The Thing About Violet

The Thing About Violet
Pria Asing


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, Mada keluar dari kamar mandi dan di saat ia berjalan ke dapur, dia bersenggolan dengan istrinya yang tengah memasak sayur bayam dan menggoreng tempe. Mada dan Violet terkekeh geli dan Mada berucap, "Rumah kecil ada enaknya ya, tiap kali jalan, kita bisa bersenggolan"


Kamar tidur mereka, di rumah baru mereka, tidak memiliki kamar mandi dalam. Kamar mandi cuma ada satu dan letaknya di dapur.


Violet yang masih menarikan spatula di wajan penggorengan, menoleh ke belakang dan sambil tersenyum, ia menganggukkan kepalanya


Mada yang masih melilitkan handuk di lehernya , langsung memeluk Violet dari belakang dan ia mengelap keringat yang bergulir di tengkuknya Violet dengan bibirnya. Violet melenguh lalu mengeluarkan kata, "Mas, geli. Lagian aku masih menggoreng tempe nih entar gosong"


Mada lalu menyusupkan wajahnya di telinganya Violet dan berkata di sana, "Akhirnya fantasiku bisa terwujud. Bisa memelukmu dari belakang, mencicipi keringat yang bergulir di tengkukmu dan aku membutuhkanmu saat ini"


Ceklek! Tangan kanan Mada mematikan kompor dan memutar badannya Violet, bibirnya mencium bibirnya Violet, lengan kirinya yang masih mengait pinggangnya Violet, menarik tubuh Violet untuk mengikutinya yang terus berjalan mundur sampai pantatnya membentur meja makan.


Violet tersenyum lebar dan berkata, "Senggolan membawa berkah buatmu nih"


Mada terbahak-bahak, "Hahahaha. Sekarang naiklah ke pangkuanku!"


"Aku bertambah berat lho sekarang ini. Aku hamil dan........."


Mada mencium bibirnya Violet dan berkata, "Naiklah! aku bisa menahan beban kamu"


Violet naik ke pangkuannya Mada yang sudah duduk di atas meja makan dan Mada langsung mencumbu istri cantiknya itu sambil terus menggemakan nama Cinta di setiap kecupan yang ia daratkan di titik sintal favoritnya. Mada memainkan bibirnya di sana cukup lama, membuat Violet menengadahkan wajahnya ke langit-langit rumah merasakan sensasi luar biasa dari permainan cintanya Mada.


Mada menghentikan aktivitasnya sebentar lalu memandang Violet dengqn tanya, "Kau menyukainya?"


Violet menundukkan. wajahnya untuk menatap Mada dan ia hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Mada lalu menarik tengkuknya Violet dan mencium bibirnya Violet dengan sedikit liar dan berhasil memancing Violet unruk berinisiatif melakukan penyatuan raga mereka. Violet terus bergerak di atas pangkuannya Mada dan membuat Mada mengerang dan terus menggemakan nama Cinta tanpa.melepqskan tatapannya dari kedua bola mata indah istrinya. Hingga akhirnya mereka meneriakkan pekik kepuasan secara bersamaan. Mada lalu membopong Violet yang kelelahan ke kamar mereka. Merebahkan Violet,.mengecup keningnya Violet dan berkata, "Istirahatlah! aku akan lanjutkan menggoreng tempenya"

__ADS_1


"Nanti kau telat masuk kantor"


"Aku rasa ke depannya aku akan terus dikit telat masuk ke kantor karena, habis mandi, aku pasti lihat kamu memasak dan kau tahu sayang, kau terlihat sangat seksi dan sangar cantik saat memasak"


Violet terkekeh geli menanggapi kejujuran dan kepolosannya Mada


Mada mengecup keningnya Violet lagi dan berkata, "Tidurlah sebenar! aku ke dapur dulu"


Begitulah hari-hari indah penuh cinta yang Violet rasakan di rumah minimalis itu. Violet merasakan kehangatan dan kenyamanan' ringgql.di rumah yang tidak sebesar dan semegah rumah papanya dan rumah mantan suaminya dulu namun, Violet justru merasakan kebahagiaan yang berlebih.


Tiga bulan kemudian bergulir dengan cepat. Tanpa terasa, usia kandungannya Violet memasuki bulan ketujuh dan Lili ingin menggelar pesta Mitoni, TIngkeban, atau Tujuh Bulanan merupakan suatu prosesi adat Jawa yang ditujukan pada wanita yang telah memasuki masa tujuh bulan kehamilan. Selain mohon doa akan kelancaran dalam bersalin, acara mitoni ini juga disertai doa agar kelak si anak menjadi pribadi yang baik dan berbakti.


Gagasannya Lili tersebut disambut gegap gempita oleh suami, anak dan menantunya. Mada berkata, "Saya sangat menyukai idenya Mama tapi, ijinkan Mada ikut menyumbang dana untuk acara tersebut"


"Baiklah Mada" sahut Lili sembari tersenyum ke Mada.


Mada tersenyum senang dan sambil merangkul bahu Violet, dia berucap, "Terima kasih Ma, Pa karena sudah memberikan kesempatan kepada Mada untuk belajar menjadi suami yang bertanggung jawab seperti Papa"


Elmo tertawa lebar lalu berkata, "Papa justru banyak belajar dari kamu soal pengorbanan, keikhlasan dan ketulusan hati"


"Kita beruntung ya Ma, memiliki suami yang hebat dan bertanggung jawab" sahut Violet dan semua yang berada id ruang keluarga itu langsung menggemakan tawa bahagia mereka.


Violet dengan ditemani mamanya kemudian, berbelanja kebutuhan untuk acara mitoni. Mada dan Elmo ridak bisa.menemani karena ada pekerjaan yang mereka selesaikan di hari itu juga.


Violet tiba-tiba ingin ke toilet. Kandungannya yang semakin besar, membuat Violet setiap menit ingin pergi ke toilet. Lili menunggu Violet di sebuah bangku kosong yang tersedia di tengah mall besar yang mereka kunjungi di hari itu. Lili dengan dibantu salah satu asisten rumah tangganya membawa dua troli yang berisi belanjaan dia dan belanjaan putrinya.

__ADS_1


Di saat Violet melangkah keluar dari toilet wanita, ia merasakan ada langkah seseorang yang mengikutinya. Violet memutar badan dan terkesiap saat ia mendapati ada sosok pria asing yang agak mirip dengan mantan suaminya berdiri di depannya. "Siapa Anda?"


Laki-laki dengan setelan jas mahal dan tampak kaya raya itu, tersenyum ke Violet, "Aku akhirnya menemukan wangi itu dan menemukan dua bola.mata indah yang aku cari selama ini"


Violet mulai melangkah mundur, "Siapa Anda? Apa maksud Anda? Wangi apa?" Violet mulai merinding dan terus melangkah mundur.


Laki-laki itu bergeming di tempatnya dan dengan masih mengulas senyum, ia berkata, "Aku akan membawamu pulang karena, kau istriku dan anak itu anakku" laki-laki asing itu menunjuk perutnya Violet.


Violet langsung berputar badan dan berlari kencang. Rasa takut pada pria asing yang ia temui, membuat ia melupakan kondisi kehamilannya. Violet akhirnya sampai di depan mamanya namun, mamanya langsung memekik kaget saat Violet jatuh pingsan dan ada cairan bening merembes di dressnya Violet.


Lili dan asisten rumah tangganya dengan dibantu beberapa pengunjung mall yang ada di dekat mereka, segera membawa Violet dan berang belanjaan mereka, masuk ke dalam mobil.


Lili menyuruh supir pribadinya untuk ngebut dan hanya dalam waktu setengah jam, mereka telah sampai di rumah sakit tempat Violet berdinas. Vuolet segera dibawa dengan bed dari rumah sakit dan segera ditangani.


Lili menelepon suami dan menantunya dengan panik.


Tidak lama kemudian, Elmo dan Mada pun sampai di rumah sakit itu.


"Bagaimana putri dan cucu kita, Ma?" tanya Elmo


Mada pun menanyakan hal yang sama lewat tatapannya ke Lili.


"Belum tahu. Semoga putri dan cucu kita baik-baik saja"


Lili mulai menangis di dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


__ADS_2