
"Kenapa tidak menunggu didalam saja?" Pak Ari mengecilkan suhu AC dan menjalankan mobil dengan laju.
"Aku lebih suka menunggu diluar."
Setelah sekian lama mereka dalam perjalanan, akhirnya sampai juga ketujuan yaitu rumah.
Raras turun dari mobil sedangkan Pak Ari membuka kaca jendela.
"Terima kasih tumpangannya"
"Sama-sama, semoga malammu indah nyonya!" Pak Rai tersenyum licik.
"Dasar! Aku tidak pernah melakukan hal semacam itu!" Kata Raras.
Kenapa hari ini mereka sangat sibuk mengurus hubungan aku dengan Ivan?. Apa mereka adalah tipe orang yang suka mempermasalahkan masalah orang?
Raras masuk kedalam rumahnya. Dia langsung pergi kekamar untuk mandi berendam. Setelah selesai mandi, Raras memakai piyama yang tidak memiliki lengan. Bisa dibilang penampilan Raras kali ini sangat seksi, karena tubuhnya yang bagus dan langsing.
Raras duduk dimeja rias bermaksud untuk mengoleskan hand body diseluruh lengan tangan dan kakinya.
Sewaktu dia mengoles kekakinya, Ivan membuka pintu dan langsung berjalan keranjang. Dia menidurkan tubuhnya diatas ranjang.
"Ada apa denganmu?" Tanya Raras sambil melanjutkan mengoles handbody.
Ivan hanya terdiam, tidak ada suara yang keluar dari mulutnya. Raras mulai melihat Ivan dan sedikit heran.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak menjawab?" Tanyanya
Ada apa dengan pria yang satu ini? Apa dia sudah tidur?
Raras berjalan kearah Ivan berada untuk melihat kondisinya. Wajahnya sangat pucat.
"Ivan, kenapa wajahmu sangat pucat? apa yang terjadi?"
Ivan tetap diam dan memejamkan mata.
"Ayo kita pergi kedokter!" Dengan sangat panik Raras menggoyangkan tubuh suaminya.
"Tidak perlu" Dia tetap memejamkan mata.
"Apa? nanti kau tambah sakit!" Kata Raras dengan panik
"Siapa yang peduli padamu? aku hanya tidak mau mengurusmu!" Pantah Raras
"Sayang, perkataanmu lebih menyakitkan daripada penyakitku!" Kata Ivan
Seketika Raras lupa jika Ivan sedang sakit.
"Aku bawakan air" Sewaktu dia ingin berjalan dan berbalik, tangannya ditahan oleh Ivan.
"Pijitin"
__ADS_1
"Hah? kau bercanda?"
"Aku bilang pijitin yah pijitin!" Kali ini dia serius.
Ada apa dengannya? Bukannya barusan dia bercanda?
"Baiklah, gak usah marah²" Raras naik keatas ranjang dan membuka perlahan baju kemeja Ivan. Tangannya gemetaran, baru kali ini dia melakukan hal ini.
"Kenapa kau membuka bajuku?" Tanya Ivan
Apa aku salah? bukannya sebelum mulai memijit harus buka baju dulu? Batinnya
Ivan menertawakan Raras dengan tidak sengaja. Dia tersadar dari lamunannya dan menatap wajah Ivan.
"Apa yang kau tertawakan?" Tanyanya
"Tidak ada, lanjut pijat" Dia memulaikan memijat Ivan. Baru pertama kalinya Raras memijat orang dan Ivan mengakui bahwa dia pandai dalam hal ini. Tubuhnya yang semula encok dan nyeri merasa nyaman dan perlahan sakit itu seakan-akan hilang dari tubuh Ivan.
Keringat Raras bercucuran hingga berjatuhan. Memijit Ivan membutuhkan tenaga yang kuat supaya terasa.
Setelah beberapa menit barulah Ivan berkata:"Itu sudah cukup"
Raras mengelap keringatnya menggunakan tangan. Meskipun ruangan kamarnya ada AC, entah kenapa dia bisa berkeringat.
Kemudian Raras menutup kembali punggung Ivan.
__ADS_1
Raras melihat wajah Ivan yang sudah berkurang pucatnya. Melihat Ivan yang tertidur dengan gaya seperti itu entah kenapa dia merasa agak beda.
Ingin sekali Raras mencium pipih Ivan, tapi dia ragu-ragu untuk melakukannya. Karena hal itu sangat memalukan.