
Raras merasakan sesuatu yang tidak enak akan terjadi pada dirinya.
Dia melirik wajah Ivan yang sibuk berbicara dengan Ryan sambil menikmati sebuah bir.
Begitu dia mencoba untuk mengalihkan pandanngan dari Chintiya dan Anna, mereka berdua menahan lengan tangan Raras.
"Apa yang kalian lakukan? Dasar tidak tahu sopan santun, apa kalian tidak bisa menghormati orang yang mengadakan pesta ini?"
Mata mereka saling memandang
"Itu salahmu sendiri, Chintiya sudah berbaik hati memberikanmu bir itu kenapa kau tidak mau menerimanya?"
"Aku tidak bisa minum!" Raras menatap gelas berisi bir yang dipegang oleh Chintiya"Apa kalian akan melepaskanku jika aku meminum bir itu?" Tunjuknya.
"Ya, tentu saja! Itu adalah sebuah tanda penghormatan"Kata Anna menampilkan senyum sinisnya.
"Baiklah, akan kuminum"
Raras tidak tahu bahwa bir itu telah dimasukkan obat. Dia tidak pernah melihat trik licik seperti ini untuk menjatuhkan orang lain.
Dia mengambil gelas yang ada ditangan Chintiya, begitu dia ingin meminumnya mata mereka berdua saling memandang.
Begitu isi gelas itu habis, Anna menggenggam tangan Raras dengan erat dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Anna, apa ini tidak terlalu berlebihan? taruh dia diluar saja"
"Ini adalah saat yang tepat untuk membalas dendam. Apa salahnya?"
"Tapi orang itu terlalu tamak. Bagaimana kalau ketahuan?"
"Kau kasihan padanya? Kalau gitu aku serahkan dia padamu!"
Mereka sudah sangat jauh dari pesta. Perlakuan Anna dan Chintiya tidak menyita orang-orang.
Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing dari mereka.
"Nona Chintiya kau tenang saja, kami tidak akan berlaku kasar pada nona ini. Dia tidak terlalu menarik bagi saya" Ucap pria kenalan Anna. Dia adalah pengawal ayahnya bernama Dona.
Begitu Raras pingsan, Anna menelpon Dona untuk pergi dan membawa Raras jauh dari sana.
Sudah sangat lama Anna mempunyai dendam terhadap Raras, karena dulunya wanita itu pacaran dengan Reynald, dia tidak mempunyai nyali untuk melawan Raras.
Yang ada dirinya sendiri yang terkena jebakan.
Anna melemparkan Raras ketangan Dona. Dan mereka berdua pergi dari tempat itu sesegera mungkin.
"Chintiya, kita pulang saja! nanti jika ada orang yang melihat ini bisa gawat!"
__ADS_1
Mereka akhirnya pergi dari sana setelah keparkiran mobil.
-
"Aku jadi penasaran, apa sifat istimewa istrimu sehingga kau berani sekali membawa dia kepesta ini" Ryan memberikan secangkir gelas bir ketangan Ivan, dan dia menerimanya.
"Haha, aku hanya kasihan padanya. Aku pikir dia wanita sederhana, jadi tidak pernah merasakan dan melihat secara langsung pesta kelas atas seperti itu" Ivan terkekeh
"Heh, bilang saja kau sudah mencintai wanita itu. Aku bisa melihat ekspresimu ketika melihat wajahnya"
Ryan memaksa Ivan untuk jujur dengan perasaannya, tapi dia malah tidak membenarkan pertanyaannya.
"Dia hanya seorang istri simpanan, kenapa kau belum menceraikannya? perusahaanmu juga sudah stabil. Jika kau tidak mencintai wanita itu kenapa kau tidak menceraikannya?"
"Pertanyaanmu banyak sekali, aku rasa lama-kelamaan kau sangat penasaran dengan hubunganku dengan wanita itu"
"Aku ingin memberikanmu sebuah hadiah. Kau harus berjanji menerima hadiah yang kuberikan padamu"
"Aku janji" Ucap Ivan
Ryan menunjukkan seorang wanita dengan gaunnya yang indah dan sangat terbuka. Senyum wanita itu sangat memikat, menyita perhatian orang-orang yang berada dipesta itu.
Dia adalah Paige.
"Paige? Dia hadiahnya?" Tunjuk Ivan sambil menunjukkan ekspresi dingin.
"Ivan, kita bertemu lagi" Wanita itu berjalan kedepan Ivan seperti seorang model. Dia menggoyangkan dadanya dan berjalan seksi.
"Paige sudah berkali-kali kukatakan padamu jauhi aku!" Paige yang barusan merangkul lengan tangan Ivan dihempiskan olehnya.
"Maaf, aku hanya ingin mengajakmu sebagai pasangan dansa malam ini, apa boleh?" Tanya Paige
"Aku sudah punya pasangan"
Perfum yang berada ditubuh Paige adalah aroma favorit Ivan.
Begitu juga gaun yang dipakai oleh wanita itu, mereknya adalah favorit Ivan.
Meskpin pria itu tidak menyukai Paige, tapi tubuhnya membuat kebencian Ivan terhadapnya berkurang.
"Kumohon" Paige membusungkan dadanya dan matanya berbinar-binar. Dia sangat ahli dalam menggoda seorang pria, tapi hanya Ivanlah pria yang dia cintai dari sekian banyaknya pria yang dia miliki.
Dia menarik tangan Paige dan memeluk sedikit pinggangnya. Permintaan itu diterima oleh Ivan.
Begitu Paige menari, banyak sekali orang melihat mereka.
Begitu dia menggerakkan tubuhnya, para lelaki yang berada dipesta itu iri terhadap Ivan.
__ADS_1
Selain itu, begitu Ivan menangkap tangan Paige, para wanita banyak yang mendamba-dambakan menari dengan Ivan.
"Apa yang kau lihat, Ivan" Kata Paige ketika pria itu fokus melirik sekeliling ruangan.
"Aku harus pergi" Mereka berhenti berdansa.
Ivan sadar, bahwa Raras tidak ada lagi disana. Pria itu panik setengah mati, dia juga baru tahu Raras pertama kalinya mengikuti acara seperti ini.
Dia sudah pasti tidak betah untuk ikut dan memilih untuk pergi.
Apalagi Raras barusan ingin meminta izin untuk bertemu dengan seorang temannya.
"Apa kau lihat wanita yang datang bersamaku disini?"Tanya Ivan terhadap salah satu wanita yang berada disana
Kyaa, apa aku bermimpi? tuan Ivan berbicara padaku? batin Wanita itu
"Ma..maaf tuan Ivan. Tapi aku tidak melihatnya" Wanita itu menundukkan kepalanya.
Ketika Ivan hendak pergi, Wanita itu menarik lengan tangannya.
"Tu..tuan, bolehkah aku berdansa denganmu?" Wanita itu menunjukkan wajah imutnya agar Ivan tertarik dengannya. Namun usahanya sia-sia, Ivan malah emosi dan menghempiskan tangan wanita itu.
"Lepaskan aku"
Wajah Wanita itu murung dan pandangannya masih fokus kearah Ivan berada.
"Segera cari Raras dalam waktu 5 menit" Dia menelpon pengawalnya untuk mencarikan keberadaan istrinya dengan segera.
Sepanjang waktu Ivan merasa ada yang tidak beres dari ini semua. Dia merasa bersalah telah meninggalkan Raras seorang diri, tapi memang seharusnya dia meninggalkan Raras karena ada beberapa pembicaraan mereka yang sangat rahasia.
-
Begitu dia bangun, matanya berkunang-kunang dan merasakan suhu ruangan yang sangat panas.
"Di..dimana aku?" Dia melihat sekeliling ruangan. Terlihat seorang pria buncit dan botak menghampirinya
"Sayang, kau sudah bangun" Tanyanya
"Siapa kau? kenapa aku bisa ada disini?"
Dia mencoba untuk mengingat hal yang terjadi, dengan sigap otak Raras mengingat bahwa Anna memberikannya sebuah minuman dan tiba-tiba kepalanya merasa pusing.
Pria itu beranjak keranjang dan dia membuka kemejanya. Tubuhnya benar-benar bau. Membuat Raras sesak nafas.
"Lepaskan aku!" Dia mencoba untuk melepaskan diri, tapi pria itu membungkam tangannya. Dan tenaganya sangat besar.
"Hehe, cantik juga. Tenang saja, aku akan memperlakukanmu dengan lembut malam ini" Pria itu menggosokkan tangannya.
__ADS_1
Siapapun tolong aku