
Nenekku menutup warungnya lebih lambat dari biasanya. Biasanya sekitar jam 5 sore nenek sudah menutup warungnya itu, namun karena tadi ia sedang membereskan persediaan barang dagangannya yang baru saja datang dari pasar, nenek jadi harus membereskan itu semua terlebih dahulu baru menutup warungnya. Jika sudah lebih dari jam 5 sore, biasanya di sekitar rumah nenek bahkan di warungnya pun sudah mulai banyak nyamuk yang datang berterbangan dimana-mana yang sudah tentu membuat nenek tidak nyaman jika harus berada disana lebih sore dari biasanya. Setelah menggembok pintu warungnya, nenek berjalan dengan pelan dan hati-hati menuju ke pintu depan rumah dan ia memperkirakan bahwa sekarang mungkin sudah hampir jam 7 malam, dan ia haru cepat ke dalam rumah untuk melihat persiapan makan malam di dapur. Mungkin juga papa dan Tante juga sudah ada di dapur menunggu nenek.
__ADS_1
Nenek membuka pintu rumah dengan kunci yang ia pegang dan ketika hendak menutup pintunya, ia merasa seperti melihat sesuatu di dekat warungnya. Seperti sebuah siluet hitam yang ada di dekat warungnya. Nenekku langsung menutup dan mengunci pintu rumah dan melihat dari celah gorden jendela dan menunggu sejenak apakah ia salah lihat atau tidak, nenekku berfirasat bahwa siluet hitam yang ada di dekat warungnya itu seperti siluet seseorang dan untung saja lampu ruang tamu rumah belum dinyalakan sehingga kemungkinan tidak ada yang menyadari dari luar rumah kalau nenek sedang mengintip keluar rumah. Nenek hanya merasa takut dan khawatir jika siluet tersebut merupakan seseorang yang akan membobol warung miliknya karena sekitar setahun yang lalu warung milik nenek pernah dibobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab dan hampir setengah isi warung telah raib yang mengakibatkan nenek mengalami kerugian yang cukup besar untuk ukuran warung kecil. Nenek terus mengamati sosok yang berdiri di dekat warungnya itu, yang seperti bergerak berjalan perlahan yang membuat penampilannya tidak terlalu gelap seperti sebelumnya.
__ADS_1
Sosok itu mengenakan pakaian berupa setelah atasan dan bawahan yang berwarna hijau telur asin, yang sepertinya nenek merasa tidak asing dengan model dan warna dari pakaian itu. Sejenak nenek berpikir dan ia teringat bahwa itu adalah pakaian yang dikenakan almarhum kakek ketika sudah berada dalam peti Jenazahnya sebelum proses upacara pemakaman akan dilakukan. Jantung nenek berdebar dan merasa kebingungan, kenapa pakaian orang yang ada di luar itu mirip dengan pakaian almarhum kakek?, tidak mungkin ada orang yang juga punya pakaian serupa karena pakaian itu dipesan khusus oleh penjahit langganan nenek untuk kakek ketika kakek masih hidup untuk persediaan pakaian milik kakek. Ketika nenek mengintip kembali keluar ia begitu kaget karena penampakan "seseorang" itu semakin jelas dan terlihat pakaiannya yang memang sesuai dengan ingatan nenek yang membuat nenek bergidik ketakutan hanya wajahnya saja yang tak terlihat karena masih di remangi bayang gelap warung miliknya. Begitu sosok itu akan berjalan kembali, sebagian kakinya terlihat transparan seolah tak menyentuh tanah dan terlihat satu tangannya melambai-lambai ke arah nenek, nenek langsung jatuh terduduk di bawah dengan teriakan nenek yang menahan sakit di kakinya. Dan terlihat papa, tanteku, dan bibi setengah berlari dari arah dapur untuk memapah nenek ke ruang tengah yang masih mengaduh kesakitan. Bibi langsung ke dapur berinisiatif membawakan baskom air hangat dan handuk kecil untuk kaki nenek yang sakit, tante pergi ke kamar nenek untuk mengambil obat nenek. Dan papa terlihat berusaha menenangkan nenek yang tak hanya terlihat sakit, tapi juga terlihat sangat shock, seperti habis melihat sesuatu yang sangat menyeramkan.
__ADS_1
" Tadi gua liat Babah lu ada di luar....",
__ADS_1
********
__ADS_1