Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 17


__ADS_3

Raras pergi dari sana menuju ruang atas. wanita itu sangat takut untuk masuk kedalam kamarnya jika ada Ivan didalam.


Setelah sangat lama dia didepan pintu kamar, Raras memutuskan untuk turun tangga dan tiidur disofa.


Emang sofa yang ada dirumah Ivan sangat lembut,bahkan sanking lembutnya sudah seperti kasur tidur.


Dia membaringkan tubuhnya diatas sofa kemudian menghidupkan siaran tv karena belum ngantuk.


Terdapat aktrist terkenal bernama Rose baru saja meninggal sehari yang lalu.


mayatnya ditemukan disebuah hutan yang besar.


Menurut informasi dari para wartawan, kematiannya diakibatkan oleh pemburu menembak kearah kepalanya akibat salah sasaran.


*S*eharusnya pemburu itu menembak rusa yang mencoba kabur.


Raras yang menyaksikan acara tv itu tertawa kecil bagaimana mungkin Ivan memalsukan berita seperti itu.


Ditengah-tengah Raras sangat serius dalam menonton tiba tiba saja televisi mati.


Raras sangat terkejut ketika tv mati tanpa sebab.


Ia membalikkan badannya dan melihat bahwa sosok Ivan berada didepannya sedang berdiri tegak matanya tak lepas memandang Raras.


Ivan mulai menghentakkan kakinya seirama sedangkan Raras mengubah posisi menjadi duduk.

__ADS_1


"Kenapa gak kekamar?"


"Ak..aku takut nanti kamu marah lagi" wajah Raras terlihat ketakutan


"Takut apanya?"


"Bukannya kamu bilang jika tanpa perintahmu jangan mendekat,dan lagi kamu yang bilang kan jangan asal memasuki ruangan disini"


"Benar! tapi jangan bodoh gitu.sudah kau liat sendiri ada lemari pakaian dikamarku berarti aku mengizinkanmu.ikut aku"


"Gak usah deh,aku lebih nyaman disini" Omongan Raras membuat Ivan murka.


"Oh,jadi menurutmu dekat denganku itu gak nyaman?"


"Bu...bukan begitu aku.." Tanpa banyak bicara, Ivan menggendong Raras segera kemudian melangkahkan kaki menuju kamar.


Namun dengan lembut dia membawa Raras kekamar,tidak tau apa yang dia pikirkan saat ini.


Selama perjalanan hanya ada kesunyian.


Ivan menaruh Raras dikasur kemudian berbisik ditelinga Raras." Jangan salting, aku hanya pasrah mendengar celotehmu"


Perkataan Ivan tadi sama sekali tidak membuat sakit hati.


Ivan pasti berpikir bahwa Raras mencintainya,namun kata cinta itu tidak ada dihati Raras.

__ADS_1


Yang ada dia malah sebaliknya, sangatm embenci Ivan.


"Wajahmu kenapa biasa aja gitu,tumben gak takut samaku"


"Takutnya nanti kamu cekik aku lagi makanya gak ngeluh." Baru kali ini dia mendengar Raras menjawab dengan cepat dan mudah


Tanpa bicara banyak,Ivan pergi keranjang dan tidur sedangkan Raras masih memerhatikan cowok itu.


*M*ungkin cowok itu sedang tidak mood atau bosan mempermainkanku.siapa suruh suka main wanita..


Raras menaikkan bahunya akibat tidak mengerti sikap Ivan hari ini.


dia pun mema


tikan lampu kemudian tidur disebelah Ivan.


mungkin Ivan habis tenaga batin Raras.


Baru saja Raras mau menarik selimut,Ivan sudah menarik tangan wanita itu hingga tubuh mereka sangat berdekatan.


Raras sangat malu pipinya seperti buah persik sangat merah merona.


Dia menahan agar bajunya tidak dirobek lagi oleh Ivan seperti perbuatannya pertama kali bertemu, pria itu menyaksikan perbuatan Raras hanya tersenyum tipis.


"Tidur!" Perintah Ivan kemudian dia memeluk pinggangnya Raras.

__ADS_1


mungkin menurut pria itu ini adalah tindakan yang biasa aja,tapi Raras dari tadi sangat tidak nyaman ketika Ivan memeluknya sambil tidur.


Wanita itu ingin sekali melepas pelukannya dari Ivan tapi ia sangat takut terpaksa Raras menutup mata dan mencoba untuk tidur.


__ADS_2