The Thing About Violet

The Thing About Violet
Elmo dan Ivan


__ADS_3

"Mamaku membela kamu dan hanya mengajukan tuntutan dua tahun atas kamu kala itu yang sebenarnya tidak sebanding dengan kesalahanmu yang sangat besar" ucap Elmo.


Ivan langsung menyandarkan punggungnya ke kursi kerjanya dan menatap Elmo dengan mata redup.


"Apa kau juga yang memerintahkan Gasa untuk menyabotase pesawat pribadi yang hendak aku......."


"Nggak!" Ivan langsung memekik serius. "Aku nggak akan pernah mencelakai Lili kau tahu betul tentang itu, kan?" sahut Ivan dengan nada serius dan Elmo bisa melihat ada kejujuran di sorot matanya Ivan.


"Sial! apa kau masih mencintai Lili?" Elmo menghunus tatapan tajam ke Ivan.


"Kesalahan dan kebodohanku selama ini terjadi karena, rasa cintaku yang sangat besar untuk Lili dan......."


Bug! Elmo bangkit dan melayangkan bogem mentahnya ke wajah tampannya Ivan. Ivan mengaduh, memegang pipinya yang terasa berdenyut lalu menoleh tajam ke Elmo.


"Apa?! kau tidak terima? kau mau duel? Ayok?!"


Ivan tidak membalas Elmo. Dia justru terisak menangis di depannya Elmo.


Elmo langsung merasa bersalah dan berkata, "Maafkan aku! seharusnya aku tidak memukulmu dan......"


Ivan menggelengkan kepalanya dan berkata, "Aku pantas untuk kau pukul ribuan kali. Aku menyesali semua kebodohanku, Mo! Dan kenapa kau baru datang sekarang dan mengatakan semuanya padaku? Sudah terlambat bagiku untuk mengucapkan terima kasih ke Mama kamu dan meminta maaf pada beliau. Maafkan juga atas semua kebodohan yang pernah aku lakukan pada kamu dan Lili"


Elmo kembali duduk dan berkata, "Mama sudah memaafkanmu dari dulu dan Mama selalu melakukan apapun dengan tulus tanpa mengharapkan kata terima kasih" Sahut Elmo.


"Kau beruntung memiliki Mama seperti itu. Tidak seperti aku yang tumbuh besar tanpa seorang Mama dan membuatku tumbuh menjadi......"

__ADS_1


"Egois dan bodoh" sahut Elmo.


"Iya kamu benar" Ivan berkata sambil mengusap pipinya.


"Apa kau tahu kalau Gasa, putra kamu itu sakit jiwanya?" tanya Elmo.


"Aku tahu tapi, aku tidak menyangka kalau sakitnya Gasa sampai separah itu" sahut Ivan.


"Itu salah satu dari kebodohanmu. Anakmu seorang Psikopat, Van. Anakmu berbahaya bagi lingkungan sekitar dan sesamanya. Gasa, aku yakin tidak ingin menjadi seperti itu. Aku yakin dia ingin sembuh tapi, kau tidak pernah berupaya menyembuhkannya. Kau malah tega memanfaatkannya untuk dendam nggak jelas kamu itu, cih!" ucap Elmo.


Ivan menitikkan air mata di depannya Elmo dan berucap, "Aku menyesali semua kebodohanku, Mo dan aku bersyukur, kau, Lili dan keponakanmu masih hidup saat ini sehingga tidak menambah daftar rasa bersalahku"


"Apa kau yang memerintahkan orang untuk membunuh Diana Prastowo, Mamanya Mada?" tanya Elmo tanpa menggubris buliran lembut yang menetes di kedua pipinya Ivan Goh.


Ivan mengusap kasar kedua pipinya untuk menghapus air matanya lalu ia memajukan wajahnya dan kedua siku tangannya ia letakkan di atas meja kerjanya kemudian ia segera berkata, "Yang membunuh Mamanya Mada bukan aku tapi, Fang Yin"


"Sial! kau memang sangat cerdas, Elruno. Iya kau benar. Fang Yin adalah Mama kandungnya Gasa" sahut Ivan dengan wajah kesal karena, satu per satu rahasianya yang ia jaga selama puluhan tahun, berhasil diungkap Elmo Elruno hanya dalam hitungan jam.


"Lalu bagaimana kau bisa tahu Fang Yin yang telah membunuh Mamanya Mada?"


"Fang Yin sepertinya ingin membawa Mada untuk ia jadikan alat membalas dendam tapi, berhasil dihalangi oleh Diana. Untuk itulah ia menikam Diana dengan pisau dapur. Saat ia hendak menuju ke kamar untuk mencari Mada, aku memergokinya. Dia lalu menabrak aku dan berlari keluar sambil masih menggenggam pisau yang ia pakai untuk menikam Diana. Aku lalu bersitatap dengan Mada kecil yang keluar dari dalam kamarnya dan kemudian Mada kecil berteriak histeris ketika ia melihat Mamanya tergeletak di lantai dengan bersimbah darah. Aku lalu menggendong Mada dan membawanya pergi begitu saja"


"Kau bahkan tidak menolong Diana dan tidak menghubungi pihak kepolisan?" Elmo menatap Ivan dengan penuh emosi.


"Dengar! Aku selalu meminta Mada untuk aku asuh tapi, Diana tidak pernah mengijinkannya. Bahkan Diana tidak pernah mengijinkan aku menemui Mada. Dan pada saat itu, akhirnya aku bisa memiliki Mada, bisa menggendong dan memeluk Mada, maka yang ada di dalam benakku kala itu hanyalah membawa Mada pergi"

__ADS_1


"Dan kau tidak mengatakan ke Mada semua kejadian itu?" tanya Elmo.


"Mada kehilangan beberapa memori di otaknya karena, syok setelah kejadian itu. Itulah kenapa aku memilih untuk tidak menceritakan peristiwa itu ke Mada"


"Cih alasan! Kau hanya ingin mencuci otaknya Mada dengan cerita karangan kamu kan, kau katakan ke Mada kecil yang tengah syok kalau keluarga Elruno yang telah membunuh Mamanya, benar kan?" Elmo menggebrak meja kerjanya Ivan karena kesal.


"Oke! aku akui semua asumsi kamu itu benar adanya. Dan sekarang aku meminta maaf ke kamu. Aku salah paham pada keluarga kamu selama ini dan aku berhutang budi pada Mama kamu. Maafkan aku, Mo! Apa masih ada maaf darimu untukku, untuk semua kebodohanku selama ini?" sahut Ivan.


"Huuuffttt!" Elmo menyandarkan punggungnya di kursi, menarik napas panjang, menyembuhkannya secara perlahan lalu berkata, "Baiklah. Almarhum Mamaku selalu mengajarkan ke aku dan anak-anaknya untuk selalu memberikan kesempatan kedua bagi siapa saja yang meminta maaf dan menyesali perbuatannya tapi, mulai detik ini, kau harus mulai terbuka padaku"


Ivan langsung bangkit, memutari meja kerjanya lalu meraih kedua tangannya Elmo sambil berkata, "Terima kasih banyak Mo. Maaf dari kamu, langsung membuat jiwaku merasa lebih tenang saat ini"


Elmo menarik kedua tangannya dan berkata, "Iya. Tapi, nggak usah pakai lama memegang kedua tanganku!"


Ivan terkekeh geli lalu ia kembali melangkah untuk duduk di kursi kerjanya lagi


"Sekarang di mana Fang Yin? Apa Mada tahu kalau Fang Yin ibu kandungnya Gasa? Dan Mada belum tahu kan kalau Fang Yin yang telah membunuh Mamanya?" tanya Elmo.


"Aku tidak tahu di mana Fang Yin berada. Sejak dibebaskan dari penjara, ia bekerja di sebuah perusahaan dan berhasil merayu CEO perusahaan itu lalu sepertinya Fang Yin berhasil menyingkirkan istri pertama CEO itu beserta dengan putri tunggal CEO perusahaan itu dengan istri pertamanya dan sejak itu, Fang Yin menjadi istri satu-satunya CEO itu dan berhasil menguasai hati CEO itu beserta semua harta kekayaannya. Sejak itu aku tidak mengetahui lagi keberadaannya dan bagaimana kehidupannya. Aku mencari tahu soal dia ketika aku menemukan fakta bahwa aku punya anak dengannya dan dari penyelidikanku itu, aku akhirnya berhasil menemukan Gasa, anakku dengan Fang Yin" sahut Ivan.


"Kalau soal Mada, aku yakin anak itu sudah tahu siapa pembunuh Mamanya. Dia anak yang cerdas dan memiliki tekad yang kuat jika sudah memiliki keinginan, dia akan kejar sampai dapat" sahut Ivan.


"Aku menyukai Mada.Dia jujur dan tulis seperti Diana Prastowo dan untungnya dia nggak mirip sama kamu. Mada lebih bisa berpikir bijak, memilih dan memilah sebelum bertindak. Nggak bodoh seperti kamu" sahut Elmo.


"Yeeeaaahhh! kau benar dan Gasa sepertinya lebih mirip denganku!" sahut Ivan

__ADS_1


Elmo dan Ivan melanjutkan obrolan panjang mereka sampa ke meja makan. Mereka menikmati makan siang bersama setelah Elmo dan Ivan akhirnya berbaikan.


"Dan ada satu lagi rahasiaku yang belum aku katakan ke kamu, Mo" ucap Ivan yang langsung membuat wajah Elmo Elruno penasaran.


__ADS_2