The Thing About Violet

The Thing About Violet
Mada Cemburu


__ADS_3

Dokter Bayu Darsono memejamkan kedua matanya dan bergerak maju semakin mempersempit jarak di antara wajah tampannya yang selalu murah senyum itu dengan wajahnya Violet. Napasnya menderu saat seluruh indranya tidak berdaya lagi menyerah kalah untuk menolak perintah dari otaknya yang sudah diselubungi oleh gairah. Otaknya memerintah dengan keluguannya ke bibirnya Dokter Bayu untuk menemukan keberadaannya bibir Violet.


Violet langsung mendorong wajah tampan pria yang penuh simpati itu. Dan Dokter Bayu Darsono segera bangkit dan dengan wajah canggung berbalut linglung di berkata, "Maaf! emm, i.......itu, anu, emm, aku hanya ingin mengecek suhu tubuh kamu dengan cara menempelkan keningku ke kening kamu. Maafkan aku jika tindakanku tadi membuatmu ......"


"Nggak papa Kak. Kalau niat Kakak hanya ingin mengecek suhu tubuhnya dengan cara seperti itu sih gak papa tapi, lain kali kasih tahu dulu jadi, aku tidak......emm, maafkan aku, tadi aku mendorong wajahnya Kakak. Maafkan ketidaksopananku Kak"


"Ah! hahahaha" Dokter Bayu tersenyum lebar dengan rona merah di wajah. Dia mengelus tengkuknya lalu berkata, "Aku akan transfer uang untuk pembayaran rumah suami kami sebentar lagi dan, emm, aku balik dulu ke ruanganku" Dokter Bayu menganggukkan kepalanya ke Violet lalu berbalik badan dan berlari kecil meninggalkan ruang kerjanya Violet sambil berlari kecil.


Violet menatap punggung Dokter Bayu yang semakin menjauh dengan bergumam, "Ada apa dengannya? kenapa sikapnya aneh?"


Violet kemudian memutar pantatnya, duduk di tepi ranjang, lalu turun dan memakai kembali sepasang sepatu sneakers mahalnya yang berwarna putih polos. Setelah sepatunya terpasang apik kembali di kedua kakinya, Violet berjalan ke kursi kerjanya kembali.


Violet kemudian bertopang dagu di atas meja kerja berbentuk persegi panjang itu. Lalu Violet melamun. Dia melamunkan nasibnya yang sangat menyedihkan. Dia hanya menginginkan tidak kesepian tapi kenapa yang ada hanyalah kehampaan, dia menginginkan kebahagiaan tapi yang menghampirinya justru kesedihan yang bertubi-tubi. Dia menginginkan cinta tapi yang ada hanyalah harapan kosong.


Violet kemudian bergumam, "Kenapa kisah cintaku tidak seindah kisah cinta Kakek Nenek, Pakdhe Budhe, Tante Om, Kak Barnes dan Kak Bryna, juga tak seindah kisah cinta Papa Mamaku sendiri. Apa dosaku, Tuhan?"


Tiba-tiba Violet tersentak dari lamunannya saat pintu ruang kerjanya diketuk oleh seseorang. Violet menyahut, "Masuk!" Dan perawat wanita yang menjadi asistennya di hari itu melongokkan kepalanya dan bertanya, "Sudah enakan Dok?"


Violet tersenyum dan menjawab, "Sudah"


"Boleh saya panggil pasien berikutnya?" tanya perawat wanita yang bertubuh sintal.


Violet tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena, ia merasakan pening di kepalanya sudah mendingan setelah mengobrol singkat dengan Dokter Bayu Darsono.

__ADS_1


Di menit berikutnya, Violet mulai berjibaku dengan tugas dan kewajibannya sebagai dokter spesialis penyakit dalam sampai jam makan siang tiba. Violet merasakan pengap makan di dalam ruang prakteknya maka, ia lalu bangkit dan meraih tasnya untuk pergi makan siang di luar.


Dokter Bayu Darsono segera berlari kecil mendekati Violet saat penglihatannya menangkap sosoknya Violet yang sedang membuka pintu mobil dan hendak melangkah masuk dan, "Tunggu!" Dokter Bayu berteriak untuk mencegah Violet masuk ke dalam mobil.


Violet kembali mengeluarkan kaki kirinya yang sudah masuk ke dalam mobil lalu menoleh ke arah suara. Dia kemudian melihat Dokter Bayu melambaikan tangannya lalu berhenti di depannya dengan napas terengah-engah.


Dokter Bayu Darsono bertanya, "Tumben kau pergi ke luar di jam makan siang. Biasanya kau makan siang di dalam ruang praktek kamu, kan?"


Violet tersenyum tipis dan berkata, "Aku merasa jenuh makan di ruanganku hari ini. Entah kenapa aku ingin makan dengan melihat polah tingkah orang-orang di sekitarku, Kak"


"Kau mau ke mana?" tanya Dokter Bayu.


Violet mengangkat kedua bahunya dan berkata, "Nggak tahu"


Violet tampak ragu dan Dokter Bayu kembali mengeluarkan kata, "Kau habis didera rasa pening yang hebat,kan? bisa jadi kamu akan terserang lagi pas di jalan nanti. Maka lebih baik ikut aku saja. Aku akan membawamu ke tempat yang asyik, ayok!" Dokter Bayu mengayunkan tangan kanannya dan Violet akhirnya menutup dan mengunci kembali pintu mobilnya.


Dokter muda dengan wajah yang murah senyum dan masih lajang itu, melajukan mobilnya setelah ia melirik Violet telah memasang sabuk pengamannya.


"Aku akan mentraktir kamu makan siang hari ini" ucap Dokter Bayu sambil tersenyum dan melirik sekilas ke Violet.


Violet tertawa ringan dan menoleh ke Dokter Bayu, "Bukannya kebalik ya? Harusnya aku yang mentraktir Kak Bayu karena Kakak udah membeli rumah suamiku dengan harga yang wajar"


"Hahahaha santai aja mumpung aku ada uang dan menginvestasikan uang kita untuk rumah kan nggak ada salahnya dan aku senang jika kau senang" sahur Dokter Bayu.

__ADS_1


Mada telah menyelesaikan sidang pertamanya dengan kasus yang rumit yang dialami oleh kliennya. Sidang pertamanya itu lumayan alot dan menguras habis pikiran dan tenaganya Mada. Untuk itulah, Mada memutuskan untuk mampir ke restoran yang terdekat dengan gedung pengadilan.


Mada masuk ke dalam restoran itu dan memilih meja yang dekat dengan dengan jendela. Mada memesan kue cokelat dan satu cup es kopi hitam sebagai makanan pembuka dan memesan nasi goreng untuk makanan utama.


Kopi dan kue yang Mada pesan, dihidangkan terlebih dahulu sebelum main course.



Mada membiarkan kue dan es kopi hitam menontonnya bekerja karena, ia lebih memilih menatap tabletnya terlebih dahulu sebelum menikmati yang manis-manis.


Violet dan Dokter Bayu Darsono melangkah masuk ke restoran dengan interior yang menurut Violet kurang cocok dengan menu yang ditawarkan restoran tersebut. Menu yang ditawarkan terkesan dewasa namun, interiornya tampak girly dan kekanak-kanakan.


"Saya pesan nasi goreng tradisional dan es susu cokelat" Violet menoleh ke pramusaji restoran yang berdiri di samping mejanya lalu Violet menoleh ke Dokter Bayu, "Emm, aku boleh kan pesan es susu cokelat biasa?"


"Boleh saja. Asal tidak membuatmu mual, semua makanan boleh kau makan di awal kehamilanmu ini" sahut Dokter Bayu.


Sambil menunggu makanan yang mereka pesan datang, Dokter Bayu dan Violet mengobrol ringan membahas interior restoran tersebut dan Mada langsung menurunkan tabletnya ketika kedua indra pendengarnya menangkap suara merdu kekasih hatinya dan benar, Mada menemukan sosoknya Violet duduk di meja yang berada tidak jauh dari mejanya dan duduk membelakanginya.


Mada lalu menutup tabletnya, ia letakkan dengan kasar tablet itu di atas meja, kemudian ia memakan kuenya hanya dalam dua kali suapan karena, hatinya mulai terbakar cemburu.


Mada bergumam, "Siapa laki-laki itu?"


Lalu Mada menggenggam erat ujung garpu yang ia pegang saat ia menangkap sorot mata pria asing yang belum pernah ia jumpai itu dan membuat Mada langsung mengumpat, "Sial! pria itu menaruh hati pada Cintaku" Mada semakin mengeraskan wajahnya karena terbakar cemburu dan kembali bergumam, "Berani benar ia tebar pesona di depan Cintaku, dasar brengsek!"

__ADS_1


__ADS_2