
Katherine menelepon seseorang di luar sana dan langsung menyemprotkan tanya, "Kau sudah temukan alamat gadis brengsek sok suci itu?"
"Sudah Bu Bos. Dia, Violet Cinta Elruno, nama lengkapnya, adalah anak dari seorang konglomerat. Dia dari keluarga terpandang, Keluarga Elruno. Saya akan kirimkan alamat gadis itu ke ponsel anda via pesan text" sahut mata-mata yang dibayar oleh Katherine selama ini, untuk memata-matai Mada.
Katherine tersenyum lebar sambil terus menatap ponselnya, "Perumahan elit, kelas kakap juga ternyata keluarga kamu ya.Tidak kusangka, suamiku ternyata cowok matre, cih! aku akan ke rumahmu besok pagi-pagi buta, manisku Violet. Aku akan kasih kejutan terindah di hidupmu, hahahahaha.
Gasa mencengkeram kemudi mobilnya. Dia bergegas ke rumah sakit saat mendapatkan kabar dari Mamanya Violet kalau Violet telah kembali ke Indonesia dan langsung berdinas di rumah sakit. Namun, di saat Gasa hendak turun dari mobil, ingin segera melancarkan rayuannya untuk memenangkan hatinya Violet dan agar Violet mau memaafkannya, dia melihat Mada memeluk Violet dengan erat. Mada mencium kedua pipi dan keningnya Violet dan melambaikan tangan ke Violet dengan wajah penuh cinta.
"Adikku ternyata menikungku. Kurang ajar!" Gasa memutuskan tidak jadi turun dan memilih untuk mengikuti Mada. Di dalam mobilnya, sambil tekun menatap bodi belakang mobilnya Mada, Gasa bergumam, "Kau itu sentimentil dan aku akan memanfaatkan kelemahan kamu itu untuk melepaskan Violet, cih! kau belum tahu siapa Abang kamu ini, adikku Mada sayang!" Gasa tanpa sadar terus mencengkeram kencang kemudi mobilnya dan terus mengikuti ke mana pun arah perginya mobil Mada.
Saat ia sampai di dermaga, Gasa mengerutkan keningnya. Setelah Mada turun dan tidak nampak punggungnya, Gasa memutuskan untuk turun dan mengikuti langkahnya Mada. Gasa berjongkok di depan sebuah kapal yang parkir di sebelah kapalnya Mada, "Dia hanya tinggal di kapal aja belagu. Berani benar dia menggoda tunanganku, cih!" Gasa berdengus kesal penuh kecemburuan dan amarah.
Gasa bisa melihat seorang wanita cantik nan seksi, berambut hitam, lurus, indah, dan panjang. Dari tempat persembunyiannya, Gasa bisa menangkap semua percakapannya Mada dan wanita seksi itu. Gasa langsung mengepalkan tangannya, "Cih! cerai? kau akan ceraikan istrimu demi mendapatkan Violet ternyata. Dasar brengsek! aku nggak akan biarkan kamu memiliki Violet. Nggak akan pernah aku biarkan" Gasa lalu meninggalkan tempat persembunyiannya dan kembali masuk ke dalam mobilnya.
Gasa dengan sabar menunggu Mada balik ke mobil karena, ia yakin Mada nggak akan tinggal di kapalnya Mada malam itu dan benar dugaan Gasa. Mada muncul dengan wajah masam ditekuk dan masuk kembali ke dalam mobil. Gasa kembali mengikuti arah perginya mobilnya Mada.
Satu jam kemudian, Mada dan Gasa sampai di pelataran parkir sebuah hotel bintang lima. Gasa menunggu di dalam mobil selama dua puluh lima menit sambil mengantongi secarik kertas yang ia ambil dari dalam laci dashboard mobilnya.
Gasa bertanya ke resepsionis dan beberapa menit kemudian dia sudah berdiri di depan pintu kamarnya Mada dengan didampingi oleh seorang Bell Boy.
Mada membuka pintu dan langsung menautkan alisnya, "Kau? mau apa kau ke sini?"
__ADS_1
Gasa memberikan tip ke Bell Boy dan setelah Bell Boy itu pergi, dia berkata ke Mada, "Ada yang ingin aku bicarakan"
Mada berpikir kalau Gasa menemuinya berkaitan dengan Violet dan dia berpikir itu adalah keuntungan baginya karena, dia akan mengatakan ke Gasa kalau dia dan Biolet saling mencintai. Untuk itulah ia membuka lebar-lebar pintu kamarnya dan mempersilakan Gasa untuk masuk.
Mereka duduk berhadapan dengan canggung.
"Aku ingin katakan sesuatu" sahut Gasa dan Mada secara bersamaan.
Mada lalu mengalah, "Oke kau duluan saja! katakan apa maksudmu datang ke sini mencariku?"
Gasa merogoh saku kemejanya lalu menyerahkan secarik kertas ke Mada dengan kata, "Papa menemuiku kemarin dan kasih kertas itu. Buka dan bacalah! kau akan tahu maksud kedatanganku kemari"
Mada mendongakkan wajahnya untuk menatap Gasa dengan tangan mengibas-ngibaskan kertas itu, ia bertanya, "Apa maksudnya ini?"
"Kita Kakak dan Adik. Kau adikku dari Ibu yang beda. Ibukku bernama Fang Yin. Ibukku membuangku ke panti asuhan sejak aku dilahirkan. Kau jauh lebih beruntung dariku. Kau bisa mengenal dan merasakan kasih sayang dari seorang Ibu sedangkan aku, aku bahkan tidak tahu bagaimana wajah ibukku" Gasa langsung bersandar ke sofa, melipat tangan dan mulai berakting dengan memandang Mada dengan wajah lesu penuh dengan kesedihan dan keterpurukkan.
Mada langsung terkulai lemas tangannya dan dia biarkan begitu saja saat kertas hasil tes DNA itu terlepas dari genggaman tangannya dan melayang kemudian jatuh menggelepar di atas lantai. Mada menyugar rambutnya dengan kedua tangannya lalu bertanya, "Kapan Papa menemuimu?"
"Kemarin" sahut Gasa. Gasa berbohong karena, sesungguhnya, Ivan Goh telah menemuinya beberapa tahun yang lalu sebelum ia datang ke pesta Akbar para pengusaha muda dan bertemu dengan Violet di sana, untuk pertama kalinya. Ivan Goh yang mengatur pertemuannya dengan Violet dan Ivan Goh langsung memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Gasa saat Gasa berhasil memacari Violet dengan cara memberikan perusahaannya Ivan Goh yang ada di Jerman.
Gasa menuruti semua permintaan Papanya karena, ia merasa bahagia akhirnya ia memiliki seorang Papa. Namun, lambat laun ia menyesali telah memiliki rasa sayang untuk seseorang yang super egois seperti Ivan Goh.
__ADS_1
"Kau tidak ingin memeluk Kakak kamu?" Gasa bertanya ke Mada dengan akting yang sempurna layaknya seorang Kakak yang tulus menyayangi Adiknya.
Mada tanpa sadar berdiri dan memeluk Gasa. Dia merasa lega, akhirnya ia memiliki seseorang di dunia ini yang bisa ia sayangi yakni seorang Kakak walaupun bukan Kakak sekandung. Gasa menyeringai senang saat ia memeluk Mada. Gasa lega, aktingnya berhasil mengelabui Mada dan mimik wajah menyedihkannya berhasil memerangkap sentimentilnya Mada.
Mada lalu melepaskan pelukannya dan balik kembali ke tempat duduknya semula sambil bertanya, "Ceritakan soal masa lalunya Kakak!" Mada melupakan niat awalnya soal Violet karena, rasa bahagianya menerima kenyataan indah bahwa ia ternyata memiliki seorang Kakak, tengah memabukkannya saat itu.
Gasa tersenyum dan berkata, "Aku dibuang sejak aku dilahirkan oleh wanita yang bernama Fang Yin. Entah di mana Ibuku itu sekarang ini berada, aku tidak tahu. Papa juga tidak tahu di mana Ibukku saat ini. Lalu saat aku berumur tiga tahun, aku diadopsi oleh keluarga Aefar. Awalnya aku disayangi tapi saat mereka akhirnya memiliki anak mereka sendiri, aku langsung diabaikan. Aku sering dihajar untuk masalah sepele, jika anak kandung mereka terjatuh dengan sendirinya, aku yang disalahkan. Aku sering dikurung di loteng atas rumah mereka, tanpa dikasih makan"
Mada langsung bangkit, duduk di sampingnya Gasa dan merangkul bahunya Gasa, "Ternyata hidup Kakak sangat menyedihkan"
"Iya. Aku menderita siksaan fisik dan batin selama ini. Aku bahkan lupa apa itu senyum dan tawa sampai aku secara tidak sengaja bertemu dengan Violet di sebuah pesta. Aku senang dan cocok mengobrol dengan Violet. Aku langsung jatuh cinta pada Violet pada pandangan pertama dan Violet yang mengenalkan aku kembali pada apa itu tawa dan senyum" sahut Gasa.
Mada langsung tertegun. Mada teringat kembali akan niat dia semula yang ingin mengatakan ke Gasa kalau Violet dan dirinya saling mencintai. Tapi setelah mendengar kisah Gasa, Kakaknya dari Ibu yang berbeda itu, membuat Mada menjadi tidak tega mengungkapkan hubungan dia dan Violet.
Ah sial! kenapa kisah Kak Gasa sangat memilukan. Aku jadi nggak tega mengatakan kalau aku dan Violet saling mencintai. Batin Mada.
"Aku akan mati jika kehilangan Violet. Mungkin aku akan bunuh diri jika Violet pergi dariku dan......."
"Stop!" Mada langsung memekik kencang, "Jangan katakan soal mati dan bunuh diri, jangan Kak, kumohon!" Mada berucap serius sambil merangkul erat bahunya Gasa. Gasa langsung memeluk Mada dan berkata, "Terima kasih sudah menerimaku sebagai Kakak kamu dan terima kasih sudah menyayangiku"
Beberapa menit kemudian setelah Gasa meninggalkannya, Mada termenung di atas ranjangnya dan bergumam, "Kenapa harus ada Kakak diantara aku dan Violet? Aku sudah menjadi penjahat di sini. Aku nekat merebut tunangannya Kakakku sendiri. Apa yang harus aku lakukan? Aku juga tidak ingin kehilangan Violet. Ah sial!" Mada langsung menghentakkan tubuhnya di atas kasur dan alhasil, sepanjang malam, dia tidak bisa memejamkan kedua matanya sama sekali.
__ADS_1