
Di sebuah gudang yang besar dan pengap,Raras terbangun dari tidurnya yang cukup lama. ia sangat terkejut ketika melihat dirinya berada di sebuah tempat yang aneh.
Melihat sekeliling tempat ini,tidak ada orang sama sekali membuat jantungnya berdetak tidak normal.
Apa yang terjadi?, kenapa aku tidak bisa mengingatnya?.
''Hai cantik'' Tiba - tiba seorang pria muncul dari pintu yang berada didepan Raras. Wajahnya tersenyum ketika meihat tubuh Raras terseliimuti oleh rasa takut.
''Siapa kau? kenapa aku berada disini?"
''Jangan marah dulu dong aku hanya ingin berteman dengan istri Ivan''
Istri Ivan? jika dia tahu kalau aku adalah istrinya Ivan kenapa pria ini tidak takut menculikku?, apakah posisinya lebih besar dibandingkan Ivan?
Kesunyian sementara terjadi diruangan ini. Raras tidak tahu mau berkata apa ia hanya sibuk untuk memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari tempat yang menurutnya neraka ini.
Sedangkan pria itu jongkok didepan Raras, matanya tidak lepas dari jam tangan yang berada ditangannya.
''Tenang saja,sebentar lagi suamimu akan datang menjemputmu'' Senyuman mengerikan itu muncul lagi dari wajah pria asing.
Raras menelan ludahnya dengan enggan, apa yang dipikirkan pria itu ia tidak bisa tebak. Yang jelas sikapnya sangat aneh.
''Kenapa kau bisa tau Ivan akan menolongku?''
''Karena...''
Wajah Raras sangat terlihat jika ia penasaran.
''Mau tau?''
Sikap pria itu benar - benar membuat Raras jengkel. Tidak terpikirkan olehnya pria itu bisa bercanda.
''Iya'' Jawab Raras dengan santai
''Jawab sendiri''
__ADS_1
Sudah diduga, tidak mungkin dia akan memberitahukannya.
BRAK
Suara tendangan berasal dari pintu depan membuat Raras terkejut hingga mendongakkan kepalanya. Sedangkan pria itu masih bersikap santai dan tersenyum licik, perlahan ia membalikkan badannya.
Ia tidak percaya!, orang yang berada didepan pintu adalah bukan target utama.
''Reynald ?''
''siapa kau ?'' Tanya pria yang berada didepan Raras
''Heh, kau tidak perlu mengenal diriku''
''Reynald, kenapa kau ada disini?" Tanya Raras penasaran
''Untuk menyelamatkanmu sayang''
Pria yang berada didepan Raras berdiri dan menghampiri Reynald. Kenapa bisa lokasinya ditemukan oleh orang luar? padahal ini adalah lokasi yang jarang sekali manusia datangi.
''Kau bukan tandinganku, menyerahlah sebelum kau berakhir dikuburan''
Perkataan pria itu membuat Reynald marah, dengan sangat tiba - tiba pertarungan ini dimulai. Raras tampak sangat takut dia mempunyai sebuah ide. Inilah kesempatan Raras mencari cara meepaskan tali yang melekat dikedua tangannya.
Terpaksa Raras menggigit tali itu dengan kuat, namun tali itu lebih kuat dari pada gigitannya.
''Sekali lagi aku katakan mundur sebelum mati''
Tampaknya mereka berdua sudah bertarung agak lama, lumayan banyak luka dan darah mengalir dari tubuh mereka.
''Seharusnya perkataan itu tertuju padamu!'' Kata Reynald dengan sombong.
- - -
Sialan, kenapa wanita itu selalu bernasib buruk?.
__ADS_1
Ivan mengendarai mobil balapnya ugal - ugalan, dia sangat panik jika memikirkan apa yang terjadi dengan Raras. Berusaha ia tetap fokus pada tujuan utamanya dan berharap agar Raras berhasil terselamatkan.
Akhirnya ia sampai ketempat tujuan, mobilnya sudah berada didepan gedung itu. Ivan sontak kage melihat banyak penjaga yang pingsan didepan pintu.
Apakah ada orang yang lebih duluan menolong Raras? Apa ini pikiranku saja?
Ivan sangat terkejut melihat hal yang terjadi didepan mata, kenapa adegan ini membuatnya emosi?.
''Ronald?'' Seketika mereka bertiga menatap Ivan. Wajahnya benar - benar dingin, dia menghampiri temannya dengan perasaan campur aduk.
''Jangan marah dulu bos, usir dulu pria tak diundang ini''
Ivan dengan sigap ingin memukul kepala Ronald,ternyata dialah orang yang mencuri Raras. Tidak menyangka, kenapa bisa Ronald bertindak melewati batas.
'' I...Ivan?, kau mengenal pria aneh itu?''
Ivan menoleh dari mana asal suara itu berada, dengan cepat ia mendatangi Raras kemudian memeluknya.
''Ivan,aku takut. Tolong bukain ikatan ini''
Tanpa berbicara, Ivan membuka ikatan tali yang melekat ditangan Raras. Sementara Reynald hanya diam mematung.
''Ivan, jangan marah dulu aku hanya ingin mengetes seberapa cintanya kau dengan istrimu. Tak kusangka...''
''Keluar'' Wajah Ivan berubah menjadi dingin sedangkan Reynald tidak tau mau melakukan hal apa selain membatu.
Tidak menyangka, kenapa melihat mantan kekasihnya bersama dengan pria lain membuatnya sakit hati.
''Ivan, aku tidak mau kejadian ini terulang lagi, kenapa masalahmu dan temanmu itu melibatkanku?''
Ivan hanya tersenyum dan menatap wajah Raras.
''Kenapa kau menatapku?, apa kau..''
Sebuah kecupan romantis mendarat kebibir Raras. Wanita itu membulatkan matanya tidak percaya.
__ADS_1
Apakah hal ini sengaja dilakukan Ivan umtuk membuat Reynald cemburu ia tidak tahu, yang sekarang ia lakukan hanyalah menikmati.