Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
Bab 50


__ADS_3

Pelayan meletakkan makanan ringan diatas meja, Raras menikmati makanan tersebut hingga tidak tersisa.


" Nyoya sudah mendapatkan pekerjaan yang anda mau? " Tanya pelayan saat Raras meminum air putih.


" Belum, kemarin ada masalah jadinya aku tidak sempat. Aku mau pergi dulu "


" Semangat ya Nona, hati - hati dijalan "


" Terima kasih bi " Akhirnya Raras pergi keluar ruangan.


Dia melihat kearah depan, sudah ada mobil yang menunggunya didepan rumah.


Mobilnya bagus sekali


Raras memasuki mobil itu


" Selamat pagi nyonya, mau pergi kemana? "


" Kerumah sakit " Raras menutup pintu mobil kemudian supirnya mulai mengemudi mobil dengan cepat.

__ADS_1


Wajah pria itu seperti masih muda, walaupun dia hanya seorang supir tapi wajahnya sangat tampan. Bisa dibilang sebanding dengan aktor terkenal. Tatapan Raras dibalas balik oleh pria itu dari kaca spion mobil, wajah senyumnya membuat jantung Raras seketika berdegub kencang.


" Ngomong - ngomong nyonya Raras mempunyai hubungan baik dengan tuan Ivan ya? "


" Ya "


" Oh, bagus kalau begitu. Sepertinya tuan Ivan hanya menunjukkan keramahannya pada anda. Saya sudah yakin "


" Apa yang membuatmu begitu yakin "


" Saya sudah sangat kenal suami nyonya, dulu sebelum menikah dia mempunyai banyak hubungan dengan wanita bahkan sering masuk berita atau koran. Tapi, akhir - akhir ini para wartawan masih mencari mengapa tuan Ivan tidak pernah ada berita dengan wanita lain " Kata supir itu panjang lebar.


" Ya, hubungan kami dijaga ketat oleh orangnya Ivan, aku percaya walaupun sudah mempunyai supir pribadi dia menyuruh orang lain untuk tetap menjagaku " Meskipun Raras tidak terlalu yakin, tapi dia percaya bahwa hal itu terjadi.


" Tunggu aku disini ya " Raras membuka pintu mobil dan segera pergi kegedung rumah sakit.


Sampailah dia didepan pintu dimana tempat ibunya dirawat. Ada seorang dokter yang menghalangi Raras untuk masuk kedalam, yaitu dokter yang sering merawat ibunya.


" Raras, aku memiliki kabar baik. Ibumu telah sadarkan diri sejam yang lalu. Maaf tidak bisa menelponmu, tadi ibumu melarangku untuk melakukannya " Wajahnya seketika cemerlang, walaupun dia mendengar bahwa ibunya tidak membiarkan dokter menelponnya.

__ADS_1


" Benarkah?, terima kasih atas kerja kerasmu" Raras menundukkan kepalanya sekejap "Aku mau masuk dulu "


Dia memegang gagang pintu dan masuk kedalam ruangan, melihat ibunya yang sedang terbaring sambil membuka mata adalah sebuah kesenangan yang nyata.


" Ibu, aku datang " Raras memajukan langkah kakinya.


Perlahan ibunya melihat putrinya "Eh, Ra..Raras? Apa itu kau? "


" Ya ini aku bu, apa kau tau aku sangat merindukanmu bahkan aku tidak tau bagaimana caranya agar perasaanku kembali normal " Ibunya tersenyum ketika Raras memeluknya erat. Air matanya mengalir, menandakan sebuah kerinduan yang selama ini dia pendam sendiri tanpa orang lain tahu.


" Sayang, ada sesuatu hal yang ingin ibu sampaikan padamu " Ucapan ibunya membuat Raras memberhentikan pelukan itu dan menghapus air matanya.


" Apa itu bu? " Ibunya seperti memikirkan sangat matang.


" Ini masalah yang sangat serius, bahkan ibu selalu menyimpan rahasia ini rapat - rapat darimu. Sepertinya ibu tidak akan memberitahukan padamu " Ibunya tau hidupnya tidak akan lama lagi, dengan penyakit dan umurnya tentu saja dia tidak sanggup untuk menahan sakitnya.


" Bu, aku sangat penasaran "


" Mendingan kau tidak perlu tau sayang. Ibu takut, kau akan membenci ibu " Ibunya mengelus lembut kepala Raras.

__ADS_1


" Walaupun aku sangat penasaran, aku akan menghargai dan tidak mendesak ibu. Jika ibu sudah siap untuk memberitahukan padaku maka aku akan siap mendengarnya, apapun yang ibu katakan tidak akan membuatku membenci ibu "


Ingin sekali ibu Raras menangis, ketika mendengar berita buruk yang akan dia sampaikan kepada Raras, dia tidak akan tega melihat putrinya terpuruk dalam kesedihan.


__ADS_2