
Naya meninggalkan Raras seorang diri kemudian berjalan keluar ruangan,tak disangka didepan pintu masuk terlihat pria yang sangat tampan,yaitu Ivan bersama dengan banyaknya pengawal.
Para wanita yang menatapnya tergila-gila dan bergosip betapa tampannya Ivan.
Naya benar-benar tidak percaya,bahwa Ivan akan menjenguk Raras dirumah sakit.
ia pikir pria itu tidak perduli dengan Raras walaupun ia sakit.
Wajah dingin Ivan terpancarkan kesegala ruangan,pengawal Ivan mencoba menyingkirkan para wanita yang ingin mendekat kearah Ivan.
"Aa,gak pernah kubayangkan bahwa ada
cowok setampan ini"
"Awas saja kalian jika merebutnya dariku!"
"Para Nona mohon jaga ucapan kalian jika
tidak aku akan mengeluarkan kalian dari
sini" Kata salah satu pengawal sambil mendorong wanita yang ingin mendekat pada Ivan
"Hey siapa kau! berani-beraninya mengatur
kami."
Suara wanita itu sangat keras hingga terdengar ditelinga Ivan.
pria itu benar-benar emosi Ivan menatap kearah Wanita itu dengan tatapan tajam barulah seisi ruangan aman dan tentram.
Segera Ivan menaiki lift menuju ruangan yang didalamnya terdapat Raras.
Ivan membuka pintu perlahan,ia mendapati Raras tidur pulas.
ia pun mendekatkan diri kearah Raras berada dan memandangnya dalam-dalam.
Sebenarnya Raras hanya menutup mata karena lelah. ia ingin tau wujud orang yang menjenguknya tanpa berbicara sepatah katapun.
Raras membuka mata perlahan ia mendapati Ivan sedang menatapnya.
Sungguh terkejut Raras,apalagi Ivan.
Pria itu pikir Raras sedang tidur ia benar-benar sangat malu.
Keheningan terjadi diantara Raras dan Ivan.
Raras tidak tau kata apa yang ingin diucapkan sedangkan Ivan tidak tau apa yang ia pikirkan.
"Ka..kamu tau dari mana aku disini?"
Kata pertama yang diucapkan oleh Raras namun Ivan hanya diam saja.
"Maaf ya Ivan,kemarin aku membentakmu
dengan kasar aku tidak menyangka hal itu
akan terjadi"
"Sekarang sudah ingat posisimu?" Kata pertama diucapkan oleh Ivan
"Aku sudah tau,lain kali aku gak akan
__ADS_1
membiarkan hal kemarin terjadi lagi"
"Bagus kalau kau sudah tau"
Raras teringat akan perkataan Naya tadi,ia ingin sekali melakukannya sekarang.
tidak sabar untuk lepas dari genggaman Ivan.
Buru-buru Raras memeluk Ivan,pria itu sangat terkejut akan tindakan Raras yang menurutnya sembrono.
"Apa yang kau lakukan,mencari perhatian?"
Kata Ivan sambil menatap rendah wajah Raras
Raras menggelengkan kepalanya
"Aku hanya menjalankan tugas saja,tapi
kali ini berbeda.sepertinya aku sudah jatuh
oleh pesonamu"
Raras menahan diri agar tetap tersenyum
Ivan sangat terkejut,perkataan Raras tadi
terngiang-ngiang dikepalanya.
"Ck,kau itu bukan tipeku usaha mu sebesar
apapun tidak akan membuka hati untukmu!"
Perkataan Ivan tadi sungguh membuat Raras kecewa,ia segera melepaskan tangannya dari tubuh Ivan.
agar kau tetap memandangku"
Wajah Raras kali ini terlihat serius
Wajah Ivan kembali meremehkan dan memegang dagu Raras.
"Benarkah? aku tidak tau apa yang kau
pikirkan tetapi aku punya banyak wanita.
wanita sepertimu tak akan lama lagi sudah
kubuang!"
Perkataan Ivan kali ini sungguhan.
ia hanya mempertahankan Raras disampingnya karena terdapat informasi
tersembunyi berada pada Raras.
Ivan harus mengetahui penyebab orang tuanya meninggal dan hal ini ada hubungannya dengan Raras.
sebab itu,ia masih mengesampingkan Raras.
"Daniel,bawa wanita ini pulang bersamaku"
Ivan meninggalkan Raras seorang diri dan menyuruh lelaki lain untuk membawa Raras keluar dari rumah sakit.
__ADS_1
Wajah Raras terlihat sangat kecewa,namun waktunya masih tepat ia masih bisa berjuang karena Raras belum dicampakkan oleh Ivan.
"Haha,kasian ya baru jadi pacar Ivan
seminggu udah gak tau diri.asal kau tau!
Ivan tidak suka jika ada wanita
menyampaikan perasaan padanya"
Sindir Daniel
"Meskipun begitu masih ada kata berjuang.
bukankah begitu asisten Daniel?"
Raras kembali menunjukkan agar dirinya tidak mudah dibodohi.
"Sini" Daniel menjulurkan tangannya kedepan
Raras kemudian Raras menerima dengan senang hati.
"Daniel,boleh kasih tau aku gak Ivan itu
pria seperti apa?"
"Dia itu sangat cuek,dingin,kejam,tidak ada
belas kasihan,tidak suka cewek manja
sepertimu"
Manja? emangnya aku manja batin Raras
"Terus,hal yang dia suka apa?"
"Mestinya hal yang dia suka sama sekali
tidak ada darimu.semua sifatmu kebalikan
dari hal yang dia suka" Perjelas Daniel
"Terus,kenapa dia masih mau sama aku?
aku tidak mengerti pikirannya,kenapa
wanita secantik Rose dibunuh sedangkan
aku sudah membuatnya emosi lebih dari
Rose tapi tidak membunuhku" Raras dari dulu sangat penasaran akan hal ini dan hanya bisa menanyakan pada Daniel
"Itu karena..." Kembali Daniel ingat akan diri
nya sendiri "Kau gak perlu tau!"
To be continue....
Teman-teman,jangan lupa tinggalkan jejak
dikolom komentar ya! biar author tambah
__ADS_1
semangat up-nya!