The Thing About Violet

The Thing About Violet
Galvin Muncul di Depannya Violet


__ADS_3

Mada bisa melihat kepala Violet bergerak dan menoleh ke arahnya. Walaupun hanya beberapa detik saja, hal itu membuat hati Mada bahagia bukan main. Mada memekik senang, "Dia melihatku tadi. Apa dia merasa tidak rela berpisah denganku? apa masih ada rasa cinta di hatinya untukku? Ah! kenapa aku jadi malu nih" Mada meraup wajah tampannya lalu senyum-senyum sendiri sambil terus menatap taksi online yang membawa Violet hingga taksi online itu lama-lama menghilang dari pandangannya.


Di saat mobil taksi online yang membawa Violet benar-benar lenyap dari pandangannya, Mada lalu melompat ke udara dengan wajah riang gembira sambil memekik, "Yes! Cintaku tadi tersenyum dan dia menoleh ke belakang, yes!"


Ratna segera menghampiri Mada dan berteriak, "Kau benar-benar gila ya? kau melompat tinggi dan berteriak-teriak kayak gitu, emangnya kita ini tidak punya tetangga, emangnya kita hidup di hutan belantara?"


Mada menoleh ke Ratna dengan senyum lebar, lalu bersiul ringan sambil melangkah ke dalam tanpa menghiraukan ucapannya Ratna.


Ratna segera berputar badan dan mengekor langkahnya Mada dengan kesal, "Apa kau bahagia karena diperlakukan buruk sama Cinta? kau sakit ya?" diperlakukan seburuk itu tapi malah riang gembira seperti ini?" ucap Ratna sambil terus mengiringi langkahnya Mada menuju ke ruang makan.


Mada menghentikan siulannya di saat ia duduk di depannya Ratna lalu sambil mengambil sepiring nasi goreng masakannya sendiri, ia berucap, "Iya, aku sakit karena Cinta tapi juga bahagia karena Cinta"


"Sebegitu hebatnya ya dia di mata kamu?" tanya Ratna. "Padahal dia sudah menjadi istri orang, kau masih mencintainya sebegitu besarnya?"


"Karena ada sesuatu di diri Violet yang membuatku tidak mampu berpaling darinya. Jika aku tidak ditakdirkan hidup bersama dengannya, aku memilih untuk hidup sendirian selamanya karena, aku tidak bisa memalingkan hatiku ke cewek lain selain Violet Cinta Elruno, Cintaku" sahut Mada dengan polosnya sambil mengunyah nasi goreng di dalam mulutnya. Mada lupa kalau Ratna pernah menyatakan cinta padanya.


Ratna langsung menunduk kecewa, dia memakan nasi goreng dengan wajah masam karena selamanya, Mada tidak akan pernah mencintainya.


Apa aku harus mulai move on dari perasaanku ini. Aku harus mulai bisa melupakan rasa cintaku untuk Mada. Aku harus mulai bisa membuka hati untuk cowok lain. Batin Ratna penuh dengan kesedihan dan kekecewaan.


Sang supir taksi online melihat ke rear-mirror visionnya lalu menyeletuk, "Pacar Anda sangat mencintai Anda ya Nona. Dia terus berdiri menatap mobil ini sampai mobil ini belok tadi"


"Dia bukan pacar saya, Pak" Violet menghela napas panjang sambil menyandarkan kepalanya di jok mobil belakang.


"Lalu siapa dia? kenapa dia begitu peduli sama Anda, Nona" sang supir taksi online masih penasaran dan terus bertanya.

__ADS_1


"Dia hanya teman lama yang tidak penting bagi saya" sahut Violet dengan acuh tak acuh.


Sang supir taksi online itu langsung memahami situasinya dan mengerti kondisi hati penumpangnya di pagi hari itu dan ia mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian diam seribu bahasa sampai ia berhasil mengantarkan Violet dengan selamat di depan sebuah bangunan megah yang dikelilingi pagar besi gagah perkasa menjulang tinggi.


Violet mengucapkan terima kasih lalu segera turun dan berjalan dengan setengah berlari, tergopoh-gopoh masuk dengan disertai rangkaian alasan di benaknya jika tiba-tiba suaminya bertanya ke mana dia semalam. Namun, kembali merasa kecewa saat asisten rumah tangganya kembali berkata, "Bapak tidak pulang semalam Bu. Saya pikir, Bapak pergi dengan Ibu semalam"


Violet berjalan menuju ke kamarnya sambil melengkungkan tubuhnya karena dia merasakan lelah fisik dan psikis yang begitu hebat. Violet berendam air hangat di dalam bath-up dan merenung. Lalu Violet bergumam, "Kenapa Mas, kamu tega melakukan itu semua ke aku? di saat aku sudah mulai membuka hatiku dan sudah mulai mencintaimu, kau malah mengkhianatiku, kau berselingkuh dan menghamili Kak Mia. Kenapa seolah aku tidak diijinkan jatuh cinta oleh semesta? setiap kali aku jatuh cinta, aku tidak memperoleh kebahagiaan, aku justru akan mendapatkan sakit hati dan kekecewaan"


Beberapa jam kemudian, Violet melangkah keluar dari dalam kamarnya dan menuruni anak tangga. Di anak tangga terakhir, ia langsung mematung saat ia berdiri berhadapan dengan Galvin. Galvin langsung berlari dan memeluk tubuh Violet yang hampir jatuh ke lantai karena, lemas. Violet lalu menangis di dalam pelukannya Galvin sambil terus memukul punggungnya Galvin dan bergumam lirih, "Syukurlah kau masih hidup"


Lalu Violet melepaskan diri dari dalam pelukannya Galvin. Kemudian ia mengedarkan pandangannya, "Mana Mama dan Papa?"


Galvin memegang kedua bahunya Violet, "Suami kamu ada di rumah? aku ingin menemuinya"


"Mas Gasa lembur di kantor tidak pulang semalam" sahut Violet menutupi aibnya Gasa.


Violet lalu duduk di depannya Komandan Deo dan di sebelahnya Galvin. "Ada apa Pak Deo?" Violet bertanya dengan tangan terus mencengkeram tangannya Galvin untuk meminta saluran kekuatan dari Galvin.


"Mana suami Anda?"


"Suami saya lembur di kantor dan tidak pulang semalam" sahut Violet dengan sorot mata sayu.


"Baiklah karena, suami Anda tidak ada di sini apakah kita bisa bicara di tempat yang tertutup dan aman?"


"Ini rumah suami saya jadi saya rasa semua ruangan di sini nggak ada kata aman jika yang akan Anda sampaikan tidak boleh diketahui oleh suami saya" sahut Violet.

__ADS_1


"Wah! Anda sangat cerdas tenyata" sahut Pak Deo disertai dengan senyum kekaguman.


Galvin menepuk punggung tangannya Violet lalu berkata, "Vio memang cerdas"


Violet tersenyum lalu ia bangkit sambil terus menggenggam tangannya Galvin. Komandan Edo ikutan bangkit lalu Violet berkata, "Kita ke kantornya Papa saja"


"Baiklah. Mari silakan" Komandan Edo mempersilakan Violet untuk melangkah keluar terlebih dahulu.


Di dalam mobil Komandan Edo menjelaskan bahwa di serpihan pesawat yang jatuh, tidak ditemukan adanya DNA manusia dan Galvin langsung berbisik di telinganya Violet, "Papa dan Mama.kamu masih hidup dan ada di tempatnya Budhe Chery"


"Apa?!" Violet menoleh kaget ke Galvin.


"Sssttt! jangan kasih tahu ke siapa pun termasuk suami kamu" sahut Galvin.


"Kenapa?" tanya Violet.


"Karena pesawat pribadinya Pakde Elmo, Papa kamu, memang disabotase. Kita perlu menangkap pelakunya dan semua di sekitar kita adalah tersangka"


"Termasuk Mas Gasa?" tanya Violet.


"Hmm" Galvin menganggukkan kepalanya.


Sesampainya di kantornya Elmo, Violet, Komandan Edo, dan Galvin menautkan alis mereka, ketika mereka melihat Gasa memimpin rapat dadakan tanpa sepengetahuannya Violet.


Gasa duduk di sebelah pengacara perusahaannya Elmo di saat pengacara itu membacakan surat keputusan bahwa pemegang tampuk kepemimpinan selanjutnya adalah Gasa Aefar, dan sepertinya Gasa sudah bekerjasama dengan pengacara perusahaannya Elmo yang selama ini Elmo percaya memegang semua urusan legalisasi di perusahaan itu.

__ADS_1


Violet memekik kesal, "Apa-apaan ini? kenapa.kalian menggelar rapat pemegang saham tanpa memberitahuku terlebih dahulu?"


Gasa langsung bangkit dan mematung dengan wajah pucat karena, ia melihat Violet datang bersama dengan Galvin.


__ADS_2