Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
BAB 62


__ADS_3

Raras memakai gaun itu dengan sangat berhati-hati. Takut gaunnya lecet dan rusak.


Bwgitu memakai gaun ketubuhnya, Raras melihat dirinya sendiri dicermin.


"Apa ini aku?" Raras memperhatikan sekeliling gaunnya yang indah. Bahkan dia tidak tahu merek dari gaun yang dikenakannya.


Sekilas Raras melihat sebuah parfum yang berada diatas ranjang.


Warnanya sama dengan gaun milik Raras.


"Apa ini sepaket dengan gaunku?"


Tidak perduli, Raras asal menyemprot parfum itu keleher dan sekeliling gaunnya.


Begitu selesai, dia menyiapkan apa yang perlu disiapkan. Seperti isi dalam tasnya.


Beberapa menit kemudian Raras telah selesai. Dia langsung menuruni anak tangga dan pergi keluar.


Aku takut penampilanku menjadi bahan perhatian oleh orang orang nanti. Keluh Raras dalam hati.


Raras merasa bahwa penampilannya itu sangat berlebihan. Tapi dia tidak ambil pusing dan langsung pergi kemobil.


Begitu masuk kedalam, Ivan langsung melihat Raras dengan tatapan yang berbeda.


"Penampilanmu berubah drastis"


"Benarkah?"


"Rasanya aku ingin memakanmu!"


Raras merasa takut


"Jika bukan karena pesta temanku aku sudah pasti membatalkannya" Ivan mengendarakan mobilnya dengan laju.


Bagus juga jika ini adalah undangan pesta temanmu. Aku merasa beruntung kali ini!


Gumamnya


Selama diperjalanan Raras menatap kearah kaca yang luarnya begitu gelap dan banyak sekali kendaraan dijalan raya. Sedangkan Ivan asyik mengendarai mobilnya.


Tiba-tiba telpon Raras berdering, wanita itu segera mengambil ponselnya didalam tas dan mengangkat telepon itu.


Tertulis panggilan itu berasal dari sahabatnya, Naya.


"Ada apa Naya?"


"Ras, kau dimana? aku ingin menemuimu sekarang juga!" Desak Naya


"Tapi, aku sedang ada urusan. Emangnya kenapa Naya? apa ada sesuatu hal terjadi padamu?" Tanya Raras


"Aku ingin membicarakanmu suatu hal yang penting. Aku mohon ayo kita ketemuan!"


"Ta..tapi aku tidak bisa." Tolak Raras dengan sopan.


"Oke Raras, sepertinya aku salah telah menelponmu. Selamat tinggal"

__ADS_1


Naya mematika telepon itu. Raras merasa bersalah telah mengucapkan kalimat tadi.


Dia merilik wajah Ivan sesaat yang sedang menyetir.


"Ivan, apa boleh aku pergi? aku ada urusan mendadak" Ajuan Raras


"Tidak boleh!" Jawabnya tegas


"Tapi ini urusan penting, aku harap kau bisa mengerti aku" Ucap Raras


"Apa karena selama ini aku memanjakanmu jadi kau bisa bertindak seenaknya?"


Ucapan itu membuat Raras tersadar dia sedang berbicara dengan siapa. Entah kenapa Raras merasa bahwa Ivan akan memperbolehkan dirinya untuk pergi.


Raras memilih untuk diam dan menundukkan kepalanya.


Dalam perjalanan setelah kejadian tadi, terjadilah kesunyian diantara mereka.


Beberapa menit berlalu, sampailah mereka kerumah teman Ivan. Rumahnya tidak kalah berbeda dengan Ivan, hanya kalah dikemewahannya saja.


Ivan turun dari mobil, sedangkan Raras masih didalam, dia takut dan tidak niat lagi untuk menghadiri pesta itu. Yang tadinya Raras sangat bersemangat karena masalah tadi membuatnya berpikir lebih baik tidak mengikuti pesta ini.


Kenapa dia tidak turun-turun juga? Gumamnya.


Ivan membuka gagang pintu mobil dan menatap wajah Raras.


"Apa perlu aku mengangkatmu agar kau turun juga?" Ivan merasa lelah jika terus menghadapi wanita seperti Raras. Tidak pernah ada wanita yang semanja ini ketika sedang marahan dengannya.


Raras masih diam


Melihat wanita itu seperti itu, tidak ambil pusing Ivan mengangkatnya seperti membawa karung beras.


Apa lagi yang mau dilakukan pria ini?. Dasar brengsek, banyak sekali yang melihat kearah kami!. Raras sangat geram


"Kau yang minta ini!" Ivan berjalan dan masih saja menggendong Raras dengan gaya seperti tadi. Dia tahu banyak sekali orang yang melihat, tapi Ivan tidak memperdulikan hal itu.


"Baik baik baik aku kalah! turunkan aku sekarang juga" Ivan menurunkan Raras


"Lain kali jangan pernah lakukan hal itu! bahkan aku tidak pernah semalu ini dalam seumur hidupku!" Teriak Raras


Dasar Ivan brengsek brengsek! lihat saja kau nanti.. aku akan membalaskan perbuatanmu dengan setimpal.


"Haha, aku lebih suka kau yang ini" Ivan menepuk - nepuk kepala Raras hingga rambutnya berantakan.


"Hey, coba lihat! baru pertama kalinya aku melihat Ivan berekspresi!"


"Iya iya"


"Oh Tuhan, selama ini aku melihatnya hanya diberita dan sekarang aku melihatnya secara langsung. Apakah ini sebuah mimpi?"


Begitu banyak wanita tergila-gila.


Mendengar banyak wanita mengatakan hal tadi, Ivan menyuruh Raras untuk pergi dari tempat itu. Dia tidak tahan dengan adanya suara yang mengganggu.


Begitu mereka berdua sampai didalam, Ivan menyuruh Raras untuk tidak melakukan hal lain selain mengikuti langkah kakinya.

__ADS_1


"Selamat datang Ivan, sudah lama kita tidak bertemu!" Ucap Ryan yang merupakan pemilik acara.


"Senang bertemu denganmu. Bagaimana kabarmu akhir² ini?" Tanya Ivan


"Biasa saja, apa wanita itu adalah pasanganmu malam ini?" Begitu melihat Raras yang berada dibelakang Ivan, membuat Ryan ingin mnanyakannya.


"Ya benar" Ivan menarik tangan Raras hingga wanita itu berada disampingnya.


"Haha, pasanganmu malam ini adalah Raras. Aku terkejut setengah mati"


Teman-teman Ivan pikir, wanita yang dia nikahi itu tidak dia cintai. Mereka pikir mereka melalukan kehidupan sehari-hari tanpa adanya kebersamaan.


"Raras, kau pergi dulu. Ada hal yang ingin aku bicarakan berdua dengan Ryan"


"Baik" Ucapnya


Penampilan Raras tidak jauh beda dengan wanita lainnya. Dia sangat cantik dan anggun.


Raras tidak tahu apa yang ingin dilakukannya. Begitu melihat sebuah makanan yang banyak, dia menghampiri dan mencoba untuk mencicipi satu persatu dari makanan tersebut.


Disaat Raras sedang asyik, ada seorang wanita yang terkejut setengah mati melihat wajahnya disana, dia adalah Anna.


"Apa yang dilakukan wanita itu disini?"


"Ada apa Anna? apa yang kau lihat?" Ucap temannya Anna bernama Chintiya


"Lihat!" Dia menunjukkan wajah Raras menggunakan jari telunjuknya. "Menurutmu, apa yang harus kita lakukan?"


"Itu Raras? apa aku tidak salah lihat? kenapa wanita kampungan itu ada disini?" Kata Chintiya


"Kau salah Tiya, dia tidak kampungan lagi sekarang"


"Hah maksudmu?"


"Aku kemarin melihat wanita itu memiliki sebuah toko barang branded." Anna melipat kedua tangannya."Aku punya rencana! ikutu aku"


Anna berjalan dan langkahnya diikuti oleh Chintiya.


Mereka menuju kearah Raras berada.


"Yo, lihat siapa yang ada disini" Ucap Anna


Raras begitu mendengar suara itu langsung menatap Anna.


"Apa yang kau lakukan disini?"


"Jangan takut gitu, aku ingin berteman baik denganmu"


Siapa yang takut? pikir Raras


Anna menepuk bahu Raras.


"Temani aku minum yuk Ras, sudah lama kita tidak bersama setelah sekian lama" Ucap Chintiya


"Maaf, aku tidak bisa minum" Tolak Raras

__ADS_1


Chintiya memberikan dengan lembut sebuah cangkir berisi bir. Sebelum dia memberikannya kepada Raras, wanita itu sudah masukkan pil obat tidur.


"Aku tidak bisa terlalu lama disini, aku harus pergi" Kata Raras


__ADS_2