Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
BAB 74


__ADS_3

Disebuah gedung apartemen bintang lima, yang merupakan apartemen terbesar dan paling banyak penghuninya dikota A, Anna menyewa satu kamar VIP buat bersenang-senang malam ini. Meskipun harganya menjulang tinggi dia rela-relain untuk memesan tempat yang bagus agar teman-temannya tidak kecewa sama sekali.


"Reynald, semua rencananya udah aku siapin. Tinggal menunggu acaranya dimulai, orang-orangku bakalan ambil alih. Apa kamu merasa semua ini sudah cukup" Anna memasuki ruangan tempat Reynald bersantai dengan rokok yang berada ditangannya.


"Bagus, jika kamu mau makan malamnya tidak tertunda lakukan sebaik mungkin" Perintahnya.


"Baiklah, kalau nggak ada yang perlu dibicarakan aku pamit dulu" Anna berbalik badan dan keluar dari ruangan itu perlahan.


"Hehe, aku nggak sabar menunggu"


Sementara Raras baru saja sampai digedung apartemen mewah yang telah dijanjikan.


Acaranya udah dimulai gak ya?


Hati Raras merasakan kegelisahan yang mendalam. Ini semua karena Ivan, berkat perlakuan bod*hnya Raras jadi terlambat.


Dia harus melakukan hal-hal yang memalukan jika pergi menjauh darinya. Apalagi kalau itu dimalam hari!.


Dia masih mengingat kata-kata Ivan yang mengatakan bahwa "Kalau kamu nggak ada ntar yang puasin aku siapa?"


Raras memukul setiran mobil dengan penuh kegeraman mengingat-ingat dia yang menyentuh bibir Ivan terlebih dahulu.


Sudahlah, memikirkan hal bod*h itu membuatku semakin gila saja!.


Raras turun dari mobil, banyak orang yang berada disekitar langsung memperhatikan Raras secara detail. Awalnya dia tidak mengerti entah kenapa mereka memperhatikan Raras, ternyata karena mobil yang barusan dia kendarai. Beserta pesonanya yang bertebaran membuat pria kehilangan kesadaran.


"Ya Tuhan, cantik sekali nona itu. Apa dia berasal dari orang kaya?"


"Sepertinya dia adalah selbriti terkenal, tapi aku nggak pernah melihatnya ditelevisi tuh"

__ADS_1


Malam ini dia sengaja untuk tidak memakai baju yang mencolok. Ini adalah salah satu baju yang paling sederhana yang berada dilemari pakaiannya, tapi sepertinya baju itu masih kelihatan mahal dan tidak terlihat barang kw.


Karena tidak ingin ada masalah, Raras langsung masuk saja kedalam apartemen itu. Tempat perjanjian diruangan VIP nomor 099 sedang dicari oleh Raras. Begitu ketemu dia langsung masuk saja sudah diperhatikan oleh seisi manusia yang berada didalamnya.


Yang semula mereka bercanda tawa dan sibuk dengan urusan masing-masing lebih memilih untuk memperhatikan begitu cantiknya Raras malam ini hingga mereka seperti tidak mengenal dirinya.


"Wah, ini nih tamu spesial yang ditunggu- tunggu!"


"Raras, kamu ternyata benar-benar datang"


"Besar juga yah nyalimu buat datang keacara ini"


"Ha..halo" Masih mempertahankan senyuman dan memilih untuk cuek agar tidak ada masalah yang timbul.


Anna yang sibuk dengan urusannya begitu melihat kedatangan Raras langsung mendatanginya dan memeluk wanita itu tanpa pikir panjang. Raras terkejut.


"Akhirnya kamu datang juga, aku dari tadi menunggumu lho Raras. Aku pikir kamu nggak akan datang"


"Hehe, maaf ya aku terlambat. Oh ya, Naya ada dimana?" Raras memperhatikan sekelilingnya tidak terlihat Naya sedikitpun diruangan ini.


"Mungkin sedang dalam perjalanan, sudahlah kamu duduk saja kita minum-minum dulu." Tangan Raras ditarik begitu saja dan dipaksa duduk disamping Anna.


Dia menyodorkan segelas wine ketangan Raras namun dia menolak mentah-mentah.


"Raras jangan begitu dong, kita kesini kan buat pesta besar-besaran. Kalau kamu nggak minum wine ini sama aja kamu nggak setuju dengan hubungan aku dengan Reynald iya kan?" Bujuk Anna sambil menyodorkan segelas anggur itu ketangan Raras, namun wanita itu masih tidak tertarik untuk meminumnya.


"Maaf, aku memang nggak bisa minum. Masa kamu lupa setiap ada pesta seperti ini aku nggak pernah minum lho" Raras menggaruk-nggaruk kepalanya berusaha menghindar.


Akting Anna makin lama makin bagus saja. Kenapa nggak jadi ratu film aja sih, aku yakin kamu bakalan dipilih menjadi tokoh utama!.

__ADS_1


"Hai, maaf terlambat" Disaat suasana yang seperti ini, seorang gadis datang dengan wajahnya yang terlihat lelah dan pucat.


"Naya! akhirnya kamu datang juga" Wajah Raras kembali bersinar begitu juga Naya.


"Halo Naya, sini sini" Raras menepuk tempat duduk disamping kanannya yang tidak berpenghuni. Hatinya yang semula bimbang menghilang, Naya benar-benar sebuah obat penghilang rasa kekhawatiran yang dimiliki oleh Raras! begitu wajahnya muncul, Raras senang tak gemilang.


"Halo Raras sudah lama kita tidak bertemu. Makin lama kamu makin cantik" Pujinya kemudian duduk disamping Raras


"Haha, kamu juga makin cantik aja."


Anna yang menyaksikan kehadiran Naya yang sangat mengganggu sangat menyesal sudah mengundang wanita itu. Tapi kalo nggak diundang juga Raras gak bakalan mau datang kepesta ini.


Dia menggigit bibirnya dan mengepalkan kedua tangannya. Menahan untuk tidak emosi dan menunjukkan sikapnya yang baik terhadap Raras maupun orang yang menghadiri pesta ini. Karena perannya sebagai ratu malam ini.


"Wah Naya kamu akhirnya datang juga, Raras dan kami semua sudah lama menunggumu lho. Jangan sungkan-sungkan buat mesan apa yang kamu mau ya, malam ini aku yang traktir!"


Dalam keadaan seperti ini ternyata kamu masih bisa mempertahankan senyuman. Aktingmu benar-benar gak perlu diragukan lagi.


"Baiklah, mari kita bersenang-senang" Naya yang semula meskipun dia adalah teman Raras sewaktu sekolah mereka jarang sekali bersama, tapi akhir-akhir ini mereka sudah terlihat akrab saja. Naya yang dulunya adalah wanita penghambur uang juga sudah berubah menjadi gadis baik-baik setelah keadaan buruk yang menimpa keluarganya.


"Ngomong-ngomong Ras, baju yang kamu kenakan bukannya merek channel yang baru keluar akhir-akhir ini?" Tanya salah satu teman sekelas Raras.


"Oh, bukan kok ini versi kw nya. Mana mungkin aku yang miskin dan kampungan gini bisa beli baju mahal."


Anna langsung memperhatikan gaun indah milik Raras. Daritadi tidak terpikirkan olehnya untuk menilai barang-barang yang dikenakan Raras.


"Kamu nggak tau ya, Raras itu udah punya toko pakaian lho. Kalian tahu nggak toko bermerek terkenal yang baru buka dipinggir kota, itu tokonya milik Raras lho" Memberitahukan sejelas-jelasnya, dia pikir dengan membangga-banggakan apa yang Raras miliki bisa membuat Raras senang. Anna pikir Raras sengaja menyembunyikan semua itu karena dia tidak tahu mau memulai dari mana.


"Apa?" Teriak seluruh manusia yang berada ditwmpat itu kecuali Reynald. Dia masih berlalu lalang dengan sepuntum rokok yang beradi ditangan kanannya, padahal ruangan ini ber-ac.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2