The Thing About Violet

The Thing About Violet
Terbang ke Tiongkok


__ADS_3

Gasa dan Mada bersitatap dengan penuh kebencian akan satu dengan yang lainnya. Sorot mata keduanya siap untuk saling menerkam. Saat Gasa hendak melesat ke Mada, Violet segera berdiri di tengah mereka dan ia menghadap ke Gasa, "Cukup Mas! kita pulang. Aku akan ikut pulang denganmu"


"Jangan pulang dengannya Vio! dia itu.........."


Vio menoleh ke belakang, "Dia tunanganku. Aku harus pulang dengannya"


Gasa melempar senyum penuh kemenangan ke Mada. Lalu ia menarik Violet dan memasukkan Violet ke dalam mobil.


Mada langsung berteriak kesal.


Violet bertanya saat mobil yang dikendarai oleh Gasa telah melaju di panasnya aspal jalan menuju ke rumahnya Violet, "Kenapa Mas bisa tahu kalau aku di taman safari?"


"Aku menjemputmu tadi dan aku melihat kamu naik ke motor laki-laki brengsek itu. Aku bahkan melihat dia mengikatkan jaketnya ke pinggang kamu, kurang ajar betul dia" Gasa berucap dengan penuh rasa kecemburuan dan dia mencengkeram erat kemudi mobilnya.


"Dia memakai jaketnya untuk menutupi rok-ku Mas. Aku kan pakai rok. Dia temanku, aku kan juga udah kirim pesan text ke Mas tadi, kalau aku pergi sebentar dengan temanku" sahut Violet.


"Kenapa kamu sekarang ini jadi pintar sekali berbohong?"


"Berbohong? aku nggak berbohong, dia benar-benar temanku. Kami murni berteman nggak lebih Mas dan aku juga selalu memberitahu ke Mas kalau aku pergi dengan temanku itu" sahut Violet.


"Aku pernah melihat laki-laki itu di mall. Dia menabrakmu waktu itu dan aku tanya ke kamu apa kamu mengenalnya? kamu menggelengkan kepalaku waktu itu. Kamu ingat?" Gasa semakin erat mencengkeram kemudinya. Dia menahan tangannya untuk tidak melayang dan mendarat di wajah ayunya Violet. Dia ingin menghajar Violet saat itu juga karena, dia selalu memang sangat benci dibohongi.


"Waktu itu ada kesalahpahaman diantara kami dan itu karena dia............."


Gasa lalu meminggirkan mobilnya, dia menginjak rem dengan kasar karena, dia merasa sangat kesal dan kecemburuannya semakin memuncak. Dia melepas sabuk pengamannya lalu melihat ke Violet, "Jika kau hanya berteman dengannya dan memilih aku, maka ciumlah aku sekarang!"


Violet lalu melepas sabuk pengaman dan mencium pipinya Gasa.


"Bukan di pipi. Aku menuntut ciuman pertama darimu. Buktikan kalau dia hanya teman bagimu. Cium aku!" Gasa menatap tajam ke Violet.


Violet tampak ragu dan bergeming.


Plak! Tiba-tiba Gasa menampar Violet dengan sangat keras dan ia seketika itu juga menarik Violet masuk ke dalam pelukannya. Ia peluk erat Violet sampai Violet merasa sesak napas dan kesakitan, "Mas, uhuk-uhuk. Lepaskan aku Mas! Sakit nih"


Gasa melepaskan Violet tapi ia masih memegang bahunya Violet, "Maafkan aku! aku menamparmu lagi. Itu agar kamu sadar bahwa hanya ada aku yang mencintaimu dengan sangat besar. Aku tidak ingin kamu berpaling ke laki-laki lain dan meninggalkan aku"


Violet mendorong Gasa dengan keras lalu dengan gerakan super cepat, ia melompat keluar dari dalam mobilnya Gasa lalu berlari sekencang-kencangnya dan di saat Gasa hendak melajukan mobilnya untuk mengejar Violet, ada sebuah mobil menepi, dan Violet masuk ke dalam mobil itu.

__ADS_1


Saved by the bell, Mira sahabatnya Violet melintas di jalan itu. Mira menoleh ke Violet, "Kenapa Pipi kamu? kenapa kamu bisa ada di pinggir besar jalan ini? kenapa kamu berlari dan ........."


"Jangan banyak tanya! Antarkan saja aku ke dermaga Marina"


"Hah?! kau mau apa ke dermaga?" tanya Mira.


"Aku ingin menemui seorang teman"


"Apa aku ini bukan temanmu? dan kau nggak mau cerita ke aku?" tanya Mira.


"Aku akan ceritakan ke kamu semuanya nanti. Masalah ini hanya ingin aku bicarakan sama dia dulu" sahut Violet.


Saat sampai di dermaga Marina, Violet menoleh ke Mira, "Terima kasih. Pulanglah! aku akan baik-baik saja di sini"


"Baiklah, hati-hati! kalau kau butuh aku, langsung kabari aku ya!" Pinta Mira.


"Terima kasih" Violet memeluk Mira lalu ia melesat meninggalkan Mira menuju ke blok B28.


Mada yang tengah merenung di buritan kapal, segera turun dari kapal dan menyambut violet, "Kenapa menangis, kenapa pipi kamu merah lagi?"


Setelah merasa agak tenang, Violet melepaskan pelukannya lalu bertanya, "Aku boleh naik ke kapal kamu?"


"Tentu saja boleh" Mada langsung menarik pelan tangannya Violet dan membantu Violet naik ke atas kapalnya.


Violet duduk di buritan kapal dan Mada menyerahkan satu botol air mineral dingin ke Violet. Violet langsung meminum setengah dari isi botol itu lalu menghela napas panjang.


Mada duduk di depannya Violet lalu menempelkan kompresan air hangat di pipinya Violet secara perlahan, "Maaf, tapi pipi kamu perlu untuk segera dikompres"


Mada menaruh tangannya Violet di kompres itu lalu ia menarik tangannya dari kompresan itu.


Violet memegang kompresan dan menatap Mada, "Mas Gasa nama tunanganku tadi, dia sudah dua kali ini menamparku'"


"Hah?! dia itu banci ya, tega benar menampar seorang cewek apalagi itu tunangannya sendiri. Apa dari dulu dia memang seperti ini? suka berlaku kasar padamu?"


Violet menggelengkan kepalanya, "Aku menerima dia masuk ke dalam hidupku dan sampai pada tahap bertunangan karena aku lihat dia bersahaja, cerdas, mirip dengan almarhum Kakekku dan lembut seperti Papaku. Aku nggak nyangka makin ke sini dia berubah menjadi kasar dan menakutkan"


Mada bangkit sambil berkata dengan kilat amarah di matanya, "Aku akan bikin perhitungan dengannya, dasar brengsek!"

__ADS_1


Violet langsung menarik lengannya Mada untuk duduk, "Apa kau tahu di mana rumahnya?"


Mada meringis, "Ah! sial! benar juga, aku nggak tahu di mana rumahnya dan pasti kau nggak akan mau memberitahukan di mana dia tinggal"


Violet tersenyum geli lalu berkata, "Aku kangen sama kakek-kakekku dan nenekku. Apa kau mau menemaniku mengunjungi makam mereka?" tanya Violet.


"Oke, aku akan temani kamu dan di mana makam kakek dan nenekmu?" tanya Mada.


"Di Tiongkok" jawab Violet.


"Hah?!" Mada langsung ternganga.


"Aku dapat cuti dari direkturku selama satu Minggu setelah acara wisudaku kemarin lusa dan aku memutuskan akan menghabiskan waktu seminggu itu di villa kakekku, di Tiongkok"


"Maaf aku tidak bisa datang di acara wisuda kamu lusa kemarin karena, ada masalah di bar-ku"


"Nggak apa-apa. Kau kan udah kirim pesan text ucapan selamat ke aku. Gimana, jadi nggak menemani aku ke Tiongkok? Biasanya aku pergi dengan Mama dan Papa tapi, Minggu ini Mama dan Papa sibuk banget"


"Kenapa kau ingin pergi denganku?" tanya Mada.


"Karena kau temanku dan kau laki-laki. Kau lebih bisa aku andalkan daripada sahabatku Mira yang super ceriwis dan ceroboh itu, hehehehehe"


Mada tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya, "Oke, aku akan menemanimu"


"Kita berangkat sekarang, bisa?"


"Wah! kau impulsif juga ya ternyata. Oke lah aku siap kapanpun tapi, kau tidak bawa koper dan......."


"Ada black card di dompetku, ini jauh lebih penting daripada sebuah koper, hehehehe" Violet berkata sambil menepuk tasnya.


Mada tersenyum lebar lalu berkata, "Oke, kita ke bandara sekarang. Tapi, kau udah pamit sama Mama dan Papa kamu?"


"Sudah" sahut Violet.


"Oke, kita berangkat" sahut Mada.


Beberapa jam kemudian, Violet dan Mada telah berada di dalam pesawat menuju ke Tiongkok dan di Tiongkok nanti, akan ada banyak kejutan bagi Mada dan membawa perubahan di hubungan Mada dan Violet.

__ADS_1


__ADS_2