
"Heh,aku tidak menyangka kau menuduhku
dengan cara rendahan" Nada suara Cindy terlihat lemah
"Baiklah keluar!" Teriak Ivan
Cindy tersenyum sinis menatap Raras sementara Raras takut hingga keringat dingin.
"Raras,kau gak dengar kata-kata Tuan Ivan tadi? pergi sana" dengan bangganya Cindy berbicara.
"Kau salah Cindy"
"Apa maksudmu tuan muda Ivan?" Wanita itu mulai takut sedangkan Raras tidak mengerti maksud Ivan
"Yang aku perintahkan untuk keluar itu kau" Ivan mendorong Cindy sekuat tenaga hingga wanita itu terjatuh.
"Sa..saya akan pergi dari sini" Dengan perasaan malu,Cindy pun keluar.
Hening beberapa saat diantara Ivan dan Raras.
"Pasti kau sangat senang kan dengan perkataanku tadi?"Kata Ivan
"Si..siapa yang senang,malahan perkataanmu
tadi jadi merubah moodku"
"Sini" Ivan mengulurkan tangannya kearah Raras.ia bermaksud supaya Raras mendekat padanya.
Raras pun berjalan mendekat kearah Ivan tanpa rasa takut.
"Nah,gini baru benar. bukan seperti kemarin ekspresi dan tubuhmu begitu melihatku seperti naik tiang gantung"
"Jangan meledekku! itu karena kau mengerikan"
"Seperti apa,dibagian mananya aku terlihat mengerikan?" Ivan mendekatkan tubuhnya kearah Raras.wanita itu dengan sergap mundur.
"Segalanya! bahkan hanya mengucapkan satu huruf saja kau terlihat seram"
__ADS_1
"Tuan Ivan ada yang mencarimu dari tadi ia sudah menunggu diluar"
Baru saja Ivan ingin mencium Raras,tapi usahanya gagal akibat rekan kerja yang tiba-tiba datang.
Dasar perusak suasana. batin Ivan
"Aku segera kesana" ia melirik kearah Raras sesaat
kemudian pergi dari ruangan.
Setelah dipastikan ruangan dalam keadaan tertutup Raras sangat senang.
Tidak tau apa yang membuat dia senang.
apakah karena dibela atau alasan lain
Raras kembali melirik kursi yang ada disebelahnya. dia duduk dan tanpa sadar tertidur.
---
sama denganmu.
Ini pertanyaan terakhir yang kuucapkan padamu,apakau kau akanbekerja sama denganku?"
Kata Reynald seorang direktur utama diperusahaan lain.
"Ok sepakat,tapi dengan satu syarat. suruh CEO kalian memberikanku 10% saham. jika kau tidak mau,terpaksa aku menolak"
"Baiklah setuju!"
Reynald pergi dari tempat sedangkan Daniel datang kearah Ivan.
"Benarkah kau mau ambil saham si Reynald itu? menurutku perusahaannya tidak berguna sama sekali"
"Kau meremehkanku?" Tatapan Ivan sangat tajam membuat Daniel takut.
"Tidak kok, kau yang pintar tuan!" Daniel menunjukkan jempolnya kearah Ivan.
__ADS_1
Ivan Putra termasuk dalam orang yang memiliki IQ diatas rata rata.
terdapat 4 orang yang memiliki IQ terbesar didunia salah satunya adalah Ivan.
Segala keputusan yang ia lakukan selalu saja menghasilkan yang terbaik.
tidak diragukan lagi mengapa perusahaannya termasuk dalam perusahaan terkenal dan paling top.
Ivan ingin mengajak Raras pergi kesebuah Restaurant untuk makan.
Makanya ia datang kembali dan melihat keberadaan Raras.
Betapa terkejutnya ia begitu mendapat Raras tertidur dikursi.
Ia pun menggoyangkan tubuh Raras untuk membangunkan wanita itu.
Raras membuka matanya perlahan dan melihat keberadaan Ivan berada didepan mata.
"Ivan,kok kamu ada disini?"
"Seharusnya aku yang tanya.ngapain kau tidur disini?"
"Gak tau,aku baru sadar kalau tidur disini. kamu gak marah kan Ivan.takutnya nanti kamu bertindak sewaktu kita pertama kali bertemu"
Tanpa basa basi mendengar perkataan Raras, ia langsung keintinya"Ayuk keluar" Ivan menarik tangan Raras dengan kuat.
"Ah,Ivan pelam pelan tanganku baru saja keram karena tidur kelamaan dikursi keras itu"
TERIMA KASIH YANG SUDAH BACA KARYA
AUTHOR.
Jangan Lupa Vote dan ramein kolom
komentar agar authornya tambah semangat.
Jangan lupa buat Rate5 juga ya❤💛💚
__ADS_1