Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 42


__ADS_3

Akhirnya sampai dirumah,Raras segera turun dari mobil.Setelah ia turun,Daniel melajukan mobilnya untuk pergi ke sebuah tempat perjanjian Ivan dengan Ronald.


"Tuan,hubunganmu dengan nona Raras


sangat baik ya"


"Tentu saja" Kata Ivan


"Hm,apa tidak takut dengan ibu angkat?"


"Aku percaya dia bisa menjalaninya dengan


baik"


Hm,tuan Ivan masih belum sadar kelakuan


ibu angkatnya.Sampai kapan ia akan menyadari akan hal itu Batin Daniel


"Apa kau sudah mencari apa yang kuminta?"


Tanya Ivan


"Aku selalu siap melakukan apa yang Tuan


suruh.Sudah sangat lama aku mendapat


informasi tentang keluarga Raras.Tinggal


menunggu apakah tuan sudah siap untuk


mendengarnya atau tidak" Kata Daniel sambil tersenyum


"Nanti saja,jika sekarang kau beritahu mood


ku langsung hilang"


"Haha,benar juga ya"


- - -


Raras masuk kedalam rumah,sosok ibu angkat Ivan sudah berada di atas sofa.


Melihat kedatangan Raras ia sangat tidak peduli.


"Selamat Sore bu" Ucap Raras penuh hormat

__ADS_1


"Ambilkan aku secangkir teh"Perintahnya


Bukannya dirumah ini banyak pembantu ya? Kenapa malah menyuruhku. Sudahlah ini juga sebuah kesempatan agar ibu memandang diriku Batin Raras


"Baiklah"


Raras pergi kedapur untuk membuat secangkir teh hangat.Ia membuatnya dengan penuh keberhati-hatian agar tidak terjadi kesalahan.


Setelah selesai,Raras membawa secangkir gelas berisi teh keruang tengah dan memberikannya pada ibu.


"Silahkan diminum bu"


Ibu mengambil dan menyicip sedikit teh itu.


Sebenarnya rasa teh itu tidak buruk,tapi karena dia sangat benci dengan Raras kesempatannya untuk menjelek jelekkan wanita itu.


Dengan marah, Ibu menjatuhkan secangkir teh itu membuat cangkirnya pecah beserta isinya berhamburan.


Raras sangat kecewa,ia yakin dan percaya bahwa teh yang dia buat tidak buruk sama sekali.


"Bisa-bisanya kau membuatkan ku sebuah


teh tidak enak seperti ini?.Membuat teh


aja gak bisa,masih mempunyai nyali menjadi


Raras mengepalkan tangannya.Perlakuan Ibu angkat Ivan sudah melewati batas.


Boleh saja dia membenci Raras,tapi tidak perlu dengan perlakuan yang seperti ini.


Pelayan yang melihat kejadian ini buru-buru mengbil kain lap dan mengelap teh yang baru saja tumpah.


"Berhenti,biarkan nona didepanmu yang


mengelapnya" Pelayan itu ragu-ragu untuk memberikan kain lap pada Raras.Ia sangat tidak tega melakukan hal itu.


"Ta..tapi" Melihat wajah Raras yang tersenyum kearahnya barulah pelayan itu mau memberikan kain lap nya.


Raras membungkukkan kakinya kemudian mengelap sampai bersih tanpa ada sisa noda.


Tidak lupa juga untuk membersihkan beling kaca yang berserakan dimana mana.


Walaupun Raras bukan siapa-siapa,pelayan itu sangat rela dimarahi oleh Ibu angkat Ivan demi melakukan hal itu.


Tapi ia tidak mampu.

__ADS_1


"Buatkan aku yang baru"Kata Ibu


Dasar ibu tua! masih belum puas untuk menggangguku Batin Raras


"Baik"


Raras kedapur untuk membuatkan teh.


Kali ini dia lebih berhati-hati, membuatnya jauh lebih baik dari pada yang tadi.


Mengukur takaran gula sedetail mungkin, tidak lupa juga untuk menyesuaikan seberapa hangat tehnya.


Selesai ia membuat teh itu,Raras pergi dan memberikannya pada Ibu.


"Pergi sana" Ucap ibu


Dengan senang hati Raras pergi,lebih baik dia disuruh pergi dari pada memandang wajah jeleknya ibu.


"Nyonya,jangan terlalu dipikirkan.Maaf ya tadi


aku terpaksa melakukan hal itu,aku sangat


keterlaluan sudah memberikan kain lapnya


padamu" Kata Pelayan yang tadi


"Tidak apa-apa.Aku baik-baik saja,kamu


tidak perlu khawatir"


Ucapan Raras tadi membuat hati pelayan itu kembali tenang.


"Ngomong-ngomong nyonya,Umurmu masih


20 tahun.Apakah tidak kepikiran untuk


melanjutkan kuliah?" Tanya pelayan


"Hehe,aku tidak perlu melakukan hal itu,


yang paling kupikirkan adalah membuat


tuan muda Ivan merasa senang ketika berada


ditekatku.Aku tidak pantas untuk bersekolah

__ADS_1


lagi" Kata Raras


Kasihan sekali nyonya Raras,berani memikul beban dengan sendirinya.aku tidak berani untuk menanyakan alasan nyonya menikahi Tuan.Dari sorot matanya,terlihat sebuah kesedihan yang sangat besar Batin Pelayan


__ADS_2