The House 1937

The House 1937
3. Memperhatikan?


__ADS_3

Jam menunjukkan masih pukul setengah tujuh malam, papaku yang kini sudah beranjak remaja berjalan mengendap-endap menuju bagian samping kiri rumah yang merupakan jalan menuju pintu dapur dan berhadapan langsung dengan lapangan samping rumah yang pada saat itu masih berupa tanah kosong dan ditumbuhi banyak pohon pisang. Dari saku celana bahannya, ia mengeluarkan satu batang bako, sejenis rokok tradisional yang pembungkusnya terbuat dari daun yang dikeringkan, lalu ia juga mengeluarkan dari saku yang sama satu batang rokok kretek merk lama yang cukup populer pada masa itu.


Ia juga mengeluarkan korek api kayu dari sakunya yang lain. Papa menengok sejenak melihat keadaan sekitar dan setelah dirasa aman, ia mulai menyalakan korek apinya untuk membakar ujung bakonya itu, kemudian mengisap asapnya dan ia hembuskan perlahan melalui mulut. Kegiatan merokoknya yang ia lakukan secara sembunyi-sembunyi ini sudah dilakukannya sekitar seminggu yang lalu. Dimana ia diam-diam mengambil bako atau rokok kretek milik kakek di kamarnya, atau kadang sembunyi-sembunyi membeli rokok itu sekaligus membeli korek kayu untuknya sendiri. Kegiatan merokoknya ini bermula ketika ia melihat salah satu temannya yang membawa sebatang bako dan mengisapnya ketika mereka tengah berkumpul santai di akhir pekan, menimbulkan rasa penasaran dalam benak papa untuk mencoba merokok dengan bako ini. Pada masa itu kegiatan berkumpul yang dilakukan para remaja banyak dihabiskan dengan bercerita tentang banyak hal, tanpa adanya gawai atau pembaharuan cerita di sosial media seperti sekarang ini. Selain bako, ia juga mencoba merokok dengan rokok kretek yang sudah dibelinya secara diam-diam. Papa takut jika ia terus mengambil rokok kretek milik kakek, kakek akan curiga kalau rokok kreteknya cepat sekali habis karena kakek tidak merokok setiap hari, dan papa tau soal itu.

__ADS_1


Papa terpaksa merokok secara diam-diam seperti ini karena tidak mau sampai kena marah seperti omku, yang tak lain adalah kakak laki-laki papa yang memang seorang perokok berat jauh melebihi kakekku sendiri. Kakek dan nenek memang sempat khawatir akan kondisi kesehatannya mengingat dalam satu hari omku itu bisa dua sampai tiga kali merokok. Tentu karena hal itu kakek tak ingin papaku juga seperti omku yang seorang perokok berat. Dan karena itulah selain merokok secara diam-diam , ia juga tidak melakukan "kegiatan baru"nya itu setiap hari. Ia ingat betul nenek sampai melempar sandal ke arah omku dengan cukup keras karena masih saja "bandel". Papa tahu jika nenek sudah seperti itu, semua anak-anaknya termasuk papa benar-benar tidak bisa berkutik lagi, dan itu juga berlaku untuk kakek.


Tak terasa bako yang di isapnya sudah hampir habis, ia mematikan ujung bako yang sudah pendek dan masih terbakar itu dan melemparnya cukup jauh kearah tanah kosong. Lalu kembali menyalakan korek api kayunya dan kembali merokok, namun kini dengan rokok kretek yang tadi ia bawa bersamaan dengan bako yang telah di isapnya. Papa mengembuskan asap dari rokok kretek itu sambil memejamkan matanya, lalu mengisapnya kembali dan terlihat ujungnya yang terbakar berwarna oranye menyala. Ia kemudian mengambil posisi jongkok dan menyandarkan punggungnya ke dinding. Dengan posisi seperti ini, ia merasa sedikit santai bandingkan dengan berdiri seperti posisi sebelumnya.

__ADS_1


Jantung papa terasa diremas dan hampir copot, ia benar-benar ketakutan melihat sosok itu. Di tambah lagi sosok itu seperti membuat gerakan akan mendekati papa perlahan dan mulutnya yang terlihat hancur seperti bergerak-gerak tidak jelas. Papa seketika langsung berdiri dan berlari meninggalkan tempatnya merokok tadi dengan sangat ketakutan. Ia langsung masuk ke dalam rumah, mengunci pintu dan berlari kearah ruang keluarga yang pada saat itu ada nenek dan adik perempuan papa yang tengah duduk mengobrol sambil minum teh hangat. Papa tidak mempedulikan mereka dan langsung masuk ke kamarnya, lari ke arah tempat tidur dan menutup wajahnya dengan bantal. Ya, itu adalah pemandangan paling mengerikan yang pernah ia lihat. Dalam napasnya yang masih terengah papa berpikir sejenak, apa jangan-jangan ketika papa merokok disana beberapa hari yang lalu pun, makhluk itu juga ada disana tengah memperhatikannya???,,,


*******

__ADS_1


__ADS_2