The Thing About Violet

The Thing About Violet
Mada dan Dokter Bayu


__ADS_3

Mada langsung dibantu oleh Galvin dan Rata u tuk kembali berdiri tegak. Lalu mereka masuk ke dalam mobilnya Galvin dan Galvin langsung membawa Ratna dan Mada ke rumah sakit jiwa tempat.Gasa Aefar menjalani masa penyembuhannya, yang telah terbakar hebat.


Mada berkata sambil menoleh ke Galvin, "Korban jiwanya ada berapa?"


"Belum tahu" Sahut Ratna. "Dan untungnya, Galvin pas cuti hari ini" Ratna menambahkan kata-katanya lagi.


Galvin terus diam, dia masih merasa syok mendengar rumah sakit tempat ia berkarya dan berdinas, terbakar hebat.


"Vio udah tahu?" Mada kembali menoleh ke Galvin.


Galvin hanya menggelengkan kepalanya untuk merespons pertanyaannya Mada.


Ratna kembali menyahut dari jok belakang, "Aku udah menghubungi Pak Elmo sebelum menemui kamu tadi dan Pak Elmo berkata, kalau ia akan menjemput Violet ke rumah sakit tempat Violet berdinas"


"Semoga Vio bisa bersabar dan semoga berita buruk ini, tidak membuatnya syok berat" Sahut Mada.


Sesampainya di rumah sakit jiwa tersebut, Mada, Galvin dan Ratna bergegas turun dari mobilnya Galvin dan berhasil menerobos barikade kepolisian dengan menunjukkan name tag-nya (tanda pengenalnya).


Galvin sedikit bisa bernapas lega saat ia menjumpai, hanya bagian sayap kiri dari rumah sakit jiwa itu yang terbakar dan hanya ada satu korban jiwa yang diduga adalah Gasa Aefar karena, yang menempati ruang karantina VVIP nomer lima adalah pasien yang bernama Gasa Aefar. Pihak kepolisian sudah mengevakuasi jasad yang terbakar total dan hampir menjadi abu yang diduga adalah Gasa Aefar itu.

__ADS_1


Gavin menemui kepala tim penyidik dari pihak kepolisan yang ada di tempat kejadian perkara siang itu dan kepala tim penyidik itu hanya berkata bisa berkata, "Kita tunggu hasil tes DNA dulu. Sekitar satu bulan hasilnya baru bisa keluar, untuk memastikan apa benar jasad itu adalah pasien rumah sakit jiwa ini yang bernama Gasa Aefar. Tapi, saya rasa akan sangat sulit untuk bisa mengidentifikasi jasad itu karena, kondisinya sudah rusak parah"


Galvin, Mada dan Ratna, hanya bisa menghela napas panjang. Mada kemudian nyeletuk, "Kenapa hanya sayap kiri dari gedung rumah sakit jiwa ini yang terbakar?"


Kepala tim penyidik dari kepolisian itu menjawab, "Sejauh yang saya lihat tadi, kebakaran terjadi karena lilin yang ada di kamar VVIP nomer lima yang dinyalakan oleh si pasien, menyambar gorden dan kebakaran mulai terjadi. Dan sepertinya, pasien terbakar dengan kondisi yang sangat parah karena, pasien tengah tertidur lelap dan karena pintu terkunci rapat, para tim medis lebih memilih menyelamatkan pasien yang tampak terlebih dahulu dan saat mereka teringat akan pasien di kamar VVIP nomer lima itu, kebakaran sudah menggila dan tidak ada yang berani masuk ke dalam untuk menyelamatkan pasien di kamar VVIP nomer lima tersebut"


Mada, Galvin dan Ratna kemudian menoleh ke arah bunyi derap langkah kaki dan mereka melihat Elmo Elruno beserta anak dan istrinya melangkah lebar mendekati mereka.


Mada dan Violet sempat bersitatap selama beberapa detik lalu Violet jatuh pingsan di dalam pelukan Papanya saat ia ia mendengar hanya ada satu korban jiwa dan diduga itu adalah Gasa Aefar.


Elmo lalu menoleh ke Mada karena ia tahu Mada secara spontan berlari ke arah Violet ketika ia melihat tubuh Violet mulai limbung dan Elmo segera berucap, "Tolong bawa Violet pulang ke rumah dan hubungi dokter Bayu Darsono. Dokter Bayu adalah Dokter Spesialis kandungan yang memantau kehamilannya Violet selama ini. Nomer ponsel dokter itu ada di dalam ponselnya Violet" Elmo berucap sembari menyerahkan Violet yang masih pingsan.


Elmo dengan didampingi istri tercintanya, Galvin dengan didampingi kekasih hatinya, masih berada di tempat kejadian perkara untuk menunggu info selanjutnya dari pihak kepolisian.


Beberapa jam berikutnya, Mada sampai di kediaman megahnya Elmo Elruno. Dia dengan sangat hati-hati dan penuh dengan perasaan mendekap tubuh Violet, menariknya pelan dari dalam mobil,.lalu membopongnya masuk ke dalam hingga sampai ke dalam kamarnya Violet. Mada merebahkan tubuh Violet di atas ranjang, merapikan beberapa helai rambut indahnya Violet yang menutupi wajah ayu alaminya Violet, melepas sepasang sepatu sneakers bermerk berwarna putih dari kedua kakinya Violet, menyelimuti tubuhnya Violet setelah ia menyalakan AC di suhu yang pas, lalu ia merogoh tasnya Violet untuk mengambil ponselnya Violet.


Mada sebenarnya merasa malas bertemu dengan Dokter kandungan yang memantau kehamilannya Violet selama ini. Dia masih merasa kesal dan cemburu pada dokter muda yang wajahnya selalu tersenyum dan lumayan tampan itu. Mada merasa tersaingi.


Namun, demi menjaga kondisi kandungan dan kondisi fisiknya Violet, Mada akhirnya menghubungi Dokter Bayu Darsono.

__ADS_1


Sembari menunggu Dokter Bayu Darsono datang, Mada turun ke bawah, meminta asisten rumah tangganya Violet untuk menyiapkan satu baskom berisi ai hangat dan satu waslap (kain kecil yang terbuat dari katun yang dikenal dapat menyerap air dengan baik). Setelah menerima baskom berisi air hangat dan waslap yang ia minta, Manda berlari kecil naik ke lantai dua dan kembali ke kamarnya Violet.


Mada berulangkali mengompres keningnya Violet dengan penuh kasih sayang dan terus menatap wajah ayu alami kekasih hatinya itu dengan penuh keprihatinan. Mada bahkan meminta di dalam hatinya, semoga ini kali terakhir Violet pingsan dan mengalami penderitaan.


Mada lalu memijit pelan kedua telapak tangannya Violet setelah air di baskom mulai mendingin. Mada memijit pelan telapak tangannya Violet sambil bergumam, "Kenapa gadis semanis, sepolos dan sebaik kamu, harus mengalami begitu banyak kepedihan dan luka batin. Andai aku bisa memintanya, mendingan aku saja yang mengalaminya" kepedihan terdengar di nada bicara pengacara muda nan tampan itu.


Tiba-tiba pintu kamarnya Violet diketuk oleh seseorang. Mada bangkit lalu berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu itu dan ia langsung bersitatap dengan Dokter yang ia lihat makan siang dengan pujaan hatinya beberapa jam sebelumnya.


Dokter Bayu Darsono tampak panik dan bergegas ingin masuk namun, Mada segera mendorong tubuh dokter tampan dengan wajah simpati itu, ia lalu menutup kembali pintu kamarnya Violet dengan tumit kakinya.


Dokter Bay Darsono tampak keheranan, ia menautkan kedua alisnya lalu bertanya, "Anda siapa? minggir dan buka pintunya! Saya harus segera memeriksa Violet"


"Apa kau naksir Violet?"


"Pertanyaan macam apa.itu?" Dokter Bayu tampak gugup dan membetulkan letak kacamatanya.


"Benar dugaanku. Kita sesama pria jadi, aku bisa tahu kalau kau naksir Violet" Mada langsung mengeraskan rahangnya.


Dokter Bayu langsung memutuskan untuk memakai bahasa informal saat ia mendengar kata aku dari bibirnya Mada. Lalu ia berucap, "Oke baiklah jika aku katakan iya, apa aku bisa masuk ke kamar untuk memeriksa Violet?"

__ADS_1


__ADS_2