perasaan ini tidak timbul dan akhirnya muncul juga. Tapi kali ini berbeda.


-


Malam hari pun tiba. Hal yang dijanjikan Raras untuk pergi kepesta bersama dengan suaminya dia ingat. Sudah jam tujuh malam barulah Raras beranjak untuk pergi dari tempat.


"Aku pergi dulu, sisanya aku serahkan pada kalian" Kata Raras setelah menjumpai salah satu rekan.


"Baiklah nona, selamat beristirahat"


Hari ini melelahkan sekali, ingin sekali aku pergi kerumah dan tidur. Keluhnya.


Begitu Raras keluar, sudah ada mobil yang wanita itu kenal terparkir didepan gedung. Ketika melihat mobil itu berada disana, Raras berjalan untuk masuk kedalam.


"Tumben kamu cepat" Kata Raras kepada pak Ari.


"Hehe, aku tidak akan membiarkan nyonya menunggu" Ari tersenyum dan mulai menyetir mobilnya.


"Pak Ari, aku ingin menanyakan suatu hal kepadamu"

__ADS_1


"Tanya saja"


"Apa kamu pernah mengikuti sebuah pesta dikalangan orang kaya?"


"Pernah, dulu saya pernah diajak teman untuk pergi kepestanya."


"Benarkah?, apa yang pak Ari lakukan saat pertama kali sampai dipesta itu?" Tanya Raras.


Mendingan aku bertanya pada pak Ari, semoga jawabannya bisa menghilangkan kegugupanku.


"Yahh bersalaman dengan orang-orang yang kukenal. Kenapa nyonya? apa Tuan Ivan mengajakmu pergi kepesta malam ini?"


"Aku sangat gugup. Lihat, jantungku berdetak sangat cepat" Raras memegang kearah dada untuk merasakan detak jantungnya yang sangat cepat.


Aku tidak tahu ternyata nyonya Raras selucu ini. Ini hanya pesta biasa, kenapa dia harus bertindak seperti itu?. Apa semua wanita yang pertama kali mengikuti pesta seperti ini? Pikir Ari dalam hati.


"Haha, nyonya lucu juga. Menurut saya anda tidak perlu gugup. Dan salah satu cara yang baik untuk menghindar dari wanita penggosip adalah pakaian dan sikap nyonya harus terlihat elegan" Saran Ari


"Oh Tuhan, seharusnya aku menolak tawaran Ivan tadi. Perasaan ini bisa membunuhku! bahkan aku tidak tahu ada wanita penggosip diacara seperti itu"


"Haha, karena nyonya datang bersama tuan kemungkinan besar akan menjadi bahan gosip"


Tidak sadar, karena percakapan mereka sangat panjang sudah berada didepan rumah.


"Semoga malam ini nyonya beruntung" Ucap Pak Ari


"Ya, terima kasih"


Dengan cepat Raras turun dan pergi kedalam rumahnya.


Begitu sampai kedalam kamar, Ivan mengagetkan saja.


"Cepat juga kau datang" Kata Ivan yang sedang mengkancing baju jasnya.


"Karena aku sudah berjanji dan tidak ingin melewatkan malam ini"


Ivan menunjukkan kearah ranjang yang disana terdapat sebuah gaun terlihat anggun dan sexy.


"Ini yang aku pakai?" Raras berjalan dan menyentuh pakaian itu.


"Kenapa? kau tidak suka?" Tanya Ivan


"Sangat suka"


"Cepat ganti, aku akan menunggumu diluar" Perintah Ivan kemudian pria itu keluar dari ruangan.

__ADS_1


Raras sangat menyukai gaun itu. Meskipun sebelumnya dia tidak suka menggunakan pakaian yang terbuka tapi entah kenapa gaun itu memikat hati Raras dan menghilangkan sedikit demi sedikit kegugupannya.


Huh, sebaiknya aku memakai gaun ini dengan cepat. Aku tidak sabar mengenakannya ketubuhku


__ADS_2