The Thing About Violet

The Thing About Violet
Mada Bertemu Dengan Violet


__ADS_3

Gasa lalu pergi dari rumah dan Violet membuntuti suaminya. Violet tercengang kaget saat ia melihat secara sembunyi-sembunyi, suaminya bermesraan bahkan Gasa kemudian mencium Mia degan penuh gairah liar. Wanita yang selama ini Violet percayai dan sering ia jadikan tempat berkeluh kesah dan Violet langsung menutup mulutnya saat ia mendengar Mia berkata, kapan Gasa akan menikahi Mia karena, Mia sudah hamil empat bulan.


Violet langsung melesat pergi, masuk ke dalam mobilnya dan menuju ke bar miliknya Mada. Violet berpikir, Mada masih memiliki bar itu. Violet ke sana bukan untuk bertemu dengan Mada karena, ia tahu dari Edo kalau Mada pergi ke Amerika untuk selamanya. Violet ke bar itu karena ia ingin mencoba menjadi wanita liar dan mencoba meminum minuman beralkohol.


Seorang bartender di bar mini bertanya, "Anda mau minum apa Nona?"


"Apa yang kau rekomendasikan, minuman yang bisa membuat orang lupa akan segalanya"


sahut Violet.


"Baiklah. Saya mengerti. Saya akan racikan minuman spesial untuk Anda" bartender dengan name tag bertuliskan Pramana yang bertugas seorang diri di bar mini itu tersenyum ramah ke Violet.


Violet berkata di dalam hatinya, Mas Gasa banyak berbohong padaku selama ini. Dia bilang Mia pergi ke luar negeri karena ada tugas di sana ternyata ia sembunyikan Mia di villa pinggir kota karena, Mia hamil. Apakah aku harus menceritakan semuanya pada Mama dan Papa, tapi bagaimana caraku menceritakannya?


Elmo mendapatkan telepon dari Amerika, Raja membutuhkan bantuan Elmo di perusahaannya . Ada virus yang dikirim oleh seseorang secara dadakan dan mengacaukan semua sistem di perusahaannya Raja. Raja butuh kejeniusannya Elmo.


Elmo yang selalu berpikiran positif terhadap semua orang, sangat memercayai menantunya karena, memang di depannya Elmo, Gasa selalu menampilkan kemesraan dan keharmonisannya dengan Violet. Gasa juga selalu berhasil mengambil hatinya Elmo yang naif dan lugu. Untuk itulah ia merasa kalau Violet akan baik-baik saja kalau ia tinggalkan sebentar ke Amerika karena, ada Gasa yang menjaganya.


Elmo menarik Lili ke atas pangkuannya, "Besok pagi kita akan bertolak ke Amerika. Perusahaannya Kak Raja ada masalah dan Kak Raja butuh bantuanku"


"Kalau dadakan, apa bisa memperoleh tiket?" tanya Lili sambil merangkul lehernya Elmo.


"Kita naik pesawat pribadi" sahut Elmo.


"Baiklah. Ayok kita makan malam dulu! Galvin pasti sudah menunggu kita di meja makan" sahut Lili.


Mendengar kalau Pakde dan Budhenya akan terbang ke Amerika menggunakan private jet, Galvin langsung memekik senang, "Aku ikut ya Pakde. Aku kangen sama keluarga kita di Amerika"


"Baiklah" sahut Elmo.


Selesai makan malam, Elmo meluangkan waktu menyatu dengan Lili lalu ia menelepon Violet tapi, Violet tidak mengangkat tiga panggilan telepon darinya. Elmo lalu menelepon Gasa, Elmo pamit kalau ia dadakan akan pergi ke Amerika esok hari dan ia meminta Gasa menjaga Violet dengan baik.


Gasa menutup panggilan telepon itu dengan seringai mematikan dan bergumam, "Ikan sudah memakan umpannya. Aku tinggal menunggu waktu Elmo Elruno beserta istrinya dan keponakan sombongnya itu lenyap dari muka bumi ini"


Gasa memutuskan untuk tidak pulang ke rumah. Dia memilih merayakan kegembiraannya bersama dengan Mia kekasih gelapnya daripada bersama dengan Violet istri sahnya.


Gasa mungkin terkesan menuruti permintaan papanya untuk membalas dendam pada keluarganya Elmo Elruno tapi sesungguhnya Gasa hanya bertindak untuk memuaskan keegoisannya saja. Gasa terbiasa hidup sendiri, bertahan sendiri di pahit dan kejamnya kehidupan, dan selalu menderita kesepian, membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang egois dan menakutkan bagi siapa saja yang menghalangi kemauan dan impiannya.


Violet menyesap gelas yang berisi minuman berwarna biru lalu ia mengernyit, "Kenapa rasanya seperti ini? apa nama minuman ini?"

__ADS_1


"Kesenangan di pantai dan bisa membuat orang lupa akan segalanya" sahut bartender tersebut.


"Semua minuman beralkohol, rasanya memang aneh seperti ini ya?" tanya Violet kemudian.


"Anda belum pernah minum sebelumnya?" tanya si bartender.


Violet menggelengkan kepalanya, "Ini pertama kalinya" Violet meringis ke bartender yang masih muda dan sangat tampan itu.


"Memangnya berapa umur Anda, Nona cantik?" tanya si bartender.


"Dua luluh satu tahun lebih beberapa bulan" sahut Violet lalu menyesap kembali minuman pesanannya.


"Kita sebaya ternyata" sahut si bartender.


"Oh! kebetulan yang menyenangkan. Aku butuh mengobrol dengan teman sebaya saat ini, hehehehe" Violet terkekeh geli sambil menyesap kembali minumannya.


Bartender itu tersenyum lalu bertanya, "Apa pekerjaan Anda, Nona cantik?"


"Aku seorang dokter tapi aku bosan menjadi seorang orang naif dan lugu karena, orang naif dan lugu selalu saja dibohongi oleh siapa saja dan di mana saja. Aku sudah dua kali dibohongi oleh laki-laki dan sepertinya aku juga tidak akan memercayai semua ucapanmu, hehehehehe" Violet sudah mulai sedikit mabuk karena minuman yang ia minum, memang termasuk minuman yang keras apalagi untuk pemula seperti Violet.


"Anda sebaiknya berhenti minum Nona cantik. Anda sepertinya sudah mulai mabuk"


Mada merasa sangat merindukan Edo. Dia menelepon Edo dan segera melesat ke bar miliknya dulu setelah ia memastikan Ratna aman dijemput oleh mobil jemputan dari perusahaannya Elruno suruhannya Chery Elruno. Mada segera memeluk Edo dan bertanya, "Kau masih bekerja di sini rupanya"


"Iya Bos. Tapi saya tidak suka bekerja dengan Papa Anda. Dia kejam dan egois. Saya ingin ikut lagi sama Bos" sahut Edo sambil melepaskan pelukannya.


"Aku sekarang ini seorang pengacara, apa kau benar-benar mau bekerja untukku?" tanya Mada.


"Tentu saja mau" pekik Edo dengan wajah riang gembira.


"Baiklah kita masuk dulu ke dalam. Kita akan diskusikan job description kamu. Mulai besok kantor firma hukum ku mulai dibuka" Mada berucap sambil melangkah masuk ke dalam bar dan Edo langsung mengekornya.


Mada mengedarkan pandangannya dan bergumam, "Masih sama seperti dulu" lalu ia tertegun menatap satu sosok wanita yang sedang menari di tengah lantai dansa dan dikerumuni banyak sekali laki-laki. "Violet?" Mada bergumam dan segera melesat ke tengah lantai dansa saat ia melihat ada laki-laki yang hendak meremas pantatnya Violet.


Mada langsung menarik tangan laki-laki itu dan melempar laki-laki itu ke tengah lantai dansa. Mada juga menyingkirkan keempat laki-laki yang tengah menari mengelilingi Violet dan hendak berbuat tidak senonoh pada Violet.


Mada melihat Violet sudah tidak bisa berdiri dengan tegak karena, mabuk berat. Mada segera memeluk pinggangnya Violet dan menatap semua laki-laki yang berdiri di depannya. Dalam hitungan menit, dengan mudahnya Mada melumpuhkan kelima laki-laki setengah mabuk yang hendak berbuat kurang ajar pada Violet. Lalu ia membopong Violet dan membawa Violet ke sebuah hotel karena, panik ia justru menuju ke sebuah hotel alih-alih ke rumah dinasnya.


Mada merebahkan Violet ke ranjang lalu ia lepaskan sandalnya Violet, ia mengatur suhu kamar itu setelahnya, ia menyelimuti Violet. Mada berdiri di samping ranjang sambil bersedekap, "Kenapa Vio pergi ke bar dan mabuk-mabukkan?"

__ADS_1


Mada lalu bergegas mandi, memakai kembali kemeja dan celana kainnya lalu duduk di sofa. Dia mengawasi Violet dan jika Violet, "Haruskah ia kutinggalkan di sini atau........." Mada langsung menghentikan gumamannya dan terkesiap kaget saat ia melihat Violet bangun dan berjalan sempoyongan menuju ke arahnya.


Mada bangkit dan langsung menangkap tubuh Violet yang hampir jatuh di atas meja. Lalu Mada membantu Violet duduk di atas sofa dan Mada duduk di sampingnya Violet sambil bertanya, "Apa yang terjadi padamu Cinta? Cintaku tidak mungkin pergi ke bar dan mabuk-mabukkan seperti ini"


Violet langsung bangkit dan duduk di atas pangkuannya Mada. Mada menautkan alisnya dan langsung menegang seluruh indra dan tubuhnya. Violet menangkup wajahnya Mada dengan kedua tangannya, "Tidak ada lagi Cintamu. Dan kau siapa hah?! berani benar kau panggil aku dengan nama panggilan Cinta? hanya Mas Mada yang boleh memanggilku seperti itu" Violet menggoyang-nggoyangkan wajahnya Mada dan Mada hanya bisa diam pasrah.


"Apakah kau Mas Mada?" Violet mendekatkan wajahnya ke wajah Mada. Wajah Mada langsung terasa panas dan Mada hanya bisa menjawab singkat, "Hmm"


"Kenapa hanya ber-hmm, hmm!? jawab dengan benar!" Violet melotot ke Mada dan kembali menggoyang-nggoyangkan wajahnya Mada.


"Iya aku Mada" sahut Mada lirih.


Violet langsung mendaratkan bibirnya di telinganya Mada dan memainkan lidahnya di sana lalu Violet menurunkan bibirnya dan menciumi lehernya Mada.


Mada semakin menegang kedua bola matanya membeliak dan ia berkata, "Cinta, kau mabuk. Hentikan jangan memprovokasi seorang pria seperti ini!"


Violet menarik wajahnya, menatap Mada lalu ia menangkup kembali wajahnya Mada, "Aku benar. Cewek naif dan lugu sepertiku, tidak menarik untuk dicumbu seorang pria. Kau tidak menginginkan aku kan?"


"Siapa bilang tidak ada pria yang tertarik padamu. Andai kau sadar tadi, ada lima pria yang hendak membawamu pergi dari bar tadi" sahut Mada kesal


"Jawab! apa kau tidak menginginkan aku?" Bentak Violet dengan mata melotot.


"Tentu saja aku menginginkanmu. Aku mencintaimu, sangat mencintaimu itulah kenapa aku tidak ingin kamu semakin membenciku kalau aku mencumbumu di saat kamu mabuk seperti ini. Dan apakah kamu ingat? Kamu wanita yang sudah menikah. Mada menatap kedua bulu mata lentiknya Violet yang sangat menggoda untuk dia cium.


"Aku nggak mau lagi jadi baik dan lugu. Aku nggak mau ingat kalau aku sudah.menikah. Mas Mada dan Mas Gasa, mereka semua membohongi aku karena aku ini bodoh, lugu dan naif, kau tahu itu?" Violet mulai terisak menangis.


Tangan Mada terangkat hendak mengusap air matanya Violet tapi tiba-tiba Violet mencium bibirnya. Mada mendorong tubuh Violet dan berkata, "Cinta jangan begini, kau akan membenciku besok"


"Yeeeaaahhh, kalau kau beneran Mas Mada, aku memang sudah membencimu dari sejak dulu" Violet kembali mencium bibirnya Mada.


Secara naluri dan karena cinta dan kerinduannya pada Violet yang memang sudah membuncah, membuat Mada membalas ciumannya Violet. Mada mencium Violet dengan penuh perasaan, kelembutan, dan hati-hati membuat Violet mengerang senang dan berbisik, "Aku merindukan ciuman yang seperti ini" lalu Brug! Violet jatuh tertidur di atas dada bidangnya Mada. Mada terkekeh geli, ia mencium keningnya Violet kemudian membopong Violet dan merebahkan Violet di atas ranjang.


Mada.menyelimuti Violet, kembali mencium keningnya Violet, berbisik, "Aku akan mencari tahu penyebab kamu mabuk seperti ini. Jika Kak Gasa berlaku tidak baik padamu maka sekeras apapun kamu membenci dan menjauhiku, aku akan tetap mengejarmu. Selamat tidur Cinta, mimpi indah" Mada lalu berputar badan dan pergi meninggalkan Violet.


Dia mengunci kamar itu dengan kunci cadangan karena, kunci utama ia taruh di dalam. Mada lalu mengantongi kunci chip kamar itu dan pergi meninggalkan hotel itu.


Mada menuju ke rumah dinas yang disediakan oleh Chery Elruno untuknya dan Ratna. Mada tidak bisa pulang ke rumahnya yang lama ataupun ke kapalnya karena, semua sudah diamankan oleh papanya jadi ia terpaksa tidur di rumah dinas itu. Ratna dan Mada tinggal di lahan yang sama tapi beda bangunan.


Alhasil, Mada begadang sampai pagi. Dia sama sekali tidak bisa tidur memikirkan Violet.

__ADS_1


__ADS_2