The House 1937

The House 1937
12. Bayangan di Air


__ADS_3

Selepas kejadian pada malam itu, membuat omku itu mengingat satu kejadian yang ia alami sendiri rumah nenek dan ia benar-benar tidak bisa melupakannya.


*****


Jam menunjukkan masih pukul empat pagi. Omku yang merasakan harus pergi ke kamar mandi karena panggilan alam masih sedikit menggeliat di ranjangnya dan akhirnya memutuskan untuk bangun dari ranjangnya dan perlahan berjalan keluar kamarnya untuk menuju kamar mandi. Harus pergi ke kamar mandi di jam-jam seperti ini sebenarnya merupakan hal yang sangat dihindarinya, suasana sepi dan cahaya temaram membuatnya enggan untuk menginjakkan kaki ke kamar mandi. Karena panggilan alam ini ia harus menguatkan tekadnya untuk melangkah keluar kamarnya di jam-jam seperti ini, padahal hanya pergi keluar ke kamar mandi. Ia ingat dulu ketika masih kecil ia sempat ditakut-takuti oleh papaku yang bercerita bahwa di kamar mandi nenek dihuni oleh sosok perempuan berambut panjang dengan wajah yang sangat menyeramkan, mendengar itu omku yang memang sedikit penakut jelas merasa ketakutan dan papa hanya tertawa karena merasa senang bisa menakut-nakuti saudara laki-lakinya itu. Bahkan sampai hari ini pun ia suka merasa takut untuk berjalan sendiri ke kamar mandi di tengah malam atau sebelum subuh.


Satu langkah kakinya memasuki dapur, ia sedikit menengok ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keadaan sekitar, lalu berjalan berjinjit dan perlahan ke kemar mandi.


Oke Toni, lu bisa kok. Cuma ke kamar mandi apa yang harus lu takutin. Batin Omku menyemangati dirinya sendiri.

__ADS_1


Ia membuka pintu kamar mandi yang sudah terlihat lapuk itu perlahan-lahan dan mulai masuk ke dalam kamar mandi untuk menyelesaikan urusan panggilan alamnya. Setelah selesai dan merasa lega, ia mencuci tangan dan menyiramkan air ke ubin kamar mandi. Begitu ia hendak mengambil kembali air di bak mandi dengan gayung di tangannya, ia seperti melihat sesuatu yang aneh terpantul dari air bak mandi yang mulai terlihat tenang, ia terus mengamati pantulan air bak mandi dan ia tersentak kaget dengan apa yang di lihatnya. Ada bayangan wanita yang sangat menyeramkan sekaligus mengerikan dengan rambut panjang berantakan, mata yang seluruhnya berwarna putih dengan mulut yang mengaga lebar penuh air liur sampai ke dadanya, yang paling mengerikan adalah mulut lebarnya yang tidak wajar itu seperti menyeringai dan menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.


Omku yang reflek ketakutan langsung berteriak cukup keras dan lari menghambur keluar dari kamar mandi. Pemandangan yang ia saksikan tadi benar-benar sangat mengerikan dan ia benar-benar kesal kenapa ia harus melihat hal yang mengerikan itu di rumahnya sendiri??. Ia sudah tidak peduli lagi mengenai penghuni rumah lainnya yang mungkin saja terbangun dan merasa terganggu karena teriakannya itu. Ia langsung masuk ke dalam kamar, mengunci slot pintunya dan bersembunyi di balik selimut tempat tidurnya. Ia benar-benar tidak bisa tidur setelah melihat penampakan yang mengerikan itu, dan dalam hatinya ia benar-benar berharap agar pagi segera datang menyingsing.


Pada pagi harinya sekitar jam delapan pagi, omku akhirnya terbangun dari tidurnya dengan keadaan wajah yang cukup kacau. Wajah yang masih penuh dengan keringat di tambah lagi dengan kantung matanya yang mulai terlihat, belum lagi dengan kepalanya yang terasa pusing karena ia langsung menghentakkan tubuhnya untuk bangun duduk di ranjangnya. Kepalanya terasa sedikit lebih baik setelah ia meminum beberapa teguk air yang ada di meja di samping tempat tidurnya. Ditengah kekalutannya akibat kejadian semalam dan kepalanya yang masih sedikit terasa pusing, dari luar kamarnya ia mendengar suara ribut-ribut. Suara ribut-ribut seperti ada beberapa orang yang datang kerumahnya pagi ini. Dari suara yang terdengar sepertinya jumlah orang yang ada di luar sana cukup banyak sehingga mengundang rasa penasarannya untuk segera keluar kamar. Begitu keluar kamar ia melihat nenek, papa, Tante Alin dan bibi yang seperti tengah membicarakan sesuatu dengan sangat serius. Ia juga agak terheran melihat adik perempuannya yang berbicara sambil setengah menahan tangis.


"Loh Nah...., serius banget keliatannya, lagi ngomongin apa Nah?", tanya omku pada Nenek begitu melangkah keluar dari kamarnya.


"Apa??!, gantung diri??", Omku seperti di hantam palu di pagi hari. Ia tak menyangka bahwa kejadian yang mengerikan seperti itu

__ADS_1


terjadi di lingkungan rumahnya sendiri.


"I..iya Koh, ini Neng Alin nangis soalnya kaget karena sempet liat muka mayatnya...", Bibi ikut menjelaskan kenapa tanteku seperti menahan tangis. dan Omku itu langsung memegangi kedua bahu tanteku dan menenangkannya.


"Emangnya siapa yang gantung diri di belakang Nah?, Jun lu tau ga?", Papa hanya menggelengkan kepala pelan, ia juga tak menyangka bahwa peristiwa mengerikan seperti ini akan terjadi.


Nenekku pun akhirnya bercerita bahwa yang gantung diri di kebun belakang rumah itu adalah seorang perempuan yang nenek kenal sebagai cucu dari dukun beranak yang dulu membantu proses persalinan papa. Yang nenek dengar perempuan itu ditinggalkan begitu saja oleh pacarnya yang lebih memilih untuk menikahi perempuan lain dibandingkan dirinya. Nenek juga bilang bahwa perempuan malang itu menggantung dirinya di pohon jambu air putih yang jaraknya cukup dekat dengan kamar mandi rumah ini. Omku yang masih terlihat shock itu seketika wajahnya memucat. Papaku yang terheran dengan omku yang tiba-tiba memucat seperti itu langsung menyenggol bahunya, memandangnya seolah bertanya kenapa wajahnya pucat seperti itu. Omku yang mengerti dengan isyarat yang papa berikan kemudian berbisik ke papa.


"Kayanya perempuan itu yang gua liat tadi malem, di kamar mandi...............................",

__ADS_1


********


__ADS_2