
Tiba didapur, dia sangat terkejut bahwa dapurnya lebih besar dari yang dia bayangkan. Ukuran besarnya dapur itu sangat mirip dengan ukuran ruang tengah rumah pada umumnya.Beginilah kehidupan orang kaya, hal yang tidak terlalu penting pun dibesarkan. Padahal orang yang tinggal dirumah ini hanya dia seorang, tapi kenapa dapurnya mesti ikut besar?.
Dia sibuk dalam mencari keberadaan dispenser.
Si*l! kenapa dapurnya harus sebesar ini sih. Sangat sulit bagi Raras mencari sebuah dispenser. Seorang pelayan bagian dapur memperhatikan Raras dari tadi. Dia langsung mendatanginya.
"Nona? ada yang bisa saya bantu?"
"Haha,tidak kok saya hanya mencari keberadaan dispenser,apakah kau tau ada dimana" Dia menggaruk kepalanya dengan lembut. Dia menahan malu, masa hanya sebuah dispenser tidak berhasil ditemukan?
"Oh, disebelah sana" Pelayan menunjukkan kearah dispenser berada. Begitu dia melihat keberadaan dispenser, tidak lupa mengucapkan terimakasih dan pergi."Nona, apa perlu saya yang tuangkan?"
"Tidak perlu bi, ini untuk tuan muda. Dia yang menyuruhku untuk memberikan air ini kepadanya" Raras menekan tombol menghidupkan dispenser dan air itu mulai mengalir kearah gelas berada.
Ketika gelasnya sudah terisi penuh, dia menekan tombol power off untuk mematikan dispenser.
Begitu dia hendak berjalan, matanya langsung memandang kearah kulkas yang sangat besar dan indah. Sudah lama sekali dia mengimpi-impikan untuk memakan makanan yang enak dan mahal seperti teman-teman kuliahnya dulu. Tapi, karena sangat miskin bahkan membeli nasi saja sudah bersyukur.
Dia melihat kearah sekelilingnya, tidak ada seorangpun pelayan yang memperhatikannya. Mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
__ADS_1
Hanya buka sedikit tidak apa-apa kan..
Beraneka ragam makanan ada didalam kulkas itu. Tak banyak yang dia tahu, karena emang dirinya tidak pernah memakan makanan seperti itu.
Apalagi menyentuh sedikit pun tidak pernah.
Dia melirik sebuah daging yang terlihat sangat lezat. Namun dia tidak mengetahui bahwa daging itu adalah daging import. Tidak banyak yang menjualnya seperti dipasaran.
Raras tergoda dengan beraneka ragam makanan, sepertinya dia telah menyentuh daging itu. Apa boleh buat, jika sudah menyentuh membuat sedikit tidak apa-apa kan? pikirnya.
Sewaktu dia memasak, dirinya yang tadi saat terbanjiri rasa takut hilang dalam seketika. Padahal tugasnya hanya mengambil segelas air putih, tapi entah kenapa tujuannya melenceng.
Selesailah dia memasak. Dia merasa makanan yang dimasak itu sangat sempurna dan sangat tergoda. Raras berpikir mungkin jika makanan itu dicicipi oleh Ivan dia akan senang seperti dirinya yang sekarang ini.
toktok. Dia masuk kedalam ruangan itu.
"Ivan, aku membuat makanan spesial lho. Mau coba tidak?"
"Yang aku minta segelas air, kenapa malah membuat makanan?. Melihat makananmu saja tidak ada selera sama sekali."
__ADS_1
"Aku lihat kamu dari tadi sangat fokus dalam bekerja. Jadi, saya pikir jika saya membuat sedikit makanan anda akan menyukainya" Timbul lagi rasa aneh itu, rasa bersalah dihati Raras.
"Aku tidak tertarik" Dia mengambil segelas air dari tangan Raras dan meminumnya dengan cepat.
sudahlah dari pada terbuang mendingan aku yang makan.Lagian jika tidak suka ngapain kritik masakanku tidak enak segala, pria ini benar-benar tidak mempunyai sopan santun. Aku harap dia tahu kesalahannya.
Ketika Raras duduk dan ingin mencoba sesuap sendok dan hendak memasukkan kedalam mulut, entah kenapa Ivan merebut sendok dan piring dari tangan Raras dan melahapnya dengan cepat.
Padahal tadi dia sudah susah payah menawarkan makanan itu, sekarang malah merebutnya dari tanganku!.
Dasar pria serakah!
"Tadi kamu bilang gak mau"
"Lain kali jika ingin memasak yang berkelas dikit!. Sudah tahu dagingnya mahal, kenapa malah memasak makanan sesimple itu?"
"Maaf tuan, aku tidak tahu cara memasak makanan lain selain masakan ini. Aku tidak pernah makan makanan berkelas yang anda maksud"
"Sana pergi, jangan menggangguku" Dia kembali bekerja. Sedangkan Raras mengambil piring dan gelas bekas makanan dan membawanya kedapur untuk
__ADS_1
"Wah wah wah, nona Raras rajin sekali ya!. Bukan hanya mengantarkan makanan itu pada tuan muda, tapi juga mencucinya" Pelayan yang baru saja melihat Raras langsung menghampirinya.