
"Nona Raras supnya sudah jadi" Pelayan
melihat tubuh Raras berbeda dengan sebelumnya.
sekarang malah tambah pucat dan mengeluarkan banyak keringat.
Pelayan itu sangat panik.
"Hei cepat kesini! nona Raras pingsan.
bantu aku mengangkatnya!"
Akhirnya Raras diangkat oleh para pelayan dan dilarikan kerumah sakit terdekat.
Raras tidak tau apa yang terjadi,karena sedang pingsan ia hanya bisa tertidur dan dibawa oleh para pelayan.
DIRUMAH SAKIT
"Karena terlalu lemah makanya ia pingsan.
kalian tenang saja tak lama lagi dia akan
pulih gak usah panik gitu dia nggak akan
mati kok" Perkataan suster tadi membuat para pelayan Ivan sebal.
Bisa-bisa kami yang dibunuh sama tuan muda Ivan.suster yang satu ini pengen saya tampar batin pelayan
"Haha,saya gak sepanik itu.hanya
menjalankan tugas kok.
terima kasih sudah menyelamatkan nona Raras" jawab pelayan ramah.
Wajah Raras benar-benar pucat dan sedikit merah.tubuhnya bergerak gelisah.
"I..Ivan maafkan aku" Tidak sadar Raras mengigau
"Ivan?"
Karena pertanyaan itu Raras terbangun dari mimpinya dan terkejut begitu melihat sahabatnya yaitu Naya berada didepan Raras.
ia pun hendak duduk diranjang.
"Siapa itu Ivan? kedengaran Familiar" Tanya Naya
"Bu..bukan siapa-siapa kok" Suara Raras terdengar gagap" Naya,kamu kok bisa disini?"
Raras mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Tadi aku hubungi nomormu trus yang jawab
perempuan dia memanggilmu dengan
sebutan 'nona' Ras,kok bisa selama ini kamu
bersama siapa?" Pertegas Naya
"I..itu aku lagi"
"Kalo ngomong jelas dikit aku gak faham"
"Ok aku akan ceritain kekamu semuanya
tapi kamu janji dulu gak kasih tau siapa-
siapa"
"Iya iya,sejak kapan aku bongkar rahasiamu
keorang-orang"
Akhirnya Raras memberanikan diri untuk menceritakan segala masalahnya selama ini.
tidak pernah ia berpikir untuk memberitahukan siapa-siapa.
dan sekarang
"Apa? Raras kamu dah gila ya?" Naya benar-benar terkejut dan tidak percaya.
Raras adalah anak yang ia kenal polos dan
ramah.
tidak pernah ia melakukan hal macam-macam bersama dengan laki-laki sekalipun itu bersama Reynald.
"Aku masih waras kok. walaupun kamu
marahin aku waktu gak bisa diputar jadi
percuma"Raras sudah tau pasti dirinya akan dimarahi oleh Naya,tapi kali ini ia sedang sakit dan tidak ingin mendengar sebuah ceramah.
"Kenapa gak minta tolong sama aku?" Kata Naya
"Karena utang mamaku 2miliyar"
"Kan papaku bisa bantu,kan kamu tau
sendiri kalau status keluargaku bagaimana"
__ADS_1
"Iya,tau aku gak sanggup buat balikin semua
uangnya.sampai tua pun juga aku
sepertinya tidak akan bisa melunasinya"
Raras menundukkan kepalanya,ia benar
benar malu karena kondisinya yang brutal.
"Gimana yah caranya supaya aku bisa
lepas dari Ivan" Tanya Raras membuat Naya memandang wajahnya
"Buat dia bosan aja"
Raras kembali menatap Naya." biasanya cowok itu mudah bosan kan? jadi kau pikirkan aja segala cara agar Ivan bosan padamu"
Raras tertegun dengan ucapan sahabatnya.
tak terpikir olehnya bahwa ide secemerlang itu tak terpikirkan sejak dahulu.
mulai hari ini Raras harus berusaha agar Ivan melepaskan secepat mungkin.
"Ras,aku pulang dulu ya. dimeja udah aku
taruh makanan,kalau ada sesuatu jangan
segan-segan hubungi aku"
Naya angkat kaki untuk pergi dari rumah sakit setelah mendapat telfon dari seseorang.
kini hanya Raras seorang diri didalam ruangan itu.
---
DIKANTOR
"Daniel siapkan mobil!"
Hari ini mood Ivan benar-benar jelek, segala
karyawan yang masuk kekantor dan melewati Ivan pasti dimarahi habis-habisan.
Apalagi Daniel yang berada disampingnya
sudah nyerah terhadap tuannya.
"Mobil sudah disiapkan tuan,mari kita pergi"
__ADS_1
Ivan berdiri dari lamunan kemudian bergegas kemobil untuk menjenguk Raras dirumah sakit.