Terpaksa Nikahi Bos Sombong

Terpaksa Nikahi Bos Sombong
BAB 75


__ADS_3

"Raras, apa benar apa yang dikatakan Anna?" Tanya salah satu dri mereka. Sepertinya mereka masih tidak percaya akan perkataan yang dikatakan oleh Anna barusan, dia pikir wanita itu hanya bercanda.


Raras tampaknya hanya diam tanpa berbicara sepatah katapun.


"Coba kalian lihat" Anna menyentuh baju yang dikenakan oleh Raras untuk melihat tekstur jenis kain yang dikenakan. Apakah pakaiannya benar-benar kw atau tidak.


"Kainnya benar-benar terlihat seperti barang aslinya. Aku punya gaun ini dirumah, kemarin papaku baru beli."


Mereka langsung terdiam mendengar perkataan Anna, apa yang dikatakan benar juga. Semua yang datang keacara ini juga orang yang mempunyai status tinggi, tidak mungkin mereka tidak bisa membandingkan mana yang kw dan mana yang asli.


"Sebenarnya kita ini mau nyerayain acara tunangan Anna dan Reynald atau mau membicarakan tekstur pakaian sih" Naya yang melihat Raras gelisah, langsung mengubah topik pembicaraan dengan sendirinya.


Alih pandangan mata sekarang tertuju padanya.


"Oh benar benar. Maafkan aku telah membuat acara penting ini jadi berantakan" Menundukkan kepala dan merasa sedih dengan apa yang barusan dilakukan.


"Tidak usah segan-segan begitu, lagian ini cuman masalah kecil kok" Akhirnya suasana kembali seperti semula. Raras berusaha menampilkan senyuman diacara yang benar-benar tidak ingin dia kunjungi.


Dia terpaksa diam sambil memerhatikan temannya yang asyik bercerita. Melihat begitu banyaknya botol wine didepan mata, semuanya tidak bisa diminum oleh Raras. Melihat Raras yang diam saja, Anna mempunyai rencana pentingnya.


"Raras, kamu nggak mau minum?" Dia menyodorkan minuman itu kedepan wajah Raras, namun wanita itu menolak mentah-mentah, membuat Anna semakin kesal saja.


"Kenapa nggak mau minum? Padahal wine ini udah kusiapin untukmu. Sewaktu diacara seperti ini juga kamu gak mau, waktu itu Reynald pernah kasih kamu winenya terus kamu minum. Apa jangan-jangan kalau Reynald yang ngasih kamu mau minum ya?" Ucap Anna panjang lebar.


"Haha tentu saja tidak!"


Kenapa ngungkit-ngungkit dia lagi sih. Padahal pria itu sedang duduk disampingnya, apa si Anna gak takut ditabok ya. Oh iya, bukannya mereka sekarang tunangan. Bod*h sekali aku malah lupa.


"Kalau gitu terpaksa deh aku suruh Reynald yang ngasih. Sayang.." Disaat Anna mau membalikkan badan, dengan sigap Raras mau menerimanya.


Mungkin siAnna sengaja membuatku mabuk. Sudahlah, lagian dia nggak mungkin bisa menggangguku disaat ada banyak orang kan. Pikirnya sebelum meminum wine yang berada ditangannya.


Raras meneguk wine dengan cepat dan menaruh kembali gelas itu diatas meja. Wajah Anna tampak berbinar-binar, dia sangat senang akhirnya rencana ini sesuai jalan. Tunggu waktu yang tepat agar mereka bereaksi.

__ADS_1


Naya yang semula berada disamping Raras pergi dari sana untuk menjumpai Adit yang merupakan satu-satunya pria yang pernah dia pacari. Karena satu dan dua hal mereka putus dua bulan yang lalu. Tepat disaat kejadian ayah Naya bangkrut.


"Adit, sudah lama kita nggak ketemu bagaimana kabarmu akhir-akhir ini?"


Tanpa melihat kehadiran Naya "Sangat baik setelah aku putus denganmu"


Dadanya terasa sesak, padahal dia telah berjanji dengan dirinya sendiri untuk tidak akan mengemis untuk bersama dengan pria seperti Adit. Ternyata selama ini dugaannya benar, Adit hanya berniat untuk mengambil harta milik Naya. Setelah misinya itu benar-benar sesuai dengan rencana, Adit langsung meminta agar Naya putus hubungan dengannya.


Meskipun dia tahu bahwa pria itulah yang membuat keluarga mereka kacau, tidak pernah terpikir olehnya untuk membalas dendam atas segala yang telah terjadi.


"Adit aku.."


"Mau ngapain, kalau ngomong yang gak penting maaf aku nggak mau dengar" Dia menuangkan botol Wine kegelas dan meneguknya. Kemudian menghisap puntum rokok.


Naya tampak gugup, sudah lama sekali mereka nggak ketemu." Adit, aku masih menyukaimu." Dengan wajah merah merona


"Lupakan saja, aku udah punya pacar. Lebih cantik dan lebih kaya darimu"


Naya mengepal kedua tangannya, padahal baru kalimat pertama dia sudah ditolak mentah-mentah.


Perkataan itu membuat Adit marah, sebenarnya dia berbohong pada Naya. Dia masih mencintai Naya sama seperti perasaan Naya kepadanya. Tapi, karena takut terkena masalah dan berhubungan dengan orang tua Naya, dia lebih baik menghindar dari semua kekacauan yang telah dilakukan.


"Diam kau, aku katakan sekali lagi pergi dari hadapanku! Kalau tidak..."


Belum mengatakan kata terakhir, Naya memeluknya dengan erat. Membuat Adit terkejut setengah mati. Dia pikir Naya bakalan pergi, tau-taunya main peluk sembarangan.


"Apa yang kamu lakukan?"


"Adit, aku tahu kamu masih mencintaiku." Naya menghemburkan air mata.


"Apa-apaan kau, pergi dari hadapanku!" Teriaknya.


"Adit jangan bohong! Tatapan mata yang kamu berikan padaku masih sama seperti disaat kita pacaran . Pasti kamu masih mencintaiku, iya kan?"

__ADS_1


Adit merasa muak dengan semua ini. Dia menarik dagu Naya dan mendekatkan kewajahnya. "Mencintaimu? Kau tidak layak!"


Kalimat itu sungguh mengerikan. Sampai Naya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Dia angkat kaki untuk pergi dari tempat itu. Perkataan Adit berhasil membuatnya tersinggung dan marah.


Padahal selama ini Naya selalu mencari tahu apakah Adit mempunyai seorang pacar atau tidak. Bahkan dengan kondisinya yang miskin dia sempat-sempatin untuk menyuruh seseorang memguntit apa saja yang dilakukan oleh Adit.


Ternyata hasilnya Nihil. Adit selama putus hubungan dengan Naya tidak pernah bersama wanita lain selain adik perempuannya.


Pria itu benar-benar kejam, padahal Naya sudah sangat memberanikan diri untuk memeluknya. Hal yang paling Adit suka dari Naya adalah, dia suka sekali memeluk Adit sscara tiba-tiba. Sayangnya semua kenangan itu telah berlalu. Berubah dari yang kenangan indah sudah digantikan menjadi kenangan buruk dan tidak ada arti.


Raras melihat kesekitar ruangan, dia baru sadar Naya seharusnya berada disamping kanannya. Tapi, entah kenapa wanita itu menghilang.


"Raras kamu cari apa?" Tanya Anna yang bingung melihat Raras yang sepertinya mencari sesuatu.


"Tidak ada, aku hanya mau mencari Naya"


Apa Anna melakukan sesuatu hal yang buruk pada Naya? Kenapa wanita itu tiba-tiba menghilang ?membuatku takut saja!.


"Mungkin dia lagi ditoilet" Jawab Anna tanpa berpikir.


"Habisnya barusan aku melihat dia sama Adit barengan"


"Oh benarkah, bukannya mereka udah putus?"


"Ya, mereka emang udah putus. Tapi Naya masih mencintainya"


Raras seketika mengingat ada sesuatu hal yang penting. Mungkin Naya sedang mengungkapkan perasaannya kepada Adit tapi ditolak mentah-mentah.


"Maaf Anna, sepertinya aku mau nyusulin Naya"


"Kenapa?"


"Sepertinya dia sedang membutuhkan seseorang untuk menghiburnya, aku pergi dulu!" Tanpa meminta persetujuan dari Anna, dia langsung pergi.

__ADS_1


Huh, akhirnya aku bisa bebas dari wanita itu. Terima kasih Naya


__ADS_2