
Sampailah diperusahaan milik Ivan. benar-benar layak menjadi perusahaan nomor satu dari luar saja sudah terlihat sangat mewah.
Tingginya perusahaan itu membuat Raras memandang hingga mengangkat kepalanya.
"Wah.. kereen" Raras sangat takjub menatap perusahaan milik Ivan.
Ivan yang mendengar perkataan Raras kini menatap wanita itu." Dasar udik!" Kemudian pergi melangkahkan kaki meninggalkan Raras dan Daniel.
Begitu Ivan melangkah kaki,Raras mengikutinya dari belakang.
Daniel tertawa kecil melihat dan mendengarkan apa yang tuan mudanya lakukan.
Ivan yang tidak pernah peduli akan kritik dan saran dari orang lain,malah membalasnya jika itu dengan Raras.
"Selamat pagi tuan muda" Karyawan Ivan menyapanya saat melihat pria itu muncul disana.
Namun mereka pada bingung, wanita yang ada dibelakangnya terlihat asing.
Perempuan yang diajak oleh Ivan kekantor itu biasanya tidak sembarang.
Tunggu benar-benar Ivan sangat tertarik barulah Ivan mengajak wanita untuk datang kekantor.
Tapi hari ini berbeda,Raras terlihat tidak menarik dimata mereka.
"Kau duduk disana aja jangan ganggu aku" Ivan duduk dikursi kantornya kemudian memulaikan pekerjaan.
Faedahnya aku diajak kesini apa batin Raras
Raras belum pergi dari hadapan Ivan,karena dia melihat sebuah kertas berisi desain.
Desain itu mirip sekali seperti alat mata-mata.
ia memberanikan diri untuk mengambil kertas dan melihat.
Tertulis dibagian bawah kertas yaitu Karya Robert Hans.membaca namanya Raras merasa pernah mendengar nama itu.
"Ivan Ivan,Ini desain alat mata-mata yang akan muncul tahun ini? wah keren banget. gak kusangka bahkan seorang Robert Hans bekerja sama dengan perusahaanmu"
"Kau kenal Robert?" Tanya Ivan
__ADS_1
"Tentu saja, sewaktu ia masih belum terkenal
berteman dengan ayahku.tiap akhir pekan
ia mengunjungi rumahku.tapi karena
ayahku tidak ada lagi Robert gak pernah
datang."
"Kenapa tanya begitu?"
Kembali Ivan tersadar dari lamunannya.
"Tidak ada,aku ada urusan kau jangan
kemana-mana.awas aja kabur"
Ivan mengangkat kaki dari tempat kemudian berjalan keluar.
"Daniel,coba kau cari informasi mengenai Raras secepatnya.sekecil apapun itu"
uang itu?"
"Tidak,menurutku wanita itu tidak asing.
bagaimana mungkin dia pernah bertemu
Robert."
"Apa?. jadi gadis kecil yang diceritakan oleh
Robert dulu itu si Raras?"
"Aku masih belum tau.kau cek dulu"
---
Raras sangat bosan,hanya ia sendiri yang berada didalam ruangan.Raras hanya bisa menunggu agar Ivan datang secepatnya.
__ADS_1
Seorang wanita masuk kedalam ruangan, wajahnya benar-benar cantik membawa secangkir kopi.
dia melirik Raras kemudian memalingkan wajah.
Ia meletakkan cangkir diatas meja.
"Kau.. wanitanya tuan Ivan?" Perempuan itu mengatas bawahkan bola matanya. tampilan Raras kini membuat dia merendahkan Raras.
"Iya,emang kenapa?"
"Tidak ada,aku hanya memperingatkan
padamu jangan banyak berharap.wanita
tuan itu jumlahnya sangat banyak,jangankan
kau aku saja tidak bisa"
"Heh,kau salah.dirimu tidak menarik sama
sekali.jika dirimu itu menarik,kenapa Ivan
mempekerjakanmu hanya sebagai
pengantar kopi?" Raras karena emosi, terpaksa membuat perempuan itu sadar diri.
"Apa kau bilang, dasar murahan!" Perempuan itu menampar pipi Raras dengan kuat hingga membekas.
"Ada apa ini?" Ivan tidak sengaja mendengar sedikit percakapan mereka.wajahnya benar-benar mengerikan.
Raras dan perempuan itu sangat kaget. kehadirannya Ivan membuat mereka jantungan setengah mati.
"Tuan Ivan,lihat dia mengolok-olokku."
Perempuan itu mendekat kearah Ivan dan aktingnya dimulai.
"Benarkah apa yang dikatakan Cindy?"
"Dia berbohong! dia sendiri yang datang dan menghinaku.aku hanya memberikan pelajaran padanya"
__ADS_1