Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
BAB 8


__ADS_3

Wajahnya tidak terlihat, namun dia bisa merasakan bahwa pria itu sedang berlalu lalang dengan emosi.


Pikiran Raras dilalui dengan adanya rasa takut yang mendalam. Dia berjalan perlahan mendekatkan diri dari pria itu. Ivan masih tidak membukakan mulut membuatnya tambah takut.


"Maafkan aku tuan, aku yang salah"


Pria itu masih tidak membukakan mulutnya. Raras memikirkan sesuatu hal yang harus dilakukan agar pria itu menerima permintaan maafnya. Ketika dia mengingat kembali, pria itu sangat menyukai orang yang menempel padanya.


Ketika jarak diantara mereka sangat dekat, Raras menyentuh pundak Ivan. Pria itu masih santainya menikmati segelas anggur dengan wajah dingin.


"Maaf, tadi Daniel yang mempebolehkanku keluar. Saya harap kejadian ini tidak akan terjadi lagi dan ini semua salah saya. Tidak seharusnya saya telat"


"Sejak kapan kalian begitu akrab" Perkataan itu tidak dimengerti oleh Raras. Maksudnya, karena dia memanggil nama Daniel dan itu tandanya mereka sudah akrab? apakah hal itu dilarang? pikir Raras.


"Tidak, dia yang memberitahukanku namanya"


Apa pria ini tidak marah lagi? Kalau begitu sangat mudah untuk membuatnya terhibur kembali. pikir Raras.


"Sini" Ivan melentikkan jari telunjuknya memberikan sebuah tanda agar Raras mendekat kearahnya.


Dia melangkah maju dan duduk diatas pangkuan Ivan. Meskipun dia sangat berani melakukan hal ini, percayalah jantung Raras berdetak tidak normal.

__ADS_1


"Tuan, apa kau tidak marah lagi?"


"Apa kau berjanji akan mematuhi segala perintah yang kuberikan?" Dia mengangkat dagu Raras dan mata mereka saling memandang.


"Aku janji" Ucapnya dan tersenyum


Dia memberanikan diri untuk memeluk pria itu agar menghilangkan rasa emosi didalam hatinya. Tidak bisa dibayangkan jika Ivan membuangnya, sumber biaya yang dibutuhkan Raras ada ditangan Ivan.


"Kenapa tubuhmu gemetaran? kau takut padaku?"


"Ti..tidak, aku hanya tidak terbiasa saja. Maaf, lain kali aku akan mencoba untuk tetap tenang ketika berada didepan tuan" Ucapnya dengan tersenyum


Dia menundukkan kepalanya"A..aku mengerti"


"Temani aku bekerja"


"Apa lebih baik jika tuan bekerja sendiri? aku takut mengganggumu"


"Panggil aku Ivan"


Apa dia sungguhan? aku hanya seorang pesuruh dan dia memperbolehkanku memanggilnya dengan namanya sendiri? pikirnya

__ADS_1


CKREK.Seorang wanita terlihat terlihat cantik dengan gaunnya yang mahal dan seksi. Dengan sentuhan make up dan banyaknya perhiasan yang melekat ditubuhnya, dia adalah Rose. Salah satu wanita yang merupakan kekasih Ivan.


Raras sangat terkejut, dia yang sedang duduk diruangan itu kagum akan kecantikan wanita itu. Sudah pasti dalam pikirannya yang pertama adalah sudah pasti dia salah satu dari wanita Ivan.


"Tuan Ivan,Rose datang!"


"Aku sedang kerja,jangan ganggu"


"Jangan gitu dong,Rose kan udah datang jauh-jauh" Wanita itu dengan jalangnya duduk dipangkuan Ivan yang sedang fokus dalam pekerjaannya.


Raras yang melihat hal itu membidik ngeri, apakah wanita itu tidak takut jika Ivan akan melakukan sesuatu hal buruk padanya? pikir Raras.


Rose Mendekatkan dadanya pada Ivan dan belahan dadanya tidak sengaja dilihat oleh Ivan. Dia sulit menolak godaan, terpaksa Ivan memberhentikan kerjanya untuk kepentingan pribadi. Rose melingkari tangannya dileher Ivan dan mulai melakukan sentuhan lembut. Wajahnya begitu menggoda.


Pria itu menyentuh bibirnya dengan kasar dan perlakuan mereka disaksikan oleh Raras.


Begitu melihat hal itu terjadi, dia takut dan memilih untuk menghindarkan penglihatannya dari Ivan dan Rose.


Bagaimana wanita itu bisa melakukan hal itu dengan mudah? apa dia sudah terbiasa ? pikirnya


Dia tidak sanggup membayangkan bahwa selanjutnya dirinya yang akan melakukan hal itu pada Ivan

__ADS_1


__ADS_2