The Thing About Violet

The Thing About Violet
Mada dan Emosinya


__ADS_3

"Apa kau sudah pernah ungkapkan perasaan cinta kamu itu ke Violet?" Mada mulai mengepalkan kedua tinjunya.


"Belum" Dokter Bayu Darsono berucap sambil membetulkan letak kacamatanya kembali.


"Syukurlah" Mada membuka kepalan tinjunya namun, ia masih menatap tajam ke Dokter muda yang masih berdiri di depannya dengan wajah keheranan.


"Oke, aku boleh masuk sekarang?" Dokter Bayu Darsono mulai melangkah maju dan Mada langsung menahan dada dokter muda nan tampan itu. Kemudian Mada berkata sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana panjangnya yang terbuat dari wool yang memiliki kualitas cukup tinggi, nyaman dipakai untuk waktu yang lama karena terasa dingin, lalu berkata, "Aku akan ijinkan kau masuk, asal kau janji dulu, kau harus melupakan perasaanmu itu!"


"Apa-apaan ini? Ini perasaanku. Apa hak kamu mengaturku?" Dokter Bayu nekat mendorong Mada dan ia berhasil membuka pintu kamarnya Violet lalu ia segera melangkah lebar mendekati ranjang tempat di mana Violet terbaring pingsan untuk segera memeriksa kondisinya Violet.


Mada langsung berlari dan menghadang Dokter Bayu Darsono, ketika dokter jenius itu hendak meletakkan stetoskopnya ke dadanya Violet dan Mada berkata, "Biar aku yang melakukannya dan........."


"Kau mau duel denganku lalu pingsan tak sadarkan diri atau aku suntik kau obat tidur biar kau tidur sepanjang sisa hari ini?" Dokter Bayu Darsono mulai menampakkan sisi garangnya di depan Mada.


"Ayok kita duel! siapa takut?"


"Dan kau akan biarkan kondisi Violet semakin memburuk? kau lihat bibirnya mulai pucat dan dadanya mulai bernapas tidak beraturan" Dokter Bayu terpaksa berbohong pada Mada soal kondisinya Violet karena, ia ingin segera memeriksa Violet. Dia sangat mengkhawatirkan Violet namun, ada nyamuk nakal yang sedari tadi bawel dan mengganggunya.


Mada akhirnya meraup wajah tampannya sambil berkata, "Ah sial! oke kalau gitu segera periksa Vio dan jangan macam-macam! aku akan terus mengawasimu dari dekat seperti ini" Mada lalu duduk di tepi ranjang di sebelah kepalanya Violet.


Dokter Bayu yang memiliki karakter sabar dan murah senyum itu hanya menghela napas panjang melihat sikap konyol pria di depannya yang sedari tadi terus mengganggunya. Dokter Bayu segera memeriksa kondisinya Violet dan kondisi janin di dalam kandungannya Violet. Setelah menyelesaikan pemeriksaannya atas kondisi fisik Violet dan kandungannya Violet dengan penuh ketelitian, dokter Bayu memasukkan semua alat medisnya ke dalam tas kerjanya yang mirip koper namun, lebih kecil ukurannya dari koper yang biasa dipakai orang-orang untuk bepergian. Lalu dengan tanpa.menoleh ke Mada, ia berjalan ke meja kerjanya Violet yang ada di kamar itu untuk menulis sebuah resep.

__ADS_1


Mada mengerutkan alisnya lalu ia bangkit dan berjalan mendekati Dokter muda nan tampan yang sudah membuatnya cemburu dsn merasa tersaingi. Mada kemudian mengehentikan langkah kakinya tidak jauh dari punggung kursi yang dipakai duduk dokter Bayu Darsono. Lalu pengacara yang barus saja memulai debutnya itu, bertanya, "Apa Vio baik-baik saja?"


Dokter Bayu masih menulis di kertas resep lalu ia menganggukkan kepalanya tanpa menoleh ke belakang ke arah Mada.


"Lalu kandungannya?" tanya Mada.


"Kandungannya pun baik-baik saja" sahut Dokter Bayu.


"Tapi kenapa Vio belum sadarkan diri?" kekhawatiran terdengar jelas di nada suaranya Mada Goh.


"Violet hanya mengalami kelelahan mental.yang sangat hebat. Dan yang ia hanyalah tidur panjang juga obat ini" Dokter.Bayu berucap sambil bangkit lalu berputar badan dan menyerahkan secarik resep ke Mada.


Mada menerima resep itu sambil bertanya, "Harus dibelikan sekarang?"


"Tapi Vio? siapa yang menunggunya?" Mada menoleh ke Violet yang masih berbaring tidak sadarkan diri lalu ia menatap Dokter Bayu kembali.


"Apa kau memercayai aku jika aku yang menjaganya, sementara kau beli......."


Mada menempelkan kertas resep ke Dokter Bayu dan secara.spontan dokter Bayu menahan kertas di dadanya itu aga tidak terjatuh di atas lantai ketika Mada telah menarik kembali tangannya dengan wajah kesal.


"Ada apalagi nih?" Dokter Bayu mulai menghela napas ketidaksabarannya.

__ADS_1


"Kau yang beli. Kau kan dokter. Aku yang akan menjaga Violet" Mada lalu berputar badan dengan santainya untuk kembali duduk di tepi ranjang untuk menjaga Violet.


"Mana ada.seperti itu? Hei! mana ada dokter beli obat dari resepnya sendiri?" Dokter Bayu memekik kesal ke Mada yang telah duduk memunggunginya.


Mada berucap, "Walaupun ada badai,.angin topan, angin puyuh, petir dan apapun atau siapapun menyuruhku pergi meninggalkan Violet saat ini" Mada bergeming di tempatnya dan tanpa menoleh ke belakang


Dokter Bayu hanya bisa mengelus dadanya lalu ia mengambil gambar resep yang sudah ia buat dan ia kirimkan gambar resep itu ke asistennya lewat pesan text dengan pesan, tolong belikan obat ini! Lalu Dokter Bayu memutar bangku dan duduk di atas bangku itu menghadap ke Violet.


Dokter Bayu bertanya, "Kau itu siapanya Violet? kenapa kau sangat posesif terhadap Violet?"


"Aku mantan pacarnya dan suami di masa depannya" sahut Mada tanpa menoleh ke belakang dan mulai memijat tangannya Violet dengan penuh kasih sayang.


"Kenapa kau bisa begitu percaya diri menyebut dirimu suami masa depannya Violet? Aku pun juga bisa berucap seperti itu, kan? tapi, Violet masih memiliki suami" Dokter Bayu berucap sembari mengecek beberapa pesan text yang masuk ke ponselnya.


"Jangan pernah bermimpi untuk menjadi suami masa depannya Violet dan........"


"Jika kalian tidak berjodoh? Kau tidak akan bisa apa-apa, kan? dasar aneh" sahut Dokter Bayu dengan cepat untuk memotong ucapan Mada yang terdengar sangat menjengkelkan bagi Dokter Bayu.


"Kenapa kami tidak berjodoh? Kami selalu dipertemukan lagi dan lagi oleh Tuhan dan........"


"Itu belum tentu berjodoh. Aku juga dipertemukan setiap hari dengan Violet oleh Tuhan" Sahut Dokter Bayu dengan kesal.

__ADS_1


Mada lalu meletakkan tangan Violet dengan hati-hati di samping tubuhnya Violet laku ia bangkit, berputar badan dan menghunus tatapan tajam ke Dokter Bayu, "Dengar! waktu di restoran tadi, Violet tidak menolak ciumanku. Kami berciuman dengan penuh perasaan dan Itu yang membuatku memiliki kepercayaan diri yang begitu tinggi untuk.......ah sial!" Mada menyugar kasar rambutnya. Hanya gara-gara emosi sesaat, ia telah mengatakan kalau Violet yang masih berstatus istri orang, berciuman dengan dirinya, laki-laki yang bukan suaminya Violet.


Dokter Bayu langsung memasang raut wajah penuh dengan keterkejutan. Ia kemudian membisu menatap Mada. Dokter tampan dengan wajah penuh simpati itu, masih mencoba mencerna dengan baik ucapannya Mada karena, ia tidak memercayai kalau Violet bersedia berciuman dengan laki-laki yang bukan suaminya. Ada tersirat kekecewaan juga di wajah tampan Dokter Spesialis kandungan itu.


__ADS_2