
Akhirnya sampai ketempat tujuan dengan selamat.
Yang pertama turun dari mobil adalah Daniel.
Sementara Ivan masih saja berada dalam mobil bersama dengan Raras.
Ivan menoleh kebelakang untuk menatap Raras,demikian juga Raras.
Ivan seperti mengambil sesuatu yang ada disakunya yaitu sebuah kertas kecil.
Setelah ia ambil dari saku, Ivan memberikan kertas itu pada Raras.
"Berikan tanganmu" Perintah Ivan membuat
Raras menurut saja.
Ia menjulurkan tangannya kemudian Ivan memberikan kertas itu pada Raras.
Wanita itu tidak paham,setelah melihat isi kertas itu wajahnya berubah drastis.
Ternyata itu adalah sebuah cek berisi 50 juta jika dirupiahkan.
"Wah,ini beneran untukku?" Kata Raras antusias
"Mendapatkan uang harus sesenang itu?"
Tanya Ivan
"Tentu saja!, sekarang aku bisa membeli
baju gaun yang ku idamkan selama ini"
Kata Raras berbohong
Wajahnya benar-benar terlihat tidak asli dimata Ivan,terlihat sekali dari sorot matanya bahwa ada keperluan yang sangat penting.
Tidak mungkin hanya dengan membeli sebuah pakaian Raras sampai sesenang ini.
Mereka berdua keluar dari mobil menuju perusahaan milik Ivan.
Seperti biasa,rekan kerja lain menatap sinis Raras tapi hal ini berbeda dengan biasanya.
__ADS_1
Mungkin orang yang bernama Cindy kemarin menggosip nama Raras hingga penjuru rekan mengetahui akan hal ini.
Mungkin ada juga beberapa rekan yang tidak perduli karena tidak hobi dalam menggosip yang tidak penting.
Akhirnya sampai juga kedalam kantor.
Ivan langsung menuju kursi kerja sedangkan Raras duduk tidak jauh dekat Ivan.
Wanita itu merasa sebal, ia harus menunggu Ivan begitu lama,gunanya dia disini juga tidak ada.
Sementara menghilangkan rasa bosan, Raras menatap wajah Ivan dalam-dalam.
Wajahnya saat fokus bekerja benar-benar sangat tampan.
"Ivan,aku bawain kamu teh hangat ya?" Kata Raras agar menghilangkan rasa penat.
Beruntung sekali Raras menybut teh bukannya kopi,jika tidak pasti ia akan marah besar.
Hanya mengangguk kecil,dan mata tertuju pada komputer.
Raras berjalan keluar ruangan dan menarik nafas lega.
Ia pergi menuju ruangan yang biasa orang datang untuk menyeduh sebuah minuman.
Mungkin pekerjaannya sudah beres makanya mereka berani untuk bersantai.
Ketika melihat Raras datang,mereka menggosip nama Raras.
Wanita itu sebenarnya tau,cuman karena tidak ingin mencari masalah makanya ia pergi tanpa bicara.
Saat ia menyeduh teh,dibelakang mereka sengaja membicarakan hal buruk dengan nada yang keras.
"Cindy,beneran kemarin kamu diusir oleh
tuan Ivan karena perempuan ini?"
"Benar,tapi gak usah dipikirkan,mungkin
karena tuan Ivan terlalu menyayangi Raras"
Cindy memulaikan dramanya sebagai tokoh utama wanita
__ADS_1
"Kamu ini terlalu baik makanya sijalang itu
berbuat seenaknya.aku tidak bisa memba
yangkan bagaimana wajahnya ketika
tuan Ivan mencampakkannya haha"
"Jangan begitu,nanti dia ngadu pada tuan
Ivan" Kata Cindy
Kata ****** terngiang ngiang diotak Raras.
kesabaran Raras kini sudah melewati batas.
Ia meletakkan dengan kasar gelas itu dimeja dan berbalik badan kearah Cindy dan kawan kawan berada.
"Apa maksudmu?"
"Oh,ternyata dia mendengar ucapan kita.
sudah jelas Raras bodoh,kau hanya wanita
murahan.tuan Ivan sebentar lagi akan
mencampakkanmu jadi jangan harap.."
Baru saja ia ngin mengatakan kata-kata terakhir, tamparan dari Raras melayang ke pipi wanita itu.
"Apa yang kau lakukan ? dasar ****** yang
gak punya perasaan" Kata Cindy membentak Raras.
Wanita itu mengepal tangannya dengan kuat
"Kau yang ******,tampangmu aja sudah
membuat para pria muak" kata Raras
Dengan kasar Cindy mendorong Raras kuat.
__ADS_1
Hingga tubuh Raras membentur dinding yang ada dibelakang.