Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
BAB 68


__ADS_3

"Dasar bodoh!, aku pikir selama ini kamu udah berubah. Huhu... sepertinya disini aku yang bodoh telah mempercayai kamu" Raras tidak tahan ingin memaki seorang Ivan. Apalagi mendapati pria itu yang dengan santainya memaki ibunya sendiri.


"Raras dengarkan aku, ini hanya kesalahpahaman. Demi menyuruhku untuk menceraikanmu dia rela melakukan apa saja" Ivan terpaksa berbohong pada istrinya, sudah pasti beralasan karena ingin menjaga hati Raras. Selama ini ibunya yang paling ia cintai dan ia sayangi, tidak mungkin Ivan dengan mulut embernya membeberkan masalah ini kepada Raras, justru itu akan membuatnya lebih sakit lagi.


Kesalah pahaman apanya? disaat seperti ini kau masih bisa membela diri sendiri? batinnya


Kesunyian terjadi diruangan itu, Ivan yang duduk dikursi kantornya sambil menghisap puntum rokok dan memalingkan wajahnya kearah kaca jendela sedangkan Raras bediri disamping Ivan sedang mengelap air matanya dengan tatapan kosong.


20 menit berlalu, tidak ada yang membukakan suara. Raras yang dari tadi berdiri sudah merasakan nyeri diseluruh bagian kakinya. Ingin sekali dia pergi dari tempat ini meninggalkan Ivan, tapi karena ada perasaan takut terpaksa Raras menunggu sampai Ivan membukakan suara.


Sampai kapan aku harus berdiri disini. Ayolah.. Ivan berbicara sepatah katapun atau tidak siapapun tolong masuk keruangan ini.


10 menit berlalu, ruangan itu menjadi semakin hening dan sepi. Raras sudah tidak tahan lagi, dia juga tidak mengerti Ivan dengan sifatnya yang sombong dan tamak itu juga bisa terdiam seperti ini. Entah apa yang membuatnya terdiam Raras juga tidak tahu.


"Kenapa diam saja?" Kata Ivan tanpa memandang wajah Raras.


"Masih mau membela diri sendiri?"


Bahkan disaat yang tepat Raras kehabisan kata-kata untuk berbicara dengan Ivan. Yang biasanya dia berbicara dengan mudah pada Ivan, entah kenapa mulutnya susah berbicara.


"Maafin aku. Emosiku tidak terkontrol jika itu ada hubungannya dengan ibu. Jadi.."


Pintu terbuka lebar setelah orang itu mengetuk pintu.


"Permisi tuan" Ucapannya Daniel terputus ketika melihat suasana yang sangat canggung.


"Maaf apa saya mengganggu?"


"Tidak" Jawab Ivan singkat


Daniel berjalan mendekati meja Ivan. "Tuan, tiga puluh menit lagi rapat akan dimulai. Jangan sampai terlambat ya, ini adalah rapat yang sangat penting" Daniel sepertinya sudah tahu, jika ada masalah yang berkaitan dengan Raras, sudah pasti Ivan nekat untuk tidak mengikuti rapat.

__ADS_1


"Maaf saya sudah mengganggu pekerjaan kalian. Saya permisi dulu" Raras membungkukkan badannya dan pergi tanpa ada sahutan dari Daniel maupun Ivan.


Diperjalanan Raras semakin bingung dengan dirinya sendiri, orang seperti Ivan yang songong dan juga tamak aja disukai. Padahal ada lelaki lain yang mencintainya apa adanya. Dan juga, perasaan ini adalah perasaan yang baru, selama dia pacaran dengan Reynald tidak pernah dia merasakan perasaan seserius ini.


Dimalam hari yang sepi dan sunyi, Raras memasak makanan yang sangat spesial. Semoga saja kemarahan Ivan kepadaku reda setelah mencicipi masakan yang kubuat pikirnya.


Semua yang dia masak adalah menu masakan yang spesial. Raras menata segala jenis masakan yang dia masak dengan rapi diatas meja makan. Ketika semua sudah tertata rapi, Raras duduk dikursi tinggal menunggu suaminya untuk makan bersama.


Sudah satu jam dia menunggu, Ivan masih belum datang juga.


Duh, Ivan dimana sih. Makanannya udah dingin nih, apa aku panasin dulu makanannya? takutnya dia marah lagi karena masakanku udah dingin. Batinnya


Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Raras berencana untuk mengirim pesan kepada Ivan. Ini adalah salah satu cara yang baik agar Ivan mengetahui jika dirinya telah menunggu.


Dia mengambil ponsel yang berada diatas meja dan mencari kontak Ivan.


"Sayang, aku sudah masak makanan kesukaanmu, datang untuk makan malam bersamaku" Terkirim


Apa kata-kata ini terlalu mengerikan ya? Tapi bagaimanapun kata-katanya sudah terkirim jadi tidak bisa deh. Raras mendenguh kesal dan bersemangat untuk menunggu kedatangan Ivan.


"Tuan Ivan, barusan ada pesan dari nyonya Raras. Dia bilang sudah memasak makanan untukmu jadi datanglah" Daniel mendatangi Ivan yang sedang bersantai sambil meminum wine begitu ponselnya Ivan yang berada disakunya berdering.


"Hemm"


"Apa tuan perlu membalas pesan ini atau dibiarkan saja?" Tanyanya


Tidak ada suara dari Ivan membuat Daniel sangat jengkel dan terpaksa menunggu. Bukankah sangat tidak sopan jika dia pergi dari sana.


"Aku mau pulang, jam berapa ini?" Tanyanya kepada Daniel


Daniel langsung siap siaga melirik kearah jam yang berada diponsel tuannya."Udah tengah malam tuan"

__ADS_1


Ivan sangat terkejut mendengar perkataan Daniel. Dia tahu dengan keadaan yang seperti ini sudah pasti Raras akan meminta maaf padanya. Tapi, perencanaannya ingin melihat perminta maafan yang keluar dari mulut Raras larut malam berubah jadi tengah malam.


"Jas, berikan jas itu kepadaku" Ivan yang daritadi hanya memakai kemeja putih menyuruh Daniel untuk mengambil kemejanya yang berada dikursi sebelah Danie.


"Baik tuan muda" Daniel mengambil jas hitam milik Ivan dengan sigap dan memberikannya kepada tuan Ivan.


"Kau pulang saja, besok jangan telat datang" Kata Ivan sambil berjalan keluar gedung Red Kiss.


"Terima kasih tuan muda" Daniel menundukkan kepalanya kemudian mendenguh secara halus.


Akhirnya pekerjaanku sudah selesai. Lelahnya.. batinnya


Begitu dijalan menuju pulang kerumah, otak Ivan terkuras habis memikirkan kebodohannya yang hakiki. Entah kenapa dia malah melewatkan kesempatan penting, yaitu ucapan maaf yang keluar dari mulut Raras. Dia berpikir Raras sudah pasti tertidur dengan pulas.


Sesampainya dirumah, Ivan melihat sekeliling rumahnya. Lampu ruang tamu masih menyala begitu juga sewaktu dia ingin menaiki tangga, ruangan disebelah tangga yaitu dapur juga menyala.


Dia masuk kedalam dan terkejut melihat hal yang disaksikan oleh matanya.


"Dasar bodoh, malah tidur disini" Ucapnya dengan nada suara yang pelan ketika mendapati Raras yang tidur terlelap dan meniduri kepalanya dimeja makan.


Ivan datang mendekati Raras dan mengelus pelan kepalanya. Wajah imut Raras terpancarkan saat dia tertidur hingga membuat Ivan sampai mengelus kepalanya segala.


"Eh, Ivan kamu sudah datang" Ternyata Raras masih belum tertidur pias. Dia bisa merasakan dengan jelas ada sebuah sentuhan lembut dikepalanya. Itulah yang membuat dirinya terbangun.


Ivan yang menyadari Raras terbangun langsung menyimpan tangannya kebelakang. Raras langsung berdiri dan membuat raut muka yang sedih sama seperti hatinya yang selalu merasa bersalah.


"Maafkan aku" Dia menundukkan kepalanya


"Sebenarnya tadi aku membuat makanan kesukaanmu, tapi maaf makanannya sudah dingin. Apa perlu aku.."


Ivan langsung berjalan kearah Raras dan mengusap kepalanya dengan lembut.

__ADS_1


"Jangan meminta maaf padaku" Raras melihat wajah Ivan yang memandangnya dengan pandangan lain berbeda dengan pandangan yang tadi.


"Seharusnya aku yang meminta maaf padamu" Dia tersenyum


__ADS_2