The House 1937

The House 1937
63. "Penglihatan" (2)


__ADS_3

"Apa Enah tidak apa-apa menemani saya disini?", Chun In merasa tidak enak hati melihat Nenek yang emang susah berusia sepuh itu berjalan mengikutinya ke area belakang rumah yang cukup berbahaya ini. Ia sendiri sedari tadi harus melihat dengan seksama ke arah tanah berumput tebal yang diinjaknya ini, takut-takut apa ular yang bersembunyi disana. Namun nenek menolak dan berdalih bahwa ia akan baik-baik saja dan tidak akan mengganggu. Ia melirik Bi Inah yang hanya berdiri di atap bagian samping dapur dengan kursi kayu yang sudah ia siapkan untuk nenek. Ia tidak lagi berani mendekati gudang tua itu dan memilih untuk berdiri dan berjaga disini. Ia akan datang menghampiri Nenek juga nenek membutuhkan bantuannya.


"Tidak apa-apa, lu kalau mau masuk ke dalam, masuk saja..., tidak apa-apa, gua tunggu di luar, kalau ada apa-apa..,bilang atau teriak saja ....", Nenekku menggenggamkan sebuah senter berukuran besar ke tangan Chun In. Setelah gembok pintu gudang di buka. Ia perlahan membuka pintu gudang itu dengan suara pintu yang berderit yang menyambut pendengarannya.


*******


Chun In membuka lebar pintu gudang itu dan tampak kegelapan yang pekat memenuhi penglihatannya. Ia mengernyitkan alis dan refleks memegang hidungnya, aroma dari dalam gudang ini cukup menyengat baginya. Ia kembali melirik Nenek yang ternyata masih berdiri dibelakangnya. Ia merasakan kekhawatiran yang amat sangat di dalam diri Nenek. Ia merasakan Nenekku seperti takut terjadi sesuatu dengan dirinya, hanya saja Nenek berusaha untuk bersikap senormal mungkin.


"Ini gudang tua In, gudang ini minim ventilasi udara, jadi bagian dalamnya agak berbau menyengat...", Jelas Nenek, yang sebenarnya mengulangi kembali penjelasan dari papa beberapa waktu lalu.


"Iya Nah, tidak apa-apa, saya mengerti...",

__ADS_1


Setelah meminta izin nenek untuk masuk kedalam gudang, Chun In mulai melangkahkan kakinya kedalam gudang gelap dan pengap itu. Memang, sejak awal ia melihat penampakan gudang ini dari bagian luar tadi, ia melihat ada sesuatu yang aneh di gudang tua ini. Sebenarnya, kedua gudang yang ada di bagian belakang rumah ini berdasarkan "penglihatan" miliknya, memang "berpenghuni" sudah sejak Lama. Sekilas tadi, ketika ia masih di luar gudang, ia melihat gudang padi dari samping halaman rumah ini. Ia merasakan sesuatu yang tak biasa dari gudang padi itu, dalam "penglihatan"nya, terlihat satu sosok hitam dengan mata merah dan bertubuh cukup tinggi yang ada di dalam gudang padi itu. Chun In sempat merasa terkejut, karena penampakan makhluk itu memang sangat menyeramkan. Papa juga sempat bercerita kepadanya mengenai ia yang melihat penampakan makhluk itu bersama pak Tani di waktu yang lalu. Chun In menghela napas sejenak, makhluk itu mengetahui keberadaannya, demikian juga sebaliknya.


Dibalik penampakannya yang cukup mengerikan itu, makhluk hitam itu rupanya cukup kooperatif padanya, ia mau sedikit berbicara tentang dirinya dan keberadaannya disini. Ia memang sudah berada lama di wilayah ini bahkan ketika tanah ini masih berupa tanah kosong tanpa bangunan apapun yang berdiri di atasnya. Dan ketika gudang padi ini dibangunlah, ia memutuskan untuk "tinggal dan menetap" di dalam gudang ini. Ia adalah penghuni tunggal gudang itu. Chun In sempat memperingatkannya agar jangan macam-macam dengan keluarga papa, makhluk itu mengerti dan berterus terang bahwa ia tidak pernah melakukan apapun selama dirinya tidak diusik. Mengenai dirinya yang sempat terlihat oleh manusia, baik almarhum kakek ataupun papa, bisa dibilang itu merupakan hal yang tidak di sengaja. Ia tak bermaksud menakut-nakuti atau menyakiti. Ia tahu selama ini keluarga papa merupakan keluarga baik-baik, dan tidak pernah mengusik keberadaannya walaupun mereka tahu ia ada disini dan sangat ketakutan melihat penampakan dirinya.


"Apakah kau mengetahui rahasia lainnya dari tempat ini?, baik rumah maupun tanah ini?", Chun In melakukan komunikasi secara batin kepada makhluk hitam itu.


"Sayang sekali, anak muda. Itu diluar kendaliku, mungkin kamu bisa mencari tahu sendiri. Carilah rahasia yang kau inginkan itu sendiri, asal tidak menggangguku..", terdengar suara kekehan yang membuat buku Roma bergetar.


Langkah Chun In semakin mendekatkan dirinya ke bagian tengah gudang itu, aroma menyengat yang menyeruak di sekeliling gudang ini cukup menggangu. Ia sekeras mungkin berusaha mengabaikan itu semua dan mulai menatap ke adat sekelilingnya. Ketika langkahnya mulai menginjaki bagian tengah gudang, ia agak sedikit kesulitan untuk berjalan karena banyak ya barang-barang yang tersimpan di sana. Tanah yang menjadi alas gudang ini pun cukup licin, sampai berpegangan dengan benda-benda di gudang itu agar tidak terpeleset. Chun In terus melihat area gudang itu dengan lampu senter pemberian nenek tadi. Lalu, sampailah sinar dari lampu senter itu menerangi salah satu benda yang cukup menarik perhatiannya. Ia mendekati benda itu dan berdiri di jarak aman, sebuah meja rias berdesain lama yang bagian cerminnya pecah berkeping-keping. Ia juga melihat pajangan kecil yang ada di tanah di antara serpihan kaca itu. Chun In mengambil salah satu pecahan kaca itu dengan sangat hati-hati. Ia merasakan sesuatu yang sangat aneh di serpihan pecahan kaca itu. Belum lama serpihan kaca itu ia pegang, terlihat sesuatu yang sangat aneh bersembunyi di balik lemari tua di gudang itu. Walaupun dalam keadaan gelap seperti ini, sosok itu terlihat cukup jelas dan ia merasa yakin bahwa itu adalah "penghuni" dari gudang ini.


"Tunjukkan wujudmu.., saya tidak bermaksud jahat..., aku tau kau yang melakukan itu dibalik cermin yang pecah ini...", Chun In berkata dengan intonasi tenang, namun terdengar sangat serius.

__ADS_1


Begitu ia selesai berucap, ia sangat terkejut karena sosok yang tadi bersembunyi di balik lemari itu, kini susah duduk di bagia. atas lemari itu, dan kini sosok ya terlihat sangat jelas dalam "penglihatan"nya.


"Siapa Kau...?", Chun In menarik napas setenang mungkin, berusaha mengabaikan bau menyengat yang mengitari dirinya di dalam gudang ini.


********


Ikuti terus cerita Author


penasaran kan seperti apa kelanjutannya??


Stay Tune Ya Readers...

__ADS_1


👻Mazukashina 👻


__ADS_2