
Diawal cetita sudah dijelaskan dalam sinopsis bahwa Ivan memiliki penyakit bernama Insomnia( susah tidur/mimipi buruk)
Raras semakin bingung dan tidak mengerti apa yang terjadi dengan Ivan.
Baru kali ini ia mendapati pria itu lemah biasanya dia gagah dan perkasa,mampu membuat segala orang yang mendekat kearahnya merinding.
Mungkin dia mimpi buruk Gumam Raras
Wanita itu segera pergi kedapur untuk mengambil secangkir gelas berisi air putih
kemudian menaiki anak tangga secepat kilat dan memberikan pada Ivan.
"Ivan minum dulu"
"KELUAR!"
Raras semakin takut,tengah malam begini Ivan teriak seperti dirasuki setan.
Namun wanita itu memberanikan diri karena tidak menginginkan Ivan bersifat aneh.
Dengan enggan Raras memasuki air kemulutnya kemudian mendekatkan mulutnya kearah bibir Ivan.
Wanita itu menyalurkan air dari mulutnya kemulut Ivan.
Akhirnya selesai,Ivan yang tadi wajahnya sangat ketakutan dan menggigil sekarang berubah menjadi dingin.
Kini Raras yang berada disampingnya tidak tau mau berkata apa.
"S..sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Raras penasaran
Namun pria itu masih dalam lamunannya tidak tau apa yang dia pikirkan.
Ingin sekali Raras pergi dari kamar itu, perasaannya dengan Ivan kini sangat canggung.
Tidak sadar,Ivan menatap wajah Raras dalam-dalam.
Wajahnya sangat terkejut begitu melihat wajah Raras ada tepat didepan matanya.
Kenapa wajahnya aneh? Batin Raras
"Raras!"
Ivan memegang tangan Raras hingga wanita itu berada dipangkuannya.
"A..ada apa Ivan.aku ngantuk mau tidur"
"Kelak jangan coba-coba untuk kabur atau
__ADS_1
meninggalkanku"
Raras semakin tidak mengerti,pelukan Ivan sangat erat.tidak ada ruang baginya untuk bernafas.
Tapi,terlihat dari sorot matanya bahwa Pria itu mimpi buruk.
"Kenapa?" Tanya Raras
"Kalau kau kabur dariku,aku pastikan
keluarga dan keturunanmu semua habis
ditanganku! mengerti?"
"A..aku tau"
Wajah Ivan kini tersenyum kembali dan mengelus-elus kepala Raras layaknya seperti anak kecil.
"Hmm,bagus"
"Aku mau tidur" rengek Raras
Tidak sadar jarum jam pendek mengarahkan
angka 1.Raras pergi dari pangkuan Ivan kemudian menarik selimut keseluruh tubuh kecuali bagian kepala dan tidur membelakangi Ivan.
- - -
Pagi pun tiba
Raras membuka matanya perlahan, ia melihat kearah belakang ternyata Ivan masih tertidur.
Sewaktu ia tertidur wajahnya berbeda dengan biasanya yang sangat kejam dan dingin.
Wajahnya ketika tidur terlihat lebih tampan.
kini wajah Raras sangat berdekatan dengan Ivan.
Ia menyentuh pelan pipih Ivan sambil tersenyum kecil,baru mengingat kejadian tadi malam sewaktu Ivan menampakkan wajah aneh.
Raras pikir itu hanya mimpi.
Secara tiba-tiba Ivan membuka kedua matanya saat Raras sedang menatap lembut pria itu.
"Kau ngapain?"
"A..aku tidak ada.hanya mengingat kejadian
__ADS_1
yang tadi malam.itu.. kalau aku boleh tau
apa yang terjadi denganmu?"
"Heh,kau gak perlu tau.yang perlu kau
lakukan hanya melayaniku"
Dengan cepat Raras menunjukkan wajah malas.ia beranjak dari ranjang hendak keluar dari pintu kamar.
"Ivan aku siapin sarapan dulu.kamu mandi
saja"
Raras pergi kedapur untuk memasak sebuah sarapan.tidak tau juga apa yang mau dimasak oleh Raras.
Pertama tama,ia ingin membuka kulkas.
makanan didalam kulkas jumlahnya tinggal sedikit.
"Nona maaf,bahan makanannya tidak sempat.
saya beli kemarin saya akan segera pergi
membelinya" Kata pelayan yang barusan menghampiri Raras
"Gak perlu bi,aku saja yang beli bahan
makanannya.kebetulan aku sudah lama
tidak pergi belanja"
"Terima kasih Nona Raras,berkat anda saya
jadi terbantu. emang Nona sangat cocok
dengan tuan kami!"
Raras mengabaikan kata pelayan itu, segera ia mengambil roti sandwich dikulkas.
Kemudian ia mengambil isi dari sandwich yakni keju,mentimun,saus tomat,selada dan lain-lain yang biasanya tercantum dalam sandwich.
Segera Raras membawa itu semua kemeja dan membuat sandwich.
Bisa dibilang masakan Raras sangat lezat, tidak heran ia pernah mengikuti lomba tata boga sewaktu ia SMA dan meraih juara pertama.
Sewaktu ia membuat Sandwich yang ke 2, dari belakang Ivan memeluk pinggang Raras dan meletakkan dagunya diatas pundak Raras.
__ADS_1
Wanita itu sangat terkejut hingga pipinya memerah,para pelayan yang melihat kearah Ivan dan Raras juga ikut terkejut menyaksikan pebuatan Ivan yang terang terangan.