
Deo dan Liu Yin semakin dekat dengan berjalannya waktu dan Deo tidak lagi menggoda satpam wanita yang selalu memeriksanya di setiap pagi. Deo sepertinya kembali merasakan cinta sejak menjadi pacar sewaannya Liu Yin.
Sementara itu, di kediamannya Fang Yin, kesehatan fisik Gasa Aefar sudah membaik. Selang infus yang terpasang di punggung tangannya telah dilepas namun, ada keanehan di perilakunya Gasa Aefar. Laki-laki yang terlahir dengan wajah sempurna namun, tidak pernah memiliki cinta kasih yang sempurna dari seseorang yang biasa dipanggil orang tua itu, tidak bisa mengingat beberapa hal. Seperti kenyataan bahwa ia pernah menikahi dua orang wanita dan menghamili kedua istrinya itu.
"Ma, aku merasa haus akan wangi manis dan sepasang bola mata yang sangat indah dari seorang wanita dan di sudut hatiku yang paling dalam mengatakan. kalau aku sangat mencintai wanita itu" ucap Gasa kepada Fang Yin, mama kandungnya yang akhirnya bisa ia rasakan kehangatan kasih sayangnya.
Fang Yin sebenarnya mengerti siapa yang dimaksud oleh putra tampannya itu namun, Fang Yin mencoba untuk mengetes Gasa dengan tanya, "Siapa namanya?"
"Aku nggak ingat. Itu membuatku frustasi, Ma. Aku sungguh-sungguh ingin mengingatnya dan ingin bertemu dengannya tapi siapa dia?" Gasa bertanya sambil mencengkeram kepalanya.
"Jangan dipikirkan dulu sekarang ini! Lama-lama kau pun akan mengingatnya" Fang Yin mengelus kepalanya Gasa lalu bangkit dan berucap, "Mama ambilkan makanan untuk kamu dulu ya, Mama bikin sop ayam"
Gasa menganggukkan kepalanya tanpa senyuman di wajahnya karena memang, senyuman itu mahal bagi seorang Gasa Aefar. Dia hanya bisa mengulas senyum dan tersenyum tulus kepada Violet Cinta Elruno saja.
Fang Yin keluar dari dalam kamarnya Gasa, menutup pintu itu lalu bersandar di sana dengan bergumam lirih, "Baguslah. Api kembali membuatmu syok dan mengalami trauma jadi, kau bisa melupakan istrimu Violet Cinta Elruno dan calon anakmu. Lupakan mereka dan kita hanya akan hidup bahagia berdua saja, selamanya!"
Fang Yin telah melupakan semua dendamnya kepada Elmo Elruno dan Ivan Goh setelah ia bisa berkumpul kembali dengan putra tampannya itu dan Fang Yin bertekad, untuk selamanya akan bersembunyi dari dunia luar dan hanya akan hidup dengan Gasa. Namun, berbeda dengan Gasa. Gasa bertekad akan pergi dari kediaman mamanya untuk mulai mencari wanita yang telah mengusik hati dan pikirannya.
Mada Goh akhirnya menerima kasus klien barunya yang merasa telah membunuh seseorang. Kasus baru yang penuh dengan resiko itu merupakan tantangan baru bagi Mada, untuk itulah ia mengambil kasus itu walaupun semua koleganya melarangnya.
Jam kerja akhirnya berakhir dan Mada langsung pamit pulang kepada semua kolega, karyawannya dan tidak lupa pamit ke Ratna.
__ADS_1
Ratna menatap punggungnya Mada dengan senyum dan bergumam, "Aku senang akhirnya kau bisa bahagia, Mada Goh"
Sesampainya di kediaman Elmo Elruno, papa mertuanya, Mada bergegas naik ke atas karena ia melihat papa dan mama mertuanya. Laki-laki tampan itu berlari kecil ke kamar peraduan cintanya dengan istri cantiknya.
Mada membuka pintu kamar itu dan senyuman cantik nan lembut yang sangat ia rindukan seharian, menyambutnya. Mada langsung menaruh tas kerjanya di sofa dan berlari kecil untuk mendekap tubuh ramping dengan perut sedikit membuncit itu. Violet tertawa penuh cinta lalu ia mengelus punggungnya Mada sambil berucap, "Cepat mandi, gih! keburu malam. Kita kan mau kencan"
Mada melepaskan pelukannya lalu berjongkok di depan Perut buncitnya Violet. Mada mengelus perut buncit itu dan berkata, "Bunny, Papa Mada udah pulang nih" Mada lalu mencium perutnya Violet cukup lama dan dalam kemudian ia berdiri, mengecup keningnya Violet lalu melesat ke kamar mandi.
Selang setengah jam kemudian, pasangan pengantin baru yang benar-benar masih baru itu, turun ke lantai bawah dan berpapasan dengan Elmo dan Lili. "Lho kok udah ganteng dan cantik nih, mau ke mana emangnya?" tanya Lili yang masih menggelungkan lengannya di lengannya Elmo.
"Iya, mau ke mana? ini kan masih sore, masih jam setengah enam" Elmo ikutan penasaran melihat putri dan menantunya tampak rapi dan semringah.
Mada langsung mencium punggung tangan kedua mertuanya begitu pula Violet. Kemudian Mada berucap, "Kita mau nonton, Pa, Ma"
Lili langaung menepuk dada gagahnya Elmo, "Hush! kok pengen ikut nonton sih? ganggu entar"
Elmo langsung mengerucutkan bibirnya yang mengundang tawa renyahnya Mada dan Violet. Violet lalu maju selangkah dan mencium kedua pipi Papanya lalu berkata, "Besok lagi deh kita agendakan nonton bareng tapi hari ini, Papa jangan ikut, oke?"
Elmo lalu berkata, "Oke Papa nurut deh karena, udah dapat ciuman dari bidadari cantiknya Papa, hhehehe. Ati-ati ya dan Mada jaga baik-baik putri Om!"
"Pasti Pa!" sahut Mada.
__ADS_1
Sepeninggalnya Mada dan Vio, Elmo langsung membopong tubuh ramping istri manisnya. Lili memekik kaget, "Sayang! kau mau apa? malu tuh dilihat asisten rumah tangga kita".
Elmo langaung melesat ke lantai atas tanpa menggubris protesnya Lili dan ia berucap, "Tentu saja pengen bikin film sendiri sama kamu mumpung anak-anak pergi"
Lili merona malu dan langsung menyusupkan wajah maninsya ke dada hangat suami tampannya itu.
"Aku yakin Papa pasti langsung membawa Mama ke kamar saat ini. Mereka pasti bikin film mereka sendiri" Ucap Violet sambil terkekeh geli saat Mada mulai melajukan mobilnya.
Mada melirik Violet dan dengan diiringi tawa ringan ia berkata, "Semoga ke depannya, kita bisa selalu hangat seperti Mama dan Papa, ya?"
"Amin" Violet menoleh ke suami tampannya dan bersitatap sepersekian detik dengan kedua bola mata cokelatnya Mada Goh.
"Kau pernah nonton? Ah! bodohnya aku menanyakan hal ini" Violet menepuk pelan keningnya.
Mada melirik istri cantiknya dan sambil terus fokus mengemudikan mobilnya ia tertawa ringan lalu bertanya, "Kok bodoh?"
"Ya iya lah. Tentu saja kau pernah nonton dan bukan hanya sekali aku yakin itu karena, kau kan mantan bad boy dan mantan playboy" Violet mengerucutkan bibirnya dan Mada melirik dengan tawa lebar di wajahnya. Kemudian pengacara muda nan tampan itu mengeluarkan kata, "Iya aku jujur sama kamu. Aku sering modusin cewek dengan ngajak nonton film tapi, aku nggak pernah tidur dengan mereka, aku hanya sebatas berciuman dan........"
"Stop! kok jadi, panjang dan lebar sih, aku nggak mau dengar kisah cinta masa lalu kamu" Violet langsung menutup kedua telinganya.
Mada menggelegarkan tawa riangnya lalu ia menarik tangannya Violet degan tangan kirinya sementara tangan kanannya tetap memegang kemudi mobil. Lalu ia menciumi tangan istrinya itu terus dan terus dengan penuh cinta, "Dan sekarang aku sudah menemukan kamu, wanita paling sempurna bagiku, sekarang dan untuk selamanya"
__ADS_1
Violet menoleh dan menatap Mada dari samping dengan penuh cinta dan ucapan syukur.