The Thing About Violet

The Thing About Violet
Pujaan Hati


__ADS_3

Galvin melesat masuk ke dalam kantornya Gasa dan langsung menarik kerah jasnya Gasa, "Kau apakan Violet? kau apakan dia sampai di pergi dari rumahmu, hah?!"


Gasa.menepis tangannya Galvin lalu ia tersenyum dan kembali mengeluarkan tanya dengan wajah santai, "Siapa bilang Violet pergi dari rumahku?"


Galvin menghunus tatapan tajam ke Gasa"Kau meneleponku tadi. Kau mencari Violet kan? itu berarti........."


"Vio ada di rumah temannya. Dia lembur semalam dan ketiduran di sana tanpa sempat memberitahuku" ucap Gasa dengan santainya.


"Okay. Aku nggak akan mengganggumu lagi" Galvin langsung berputar badan pergi meninggalkan Gasa.


"Hah! dasar bodoh! tapi apa dia emang begitu? mudah sekali untuk dibohongi? aish bodo amat! aku akan fokus ke Violet. Di mana dia berada saat ini" gumam Gasa.


Galvin masuk ke dalam mobilnya dengan senyum tipis, "Dasar pembohong. Dan ada berapa banyak lagi kebohonganmu Gasa? Aku akan membongkarnya satu per satu karena, kamu sudah berani mengusik The Elruno"


Sementara itu, di pondoknya Ivan Goh, Violet langsung menyendok ca.sayur sederhana masakannya Mada setelah ia menelepon Galvin untuk memberikan kabar ke Galvin kalau dia aman bersama Mada


"Enak?" tanya Mada dengan mimik wajah gugup. Mada takut kalau Violet tidak menyukai masakannya.


Violet mengunyah satu sendok sayur yang sudah mendarat manis di dalam mulutnya lalu mengacungkan ibu jarinya ke Mada sambil tersenyum lebar.


Mada langsung menghela napas lega, "Syukurlah kalau kau suka"


"Aku nggak pernah rewel soal makanan. Karena, aku nggak pintar masak, hehehehe" Violet meringis ke Mada.


"Tapi, omelet bikinan kamu yang terakhir kali kamu kasih ke aku, enak banget. Kopinya juga pas"


"Yang mana? yang di Tiongkok atau yang aku tinggalkan di kapal?" tanya Violet dengan senyum jahilnya.


Mada tersemyum lalu mengelus tengkuknya, "Hehehehe, yang.......di kapal. Tapi, yang di Tiongkok juga lumayan kok"


"Lumayan amburadul ya. Aku bikin lagi waktu itu karena, aku ingin sarapan denganmu di kapal waktu itu. Lalu Mamaku mencicipinya dan langsung melepehnya. Aku jadi ikutan makan secuil dan langsung pengen muntah. Rasanya asin banget dan pedas pol karena kebanyakan merica. Aneh pokoknya. Tapi, kamu kok bilang enak dan lahap banget makannya pas di Tiongkok?"


Mada kembali mengelus tengkuknya, "Karena itu adalah masakan pertama kamu jadi terasa enak bagiku"


Violet tersenyum lebar ke Mada, "Terima kasih"


"Untuk apa?" tamya Mada dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Untuk semuanya"


"Apa itu berarti, kau masih mencintaiku?" Mada bertanya serius dan Violet segera bangkit dan memekik, "Astaga! sudah jam segini, aku harus segera mandi" Violet segera melesat ke kamar mandi untuk menghindari pertanyannya Mada.


Mada hanya bisa mengikuti ara geraknya Violet sambil menghela napas panjang.


Beberapa menit kemudian, Mada membawa Violet ke Dojo miliknya Jojo. Mada mengembalikan motornya Jojo dan ia menelepon Edo untuk menjemputnya di tempatnya Jojo, mengantarnya ke rumahnya, dan kemudian mengantarnya ke bandara.


Sesampainya di rumah, Ratna ternyata sudah berangkat ke kantor. Ratna memutuskan untuk naik bus ke kantor biar cepat.dan terhindar dari kemacetan.


"Aku ajak kamu ke rumahku dulu nih. Aku mau ambil baju ganti dan beberapa berkas untuk aku bawa ke luar kota" Mada berucap sambil berlari masuk ke.kamarmya dan membiarkan pintu kamarnya terbuka lebar


"Aku baru sadar kalau pekarangan ini, milik Budheku. Ada dua bangunan kan? Dulu aku pernah bermain ke sini waktu masih kecil. Waktu Budhe Chery, belum ke Amerika. Dulu di sini ditanami banyak pohon buah. Ada mangga, alpukat madu, jeruk, dan kelengkeng"


"Sepertinya masih ada beberapa pohon itu di belakang" sahut Mada.


"Benarkah? kapan-kapan kita makan buah ya di belakang" Ucap Violet dengan nada riang.


Mada menoleh sekilas ke Violet sambil memasukkan baju-bajunya ke dalam koper dan menyahut, "Hmm"


Mada lalu pergi ke dapur. Tanpa sadar,.ia mengambil kotak bekal makanan yang dulu Violet tinggalkan di kapalnya. Mada mengisi kotak bekal makanan itu dengan dua buah roti isi yang dia buat dengan super cepat dan Violet langsung nyeletuk, "Kau masih menyimpan kotak makan itu?"


Violet tersentuh hatinya lalu ia mengambil kotak makan itu dan ia masukkan ke dalam tas selempangnya Mada. Setelah menutup tas selempangnya Mada, Violet berjinjit dan mencium pipinya Mada, "Kamu mandi juga ya ternyata. Berandalan yang manis, hehehehe"


"Jika kita tidak sedang dikejar oleh waktu, aku sudah memagut bibirmu saat ini" Mada berucap sambil terus menatap bibir pink alami miliknya Violet.


Violet menjauhkan wajahnya dari wajahnya Mada lalu menjulurkan lidahnya, "Aku nggak akan biarkan kamu menciumku terus" Lalu Violet berputar badan dan berjalan pergi menuju ke halaman depan. Mada menyusul langkah Violet sambil terus membahanakan tawa riangnya.


Satu jam kemudian, Violet dan Mada telah berada di dalam pesawat dan terbang ke kampung halamannya Mamanya Mada. Mada mendapatkan klien di sana dan sambil menyelam minum air, Mada ingin menyelidiki kematian Mamanya. Mada akan ke rumah Mamanya dan mencari beberapa petunjuk di sana. Mada sangat berharap, sekecil apapun petunjuk yang dia peroleh di rumah Mamanya, itu akan bisa membantunya menemukan pembunuh Mamanya.


Violet memperlihatkan sikap posesif dan cemburu tanpa ia sadari saat ada seorang pramugari yang bersikap sangat ramah kepada Mada dan semakin ramah saat Mada menjawab pertanyaan pramugari itu kalau ia belum menikah.


Violet langsung mengerucutkan bibirnya dan mengambil majalah untuk ia pakai menutupi wajah cemburunya.


Mada menoleh ke Violet lalu berbisik ke Violet, "Aku tahu kamu pura-pura baca"


"Jangan sok tahu"

__ADS_1


"Aku nggak sok tahu. Kamu pegang majalahnya terbalik" Mada mengulum bibir menahan senyum.


Violet lalu meletakan majalah itu ke tempatnya semula dan ia melipat tangannya dengan wajah kesal.


"Kau kesal kenapa? kamu lapar? pengen camilan? aku ambilkan ya" Mada hendak bangkit dan Violet langsung menahan lengannya Mada.


Mada duduk kembali lalu menoleh ke Violet dengan heran, "Kamu kenapa? sakit? mual?"


Violet menoleh ke Mada dengan wajah kesal, "Jangan urusi aku! urusi saja tuh si pramugari yang muda dan cantik"


"Kok jadi ngebahas pramugari nih?" Mada menatap Violet dengan wajah heran.


"Karena kamu membanggakan diri kamu yang masih belum menikah, ke pramugari itu tadi" Violet menjawab ketus pertanyaan yang dilontarkan oleh Mada.


"Lho pramugari tadi nanya, apa aku sudah menikah.Aku jawab belum menikah, emang salah ya? aku kan memang belum menikah" Mada semakin mengerutkan dahinya.


"Pikir aja sendiri!" Violet berucap tanpa menoleh ke Mada


ada membeliakkan matanya ke Violet dengan senyum ceria, "Kau cemburu? kalau kamu cemburu? berarti kamu......kamu masih mencintaiku?'


Violet spontan menoleh dan melotot ke Mada dengan kesal, "Siapa yang cemburu? siapa yang masih mencintaimu?" Violet lalu berbisik ke Mada, "Ingat! aku ini sudah menikah dan kau belum menikah"


Mada tersenyum lebar lalu menunduk ke Violet dan ia berhasil mencuri kecupan di bibirnya Violet. Violet mendelik ke Mada dan memekik lirih, "Kenapa menciumku lagi?"


"Kenapa?.nggak boleh ya?"


"Iya nggak boleh. Karena, kamu genit dengan cewek lain" Violet melipat tangan dan semakin melancipkan bibirnya lalu memejamkan kedua matanya.


Saat pramugari yang ramah sekali kepada Mada datang kembali ke kursinya Mada dan Violet untuk menawarkan camilan, Mada berucap, "Pujaan hati saya sedang tidur"


"Oh! Nona ini pacar Anda?" tanya pramugari tersebut.


Mada menganggukkan kepalanya lalu berkata, "Iya. Saya sangat mencintainya"


"Oh begitu ya. Semoga langgeng ya hubungan Anda dengan pacar Anda"


"Terima kasih" Sahut Mada.

__ADS_1


Violet yang bisa mendengarkan semua percakapan itu karena sebenarnya ia tidak sedang tidur, tanpa ia sadari, iaengupas.senyum puas di wajah cantiknya dan Mada kembali berbisik di telinganya Violet, "Kamu mimpi apa? kok senyum-senyum?"


Violet langsung memasang wajah datsr kembali dan diam saja mematung tanpa membuka kedua matanya karena ia malu. Mada hanya bisa tersenyum lebar penuh cinta menatap tingkah lucunya Violet.


__ADS_2