
Halo..Halo semua...
Kembali bersama author disini, maaf ya bukannya episode baru yang keluar. Malah author ya cuap-cuap disini.
Author disini sekali mengucapkan terima kasih banyak sekali kepada para Readers semua yang sudah terus mengikuti novel author ini. Maaf juga kalau masih banyak kekurangan dari novel ini (ada typo..,upps...). Pokoknya ikuti terus novel ini ya..,
Jangan lupa juga untuk tinggalkan komentar, like dan klik favoritnya agar authornya semakin semangat buat update ceritanya. Author usahakan ya untuk update rutin karena author sibuk banget nih dengan kegiatan lain di luar novel ini (Hiks..).
Disini Author akan menyajikan berbagai serba-serbi yang terkait dengan novel ini dan author sendiri. Mungkin di antara reader ada yang bingung dengan novel author yang seperti ini.
Disalah satu komentar yang author baca beberapa waktu yang lalu ada yang bertanya, apakah ini terinspirasi dari kisah nyata?. Bisa dibilang, mungkin jawabannya adalah Iya..., karena novel ini berdasarkan pengalaman author sendiri ketika harus menghabiskan masa kecil di rumah tua peninggalan Zaman dulu.
Kenapa setiap satu bab dan bab lain di episode ini tidak langsung "tersambung" satu sama lain?. Well author sendiri sengaja menyajikan novel ini secara 'Slice of Life' versi Horror ya Readers. Karena cara ini memudahkan author untuk menulis ceritanya dan memang disesuaikan dengan pengalamannya author (Curhat ya Thor hahaha....).
Perlu menceritakan karakter lain juga ya selain karakter yang tinggal di rumah itu?. Karena memang novel ini berkaitan dengan rumah tua yang 'menakutkan' pengalaman orang lain walaupun hanya sekilas menurut author menambah variasi cerita dan tidak monoton hanya dari sudut pandang karakter utama (memang sebagian kecil ada yg memang mengalami sendiri, seremm ihhh..).
Apa author sempat tersendat ketika menulis novel ini?. Ada saja sih faktor yang bikin author tersendat, seperti sibuk karena kegiatan lain, kondisi fisik yang sedang sakit, atau 'mager' untuk menulis. Untuk yang terakhir kadang sampai usaha banget nih, demi para Readers hahaha....
Menulis novel ini memang Suka horor ya?. Bisa dibilang, waktu author kecil memang banyak "terpapar" dengan hiburan yang berbau horor atau mistis. Banyak serial televisi bertema horor dan misteri yang tayang di televisi di malam hari waktu author kecil, kadang suka juga baca buku komik karya Tatang Suhendra atau Bunga Rio S. Hanya saja setahu author kedua komik ini peredarannya terbatas sehingga mungkin tidak banyak yang tahu. Atau dulu juga author menonton film Horor Suzzanna yang tayang di siang hari di akhir pekan (dulu tanpa sensor loh.., kebayang kan sadisnya bagaimana?, haha...).
__ADS_1
Sampe sekarang author masih suka Horor?.
Kadang suka nonton horor kalau lagi senggang, bisa film baru atau film lama yang belum pernah author tonton sebelumnya. Film trailer juga kadang-kadang. Selain nonton film, author juga suka banget baca buku novel horor atau konten video di YouTube.
Selain alur cerita Novel ini yang terinspirasi dari kisah nyata, apa karekternya juga sama seperti itu?. Untuk karakter utama sendiri yang sebagai penghuni tetap dari rumah tua ini, juga memang sebagian besar diambil dari kisah nyata juga hehe.., agar lebih mengalir saja sih, namun tidak semuanya persis sama ya, karena sekali lagi, hanya terinspirasi.
Apakah sejak dulu sudah berkeinginan menjadi penulis?. Bisa dibilang iya, sejak author masuk sekolah menengah dan mulai menaruh minat membaca buku, mulai dari novel, majalah, berita, komik, author susah punya andai-andai untuk menulis. Tapi waktu itu author baru memiliki keinginan saja untuk menulis.
Buat Novel ini sendiri, menggunakan setting yang agak 'jadul' itu memang keharusan atau bagaimana?. Author sesuaikan dengan pengalaman pribadi ya. Menurut author juga, dengan setting 'jadul' itu lebih greget saja sih hehe...
Apa author sendiri pernah kepikiran untuk menulis novel genre lain selain horor?. Sebenarnya jika untuk menulis novel dengan genre lain sempat author pikiran. Mungkin bagus juga kalau author menulis novel dengan genre Romance misalnya (hahaha...). Tapi kembali lagi semuanya harus dipikirkan terlebih dahulu dengan matang dan tepat (menulis itu tidak mudah ya hmmh...).
Harapannya untuk karyanya ke depannya itu seperti apa?. Yang pasti author ingin tetap terus berjaya di laman ini, mudah-mudahan author bisa membuat banyak karya baru untuk kedepannya.
Okeh ya Readers segitu dulu cuap-cuapnya dari author kali ini. Terima kasih sekali dari author untuk para Readers atau supportnya. Jangan lupa Like, Komen, dan Favoritnya ya...
+Salam dari rumah Jun dan Alin sekeluarga untuk para Readers+
*******
__ADS_1
Epilog :
Papa berusaha menyalakan api menggunakan korek api kayu di tangannya. Ia sempat berdecak sebal karena korek yang ada di tangannya ini tidak bisa di ajak kerja sama. Hanya menyalakan api saja menjadi sesulit ini. Belum lagi Tante Alin di sebelahnya yang sedikit merajuk karena keadaan dapur yang gelap gulita.
"Koh.., koreknya kenapa belum menyala juga?, Alin takut nih...",
Papa dan Tante Alin kini berada di dapur dengan kondisi yang gelap gulita. Ketika tadi mereka berdua sudah ada di ruang tengah untuk menonton televisi. Secara tiba-tiba mati listrik terjadi dan memadamkan seluruh lampu yang menyala di rumah ini. Semua menjadi gelap gulita dan akhirnya sumber pencahayaan mereka dapatkan dari cahaya temaram lampu minyak tradisional dengan bahan bakar minyak tanah. Tante Alin sempat terheran kenapa Nenek suka sekali menggunakan lampu ini yang jelas menurutnya salah sedikit saja, bisa menimbulkan kebakaran yang sangat merepotkan.
"Bentar Lin, koreknya agak susah...",
Papa sudah berusaha menyalakan apinya dengan korek kayu di tangannya. Ini sudah batang korek yang kedua belum menyala juga. Mereka berdua ditugaskan oleh Nenek untuk menyalakan lampu minyak yang ada di dapur agar dapur menjadi sama terangnya dengan ruangan di bagian depan rumah.
"Coba pakai batang korek yang baru Koh, masih juga belum menyala...", Tante Alin sudah menggeleng pelan karena sudah merasa kegerahan dan suara nyamuk yang mulai terdengar berdenging di telinganya.
"Iya, iya sebentar...", Papa akhirnya mengambil batang korek api yang ketiga dan akhirnya batang korek itu berhasil menyala juga dan akhirnya lampu minyak di dapur itu telah menyala dan di taruh di tengah meja makan,lebih aman di bandingkan di gantung di tiang dapur yang resiko terjatuh dan pecah.
Mereka berdua yang telah selesai menyalakan lampu minyak itu tiba-tiba mendengar seperti ada langkah kaki yang terdengar pelan namun less sekali suara itu terdengar. Dari arah bak besar tempat mencuci. Papa dan Tante Alin langsung berlari keluar dan mengunci pintu dapur melihat sumber asal suara itu.
__ADS_1