
Celyn sampai di kediamannya Elmo Elruno dan langsung memeluk Lili dan memekik senang penuh kerinduan, "Kak! aku sangat merindukanmu!"
Lili balas memeluk Celyn dengan erat dan meloloskan jerit kerinduannya, "Aku juga! ayok masuk!" Lili menggandeng Celyn dan memerintahkan para asisten rumah tangganya untuk membawa koper dan semua barang bawaannya Celyn ke kamar.tamu.
Celyn masuk ke dalam dan langsung diajak Lili ke ruang makan. Elmo langsung berlari kecil dan memeluk adiknya, "Kakak rindu kamu"
"Celyn juga" Celyn melepaskan pelukannya lalu berjinjit dan mencium kedua pipinya Elmo.
Celyn lalu mengedarkan pandangannya, "Vio mana?"
"Vio udah berangkat pagi sekali tadi" sahut Lili sambil mengambilkan Sani dan lauk untuk suami tercintanya.
Celyn duduk lalu meringis, "Apa anakku, putra tunggalku yang super bandel itu, ada di sini?"
Lili dan Elmo bersitatap sambil terkekeh geli. Elmo kemudian menatap Lili dam berkata, "Kemarin Galvin menyusul Vio ke Tiongkok. Galvin dan Vio mengunjungi makam Papa dan Mama, juga makamnya Om Alfa dan Tante Rini. Lalu mereka pulang ke sini. Galvin ikut Vio ke sini"
"Menyusul apa? Galvin tuh kabur dari rumah" dengus Celyn kesal sambil mencomot tempe goreng.
"Haha? kenapa kabur dari rumah" tanya Lili.
"Dia tuh bandel. Aku suruh ambil bisnis untuk nerusin bisnis keluarga kita dan bisnis Papanya, dia nggak mau. Dia pilih ambil kedokteran. Oke aku dan Mas Gideon mengijinkannya asal dia ambil dokter spesialis anak dia pilih dokter jiwa, udah aku ngalah deh. Setelah lulus, dia belum mau kerja, masih capek katanya. Akhirnya aku mikir, dia akan berubah menjadi lebih bertanggungjawab kalau menikah" Celyn mengambil napas sebentar lalu meneruskan ucapannya, "Makanya aku jodohkan dia dengan anaknya sahabatku, eh dia malah kabur"
Elmo dan Lili langsung menggelegarkan tawa mereka ke udara. Celyn langsung merengut dan melempar protes, "Kok malah ketawa sih?"
"Galvin udah gede, dia bisa pilih jalan hidup dan jodohnya sendiri, ngapain kamu atur?" kata Elmo dengan penuh kesabaran.
"Tapi dia tuh bandel Kak! suka semau gue dan......."
"Kan ada yang ditiru. Om Alfa dan Papa kan seperti itu pribadinya, semau gue, sepertinya semua DNA-nya Papa dan Om Alfa, tumplek blek di Galvin, hahahaha. Kau harus lebih sabar menghadapinya, jangan main paksa!" ucap Elmo.
"Kalau gitu, aku titipkan Galvin ke kalian aja deh, daripada aku kena serangan jantung di usia dini" sahut Celyn dan disambut gelak tawanya Lili dan Elmo.
Galvin keluar dari lift dan hendak menutup kembali liftnya saat ia melihat Mamanya telah duduk di meja makan namun, terlambat. Celyn terlanjut menoleh dan berkata dengan wajah serius, "Ke sini dan sambut Mama!"
Galvin terpaksa melangkah keluar dari dalam lift dengan wajah was-was, ia siap menerima semprotan ocehan Mamanya yang panjang banget.
__ADS_1
Galvin duduk di kursi makan, di sebelah mamanya sambil menundukkan wajahnya.
Celyn mengulum senyum menatap sikap polosnya Galvin yang sudah berumur dua puluh tahun tapi masih seperti anak kecil itu. Celyn menepuk punggungnya Galvin dan berkata, "Mama udah disadarkan olek Pakde kamu. Mama nggak akan maksa kamu lagi di dalam segala hal. Tapi, mulai hari ini, kamu Mama titipkan ke Pakde kamu"
Galvin langsung mengangkat wajah dengan sumringah dan memekik senang, "Yes! makasih Ma!" Galvin lalu memeluk Mamanya.
Sementara itu di atas kapal mini speed boat miliknya Mada Goh, Violet dan Katherine masih bersitatap dalam kebisuan.
"Mana videonya, aku ingin lihat" Violet tiba-tiba menengadahkan tangannya dan Katherine langsung menaruh ponselnya di atas tangannya Violet. Violet melihat video pertama yang berisikan rekaman pernikahannya Mada dan Katherine. Violet lalu menggeser layar ponsel itu ke kanan dan ia melihat rekaman percakapannya Mada dan Edo yang sudah diedit oleh Katherine dan yang dilihat oleh Violet hanya sampai di kata-katanya Edo, "Bos, ciuman Anda dan Nona dokter sudah saya rekam. Anda hebat Bos sudah memenangkan permainan dan sebentar lagi Anda akan mendapatkan mobil sport dari Devo" dan di part waktu Mada berkata, "Hapus rekamannya" tidak ada di dalam rekaman itu.
Violet mulai bergetar tangannya dan menghela napas panjang untuk menahan tangisannya. Kemudian dia menggeser layar ponsel ke kanan lagi dan ia menemukan rekaman percakapan Mada dengan Ivan Goh, "Balasan dendam Papa, cari gadis yang bernama Violet Cinta Elruno, dekati dia dan rusak masa depannya!"
Violet menggeser kembali layar ponselnya ke kanan dan habis, tidak ada lagi rekaman video yang lainnya. Ia mengembalikan ponsel itu ke Katherine bertepatan dengan terdengarnya suara Mada, "Kenapa kamu ke sini?"
Violet langsung bangkit dan memutar badan sambil menghunus tatapan tajam yang sangat mematikan ke Mada.
"Vio, kau kenapa? ada apa? kenapa menatapku seperti itu?" Mada bertanya sambil melangkah mendekat namun, Violet segera menjerit, "Stop! jangan dekati aku!'
Gadis cantik itu lalu melempar tanya, "Siapa wanita ini?" Violet menunjukkan jarinya ke Katherine yang tengah berdiri di tengah-tengahnya Mada dan Violet sambil tersenyum tipis dan melipat tangannya.
"Kenapa kau tidak pernah mengatakan padaku kalau kau sudah punya istri, dasar brengsek!" Violet mulai meninggikan suaranya kemudian terisak menangis.
"Vio dengarkan aku dulu" Mada melangkah mendekat dan Violet langsung melangkah mundur. Mada langsung menghentikan langkahnya dan berkata, "Ini tidak seperti yang kamu bayangkan, dia wanita yang akan aku.........."
"Dan apa aku sebuah permainan? kau senang kan dapat sebuah mobil sport dari temanmu itu? kau puas sekarang hah?! kau menang, selamat Pak Mada Goh, selamat!" Violet berteriak sambil mengusap air mata yang terus mengucur deras di kedua pipinya.
"Itu tidak seperti yang kamu pikirkan, aku tidak........"
"Ada permainan itu kan? jawab saja, ada atau tidak?! dasar brengsek!" Violet mendelik ke Mada.
"Iya ada tapi itu sebelum aku............"
"Dan dendam? kau ingin balas dendam padaku atas apa? apa yang sudah aku lakukan padamu,.apa?!" Violet berteriak dengan derai tangis yang tiada henti.
Mada mantap Violet dengan sorot mata penuh kesedihan dan berkata lirih, "Aku tidak ingin membalas dendam lagi sejak aku kenal kamu dan......."
__ADS_1
"Jadi semua itu benar? yang tidak benar hanyalah perasaanmu padaku" Violet langaung berlari menabrak Mada dan langsung melesat turun dari atas kapal.
Mada melirik sekilas ke Katherine dengan tajam lalu ia segera berlari mengejar Violet dan ia berhasil meraih lengannya Violet dan memutar badannya Violet.
Violet menghempaskan tangannya Mada dan menatap Mada dengan penuh kebencian.
"Dengarkan penjelasanmu dulu, jangan berlari pergi tanpa penjelasan yang benar dariku, Cintaku
"Tidak ada lagi Cintamu. Jangan panggil aku dengan Cinta lagi!" Violet menggeram ke Mada.
"Oke! dengarkan aku dulu ya" Mada ingin meraih tangannya Violet namun, Violet langsung melompat mundur dan memekik kesal, "Jangan menyentuhku lagi, dasar brengsek!"
"Aku.........."
"Pembohong!" jerit Violet.
Mada menatap Violet dengan penuh penyesalan dan kesedihan lalu berkata, "Dengarkan aku......"
"Dia istrimu kan?"
"Iya tapi......."
"Dan permainan itu beneran ada kan?"
"Benar tapi itu sebelum........"
"Lalu dendam, kau memang ingin membalas dendam ke keluargaku?"
Mada terpaku dan membisu namun, terus menatap Violet dengan penuh penyesalan.
"Apa salah kami? apa salahku kau perlakukan aku seperti ini?" pekik Violet penuh dengan amarah yang menggelegar.
"Katanya kau akan tetap mencintaiku apapun yang terjadi" Mada mengucapkan kata itu untuk mendapatkan kembali rasa cinta dari Violet yang hampir saja berlalu, punah, dan lenyap di sana.
"Berarti kita berdua sama, pembohong!" pekik Violet lalu Violet berbalik badan dan berlari melesat menuju ke mobilnya dan langsung melajukan mobilnya tanpa memasang sabuk pengaman.
__ADS_1
Mada mengejar Violet namun, ia gagal. Mada kemudian bersimpuh di sana dan berteriak sekencang-kencangnya untuk melepaskan segala rasa yang menyesakkan dadanya. Dia kemudian menangis sesenggukkan karena tersadar, bahwa ia telah kehilangan Violet.