Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 39


__ADS_3

Setelah Raras memesan taxi online menuju kerumah sakit membutuhkan waktu sekitar 20 menit.


Tak lupa Raras membayar kepada pak sopir.


Raras terburu-buru masuk kedalam rumah sakit untuk menjenguk ibunya.


Batu saja ia membuka pintu tempat ibunya berada,dokter sedang memeriksa keadaan ibunya.


"Dok,bagaimana keadaan ibu saya? apakah


baik-baik saja?" Tanya Raras


"Keadaan ibumu sudah stabil,tunggu


beberapa hari lagi ia akan sadar diri" Kata Dokter


Mendengar ucapan dokter,Raras menarik napas lega.Akhirnya ia bisa tenang juga.


"Dok,tapi kenapa tidak dioperasi langsung?"


Tanya Raras ketika melihat dan mengusap kepala ibunya.


"Tunggu ibumu sadar dulu,karena kondisinya


sudah stabil maka itu tidak masalah"


Kata Dokter dengan senyuman.


"Baiklah,saya pergi dulu ya nona Raras,jika


ada sesuatu katakan padaku"


"Pasti" Kata Raras menampilkan senyum manisnya.


Raras mengambil kursi yang berada di samping ranjang,kemudian menarik kursi itu hingga berada di depan kasur.


Ia duduk dikursi kemudian menidurkan kepalanya diatas perut ibunya sambil menggenggam tangan kanan ibunya.


Ibu,aku sangat merindukan suaramu. Aku merindukan sisi perhatianmu padaku.


Bu,cepat sembuh ya. Cukup melihatmu membuka mata kembali adalah kesenangan terbesarku.


Aku janji,setelah kau pulih akan kurawat baik-baik dari ujung kepala sampai ujung kaki.

__ADS_1


Raras mengingat janjinya pada Ivan, kembali ia mengangkat kepalanya kemudian mencium punggung tangan ibunya.


Wanita itu berdiri dari kursinya untuk meninggalkan ruangan.


Akhirnya ia bisa keluar dari rumah sakit dengan perasaan yang tenang,biasanya jantung Raras selalu hampir mau copot ketika mendengar kondisi ibunya.


"Dokter,aku permisi dulu ya. aku titip ibu


padamu,kepulihan ibu adalah kesenangan


terbesarku" Kata Raras dengan ramah


"Sudah seharusnya aku betindak begitu,Raras


kau sungguh anak yang baik. Saat pertama


kali aku melihat wajahmu seperti menyimpan


banyak kesedihan. Aku harap ibumu cepat


pulih" Kata dokter itu dengan jujur


"Terima kasih, ngomong-ngomong nama


dokter siapa?" Tanya Raras penasaran


"Senang bertemu denganmu dokter Alex.


Aku pergi dulu ya,banyak urusan yang harus


kuurus dengan baik" Kata Raras sambil melambaikan tangannya.


Akhirnya Raras pergi meninggalkan rumah sakit.


Sejujurnya ia jarang sekali masuk kedalam rumah sakit,terakhir kali ia masuk kerumah sakit adalah sewaktu Raras berumur 5 tahun.


Tidak pernah dibayangkan,15 tahun kemudian datang kerumah sakit karena ibu.


Walaupun sudah menaiki taxi untuk pulang kerumah,tetap saja hati Raras tidak tenang.


Takut jika Ivan memarahi dirinya, jadi dja harus memikirkan sebaik mungkin.


Tapi,gak mungkin juga Ivab marah, dihari malam pernikahan mereka pun ia berani untuk marah?.

__ADS_1


Raras sampai ketempat tujuan,dengan cepat ia berlari kearah kamar tidur berada. Baru saja ia masuk,wajah Ivan berada didepan pintu.


"Ivan,aku tidak terlambat bukan?" Tanya Raras


"Besok pagi adalah hari pernikahan kita,


jangan sampai kau kabur"


"Nggak mungkin,tadi bukannya kita sudah


membicarakan hal ini?.Kita kan sudah


berjanji bukankah begitu Ivan?"


Tanya Raras


Mendengar ucapan Raras,pria itu ada perasaan lega.


"Bagus kalau begitu,ayo kita tidur" Katanya sambil berbalik keranjang.


Raras pikir ada suatu hal yang sangat penting untuk mereka bicarakan,ternyata hanya sebuah pertanyaan biasa.


- - -


Dipagi hari yang cerah, Raras terbangun dari tidurnya yang lelap. Karena seorang pelayan masuk kedalam kamarnya dan membangunkan Raras.


"Nona,bangun sudah waktunya anda bersiap siap" Kata sang pelayan sambil menggoyang goyangkan tubuh Raras.


Akhirnya Raras membuka mata,namun karena masih terlalu ngantuk dia memejamkan matanya.


"Sudah jam berapa emang?" Tanya Raras tanpa membuka mata.


"Ini udah jam delapan nona,anda harus


bersiap siap. Aku tidak sabar menantikan


anda memakai sebuah gaun pengantin"


Yang menikah adalah Raras dan yang paling sibuk adalah pembantunya.


Raras duduk diranjang dengan jantungnya berdegub kencang.


Hari yang kunanti-nantikan dari dulu adalah memakai gaun pengantin dan hidup semati oleh orang yang kucintai.

__ADS_1


Tak apalah,hidup seperti ini juga lumayan.


Batin Raras


__ADS_2