Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 27


__ADS_3

"Katanya gak mau,tapi matamu itu membuat


ku curiga" Senyum licik Ivan terpancarkan


"Nggak kok! aku hanya terkejut "


"Kenapa ponselku ada ditanganmu?"


"Tadi ada yang kirim pesan sama kamu


karena lagi mandi jadi aku bantu lihat"


Perjelas Raras


Ivan mendekat kearah Raras.


ia tidak tau bahwa tindakannya berhasil


membuat Raras malu dan salah tingkah.


"Kau mau apa?"


"Mau bermain dengamu" Senyum liciknya terlihat lagi.Ivan mendorong tubuh Raras hingga ia terlentang kemudian Ivan menyusul berada diatas tubuh Raras.


"Kyaaa! pakai bajumu.dasar lelaki tidak tau


malu! pergi sana"


"Perkataanmu saja yang menyuruhku pergi


tapi sebenarnya kau mau kan" Ivan menyentuh dagu Raras dengan lembut.


"Tidak tidak! aku kan sedang sakit"


"Oh,jadi itu dibuat alasan? kalo kau mau aku


terpaksa menerimanya" Senyum Ivan mulai mengembang kemudian mencium singkat kening Raras.


Wajah Raras kini tak tertolong lagi, tingkahnya dari tadilah yang mengundang Ivan semakin mempemainkan Raras.


sebenarnya ia tidak bermaksud itu karena masih ada urusan yang harus diselesaikan.


"Tapi,kau simpan dulu untuk tertarik padaku.


urusanku masih banyak" Ivan berbalik badan dan memakai pakaian didepan Raras tanpa rasa malu.


Simpan kepalamu! batin Raras


"Eh itu,kamu kenal sama yang kirim pesan

__ADS_1


sama kamu darimana?"


"Kenapa tanya begitu?"


"Nggak,aku hanya pernah dengar namanya di


siaran tv jadi pengen tau aja"


"Dia itu rekanku yang paling bodoh, demi


bekerja sama dengan perusahaanku yang


hampir bangkrut rela memberiku saham


diperusahaannya"


Bangkrut? perusahaan Ivan mau bangkrut yang benar saja Gumam Raras


"Kok bisa bangkrut? maaf aku hanya sedikit


penasaran bukan mau melakukan sesuatu"


Kata Raras meyakinkan


Mendadak Ivan teringat dengan ucapan Daniel bahwa ia harus menikah.


Ivan melirik Raras sekejap,baru saja terlintas diotaknya masa wanita seperti dia?


Raras yang dipandang Ivan merasa bingung.


"Karena aku disuruh nikah" Jawabnya singkat


"Nikah? kamu sudah mencari pasangan yah!


bagus bagus aku sangat penasaran wanita


seperti apa yang mau kamu nikahi"


Karena terlalu senang mendengar kabar itu, isi hatinya keluar tanpa memikirkan perasaan Ivan.


"Nanti kamu jangan terkejut melihat istriku


ya"


"Nanti pas kamu buat acara nikah jangan


lupa undang aku yah"


"Tentu,orang yang paling pertama aku kasih

__ADS_1


surat undangan adalah kamu"


Ivan pergi dari kamar segera sementara Raras masih asyik dalam lamunanya.


ia berpikir bahwa jika Ivan menikah nanti hidupnya akan bebas dan lepas dari masalah.


itulah yang Raras inginkan sejak dahulu, hidup dengan aman dan tentram.


Triing trring


Baru saja Raras terbaring dikasur,ponselnya udah bergetar.


dengan malasnya ia mengambil ponsel itu ditas,lalu memencet tombol jawab.


"Siapa ini?"


"Apakah benar ini nomornya Raras?"


"Benar ada apa ya!"


"Begini,ibu kamu sudah 2 hari dirumah sakit.


terpaksa pengobatannya kami hentikan


karena belum bayar jadi anda tolong hadir ya"


Raras sangat panik,baru saja ia gembira sekarang sudah ada masalah.


dengan berjalan sedikit pincang,Raras pergi mengambil tas berisi dompet dan ponsel kemudian menuruni tangga perlahan.


"Bi,boleh nggak pesanin saya taxi?"


"Nona mau kemana? bukannya masih


sakit"


"Ada urusan yang paling penting,pokoknya


ini urusan keluarga saya.bi tolong cepatan


pesan taxi-nya"


Dengan terburu-buru pelayan itu mengambil ponsel dan menghubungi taxi.


hal ini tidak bisa dibayangkan,biasanya ibu Raras jarang terkena hawa penyakit.


tidak tau mengapa ibunya mendadak sakit. sekarang Raras hanya bisa berdoa pada yang diatas agar ibu Raras terselamatkan.


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2