
Ivan membulatkan matanya.
"Apa? bawa dia kesini!" Perintah Ivan
"Tapi, dia baru saja pulang kerumah"
Seketika Ivan terdiam ditelpon kemudian menutup telponnya dengan kasar.
Lihat saja kau nanti malam tidak akan kubiarkan lepas!
Singkat cerita dimalam hari, Ivan pulang tengah malam. Hari ini banyak sekali yang perlu dia urus, bahkan urusan pekerjaannya saja belum selesai ia memutuskan untuk pulang kerumah.
Ditengah malam begini, Raras terbangun dari tidurnya. Perutnya merasa lapar, dia pergi kedapur untuk melihat apakah ada sesuatu yang bisa dia makan.
Raras membuka pintu kulkas dan melihat isi kulkasnya, tidak ada makanan ringan. Karena dirumah ini jarang sekali memakan makanan ringan.
Wanita itu melihat sebungkus mie instan dipintu kulkas. Hanya tersisa sebungkus, Raras mengambil mie tersebut dan merebusnya.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya mie tersebut sudah matang.
"Kelihatannya lezat!" Raras menaruh diwadah dan meletakkan mangkuk diatas meja.
Dia duduk dan memasukkan mie kedalam mulutnya.
Ditengah keasyikan Raras memakan mie, ibu datang kedapur. Dia baru saja pulang kerumah.
__ADS_1
Raras melirik mata ibu dan berhenti makan.
"Bu, apa kau mau?" Tawar Raras
Ibu diam saja, dia duduk dikursi depan Raras dan memperhatikan wanita itu. Tidak peduli, Raras melanjutkan memakan mie itu.
Kenapa matanya tidak lepas dariku? apa dia menyesal telah menjelek-jelekkan ku?.
"Bu,apa yang membawamu kesini? mau menanyakan hubunganku dengan Ivan lagi?"
Ibu terdiam
"Ya, jika kau tidak menyukai aku berada disisinya segera suruh Ivan menceraikanku. Itu mudah kan? kau tidak perlu menjebakku itu hanya membuatmu lelah"
"Kau berani melawanku?"
"Selamat malam bu" Dia pergi kekamarnya.
Sewaktu membuka pintu, tampak Ivan yang sedang tiduran diranjang. Dia tidak memakai sehelai pun baju. Senyuman menggodanya keluar, membuat Raras geli.
"Wah, ternyata kau sudah datang" Raras berjalan dan duduk diatas ranjang mendekati Ivan.
Suaminya melirik Raras, dia masih memakai baju tidur yang seksi. Ivan melirik belahan dada Raras.
"Apa yang kau lihat?" Wajah Raras memerah dan menutupi tubuh yang dilirik oleh Ivan.
__ADS_1
"Melihat istriku yang seksi" Dia menarik Raras hingga dia jatuh diatas tubuh Ivan.
"Kenapa kau sangat berbeda hari ini? aku mau tidur"
"Aku ingin menghukum istri yang selingkuh"
Raras mengangkat sebelah alisnya.
"Aku tidak mengerti apa yang kau maksud."
Ivan melingkari tangannya ketubuh ramping Raras. Kemudian mendekatkan wajahnya keleher Raras.
"Apa yang kau lakukan? kenapa kau menggigitku? apa kau shio anjing?" Bekas titik merah itu tertanam dileher Raras. Dia mengingat apa yang menjadi kesalahan.
"Aku dan Reynald tidak ada hubungan!" Ivan memberhentikan perlakuannya.
"Apa kau pikir perkataanmu bisa membuktikannya?. " Ivan menekan lengan tangan Raras sekuat tenaga. Raras kesakitan hingga ekspresinya meyakinkan.
"Ivan sakit,lepasin tanganku!"
"Jika kau tidak percaya kau bisa mencari informasinya" Ivan sadar kembali, karena terbawa emosi dia tidak sadar telah menyakiti Raras.
Dia melihat bekas itu dilengan tangan Raras.
"Ivan, jangan marah lagi ya. Aku tidak mungkin melakukan hal itu dan menghianatimu. Apakah kau percaya padaku?" Ivan melirik mata Raras yang penuh harap.
__ADS_1
Dengan sigap Ivan memeluk Raras, pelukan kali ini berbeda, penuh kehangatan dan perhatian. Bahkan Ivan tidak rela melepas pelukan itu.
"Maafkan aku"