
Ivan melepaskan tangannya dari Raras kemudian tetap berjalan kedepan sementara Raras mengikuti dari belakang arah Ivan akan pergi
"Kita kamu kemana Ivan?"
"Ikuti aja gak usah banyak tanya!" Ivan pergi kearah mobilnya diparkirkan. ia membukakan pintu untuk Raras.
"Masuk" Raras masuk kedalam mobilnya kemudian Ivan masuk dan mulai menghidupkan mesin.
Sepanjang perjalanan hanya ada keheningan Raras yang sibuk menatap kearah kaca untuk melihat pemandangan sedangkan Ivan fokus dengan setirannya.
Akhirnya sampai ditujuan, mereka pun memasuki restaurant disambut hangat oleh pelayan.
"Selamat datang tuan Ivan dan nona. sesuai
dengan yang anda minta saya sudah
mengosongkan tempat ini. jadi kalian bisa
dengan tenang makan. semoga kalian suka"
Tanpa mendengar omongan dari sipelayan, Ivan menarik tangan Raras kemudian masuk kedalam restaurant itu.
Benar-benar sangat mewah, bahkan Raras tidak bisa mengungkapkannya dengan kata-kata.
"Ivan,kamu ya yang sewa restaurant ini?" Tanya Raras setelah mereka duduk dikursi.
"Iya,kenapa? kau gak suka" Raras menggeleng gelengkan kepalanya pertanda tidak.
"Bukan,kan sayang uangnya"
"Kan aku kaya" Senyum sinis Ivan membuat Raras memalingkan muka.
Pelayan datang menghidangkan makanan spesial.
benar-benar restaurant kelas atas mangkuk supnya aja terlihat mahal dan elite.
makanan spesial yang ada direstaurant ini diantaranya ayam panggang,kepiting rebus, sop sayur,buah-buahan dan sebagainya.
__ADS_1
"Kalau makan pelan-pelan,wajahmu terlihat
jelek" Saat makan tadi,ternyata Ivan diam-diam memerhatiin Raras. begitu jeleknya wajah Raras saat makan membuat Ivan jengkel hingga menatapnya lama.
"Dah tau jelek masih diliatin" Pungkas Raras. wajahnya berubah kembali menjadi dingin.
"Hari ini kau sangat berbeda"
"Beda apanya" Kata Raras kemudian melanjutkan makan
"Tadi pagi kau bersikap manis padaku, tadi
siang kau sengaja cari perhatian dan
sekarang sama aja.sampai kapan kau mau
berpura-pura dihadapanku"
Raras benar-benar tidak terima akan ucapan Ivan.perkataannya membuat Raras sakit hati.
dalam hati Ivan tentu saja mengatakan bahwa Raras adalah wanita murahan.
dekat padaku? cih,dasar wanita!"
Kali ini,Raras sangat muak.ia tidak tahan lagi untuk mendengar perkataannya Ivan.
Raras saking marahnya memukul meja dan berdiri ditempat.
Ivan yang menyaksikan akan hal ini sangat sangat terkejut hingga membulatkan matanya.
"Kau pikir aku sama dengan wanita-wanita
mu!kau dengar ya! walaupun aku
mendekatimu karena uang pasti hal
berguna. dimatamu ini pasti berpikir aku ini
__ADS_1
rendahan iya kan?"
Kembali tersadar,Ivan ikut emosi akan tindakan Raras.baru kali ini ia teriak-teriak dan membantah dengan kasar.
ia pun memukul meja sangat kuat.
para pelayan yang menyaksikan akan hal ini hanya diam saja dan perasaan takut menghantui mereka.
"Berani sekali kau membentakku! kau itu cuman barang mainanku terserah aku mau nganggap kau itu apa. mau itu pembantu atau murahan sekalipun emang aku peduli"
Perkataan Ivan behasil membuat ruangan menjadi sunyi dan sepi.
Raras sangat takut hingga meneteskan air matanya tanpa memandang Ivan.
ia benar-benar tidak pikir panjang,akhirnya Raras menyesal mengatakan hal tadi.
"Kenapa diam? bukannya tadi kau berani padaku?" nada Ivan kali ini sangat kejam dari pada yang biasanya.dari tadi Raras hanya mematung dan menundukkan kepalanya.
"Maaf Ivan,aku tidak.."
"KELUAR!" emosi Ivan sungguh tak terkendali
"Ivan,aku benar-benar minta maaf" Raras masih saja belum menghentikan tangisnya. kini air matanya bercucuran kemana-mana.
"KALAU KAU BELUM KELUAR JUGA AKU
PASTIKAN HIDUPMU BERAKHIR DITEMPAT
INI!"
Raras akhirnya berlari dan keluar.dadanya benar-benar sakit.
tidak tau apa alasan ia menangis apakah karena Ivan membentaknya atau yang lain.
ia berlari sejauh jauhnya tidak tau arah dan sudah sejauh mana jaraknya dari restaurant menuju keberadaannya sekarang.
Ivan membisu ditempat,ia tidak menyangka bahwa wanita penurut seperti Raras malah menaklukan hatinya.
__ADS_1
pikirannya benar-benar terisi oleh Raras, tidak tau kenapa ada perasaan seperti ini.
wanita yang ia kenal polos selama ini ternyata punya keberanian yang cukup tinggi.