The Thing About Violet

The Thing About Violet
Violet Bertemu Katherine


__ADS_3

Gasa pulang ke rumah dengan bersiul senang. Dia berhasil mengelabui adik tirinya dengan aktingnya. Gasa memang dikaruniai kecerdasan di atas rata-rata karena terlahir dari rahim seorang perawat yang sangat pintar namun, kelicikkan, keegoisan dan kekejaman ibunya pun menurun kepadanya.


Mada tidak bisa memejamkan kedua matanya sama sekali. Dia teringat akan kebodohan dan kenekatannya mengungkapkan rasa sukanya ke Violet kala itu karena, terbawa suasana romantis deburan ombak di tepi pantai. Dia merasa jahat pada kakak yang baru ia temukan karena telah merebut tunangan Kakak tirinya, dia juga teringat akan kelabunya masa lalu dia dan abu-abunya kenyataan yang dia dengar diantara cerita dari Papanya dan cerita dari Kampung Elruno di Tiongkok terkait siapa sebenarnya The Elruno dan Maha Adijaya.


Mada menghela napas panjang lalu menutup kedua mata dengan lengannya dan memerintahkan otaknya untuk mengistirahatkan kerja kerasnya tapi, tangan kanannya justru menarik ponselnya, menggenggamnya lalu ia membuka kedua mata dan menghubungi nomer ponselnya Violet sambil melirik jam di dinding yang menunjukan jarum panjang dan jarum pendek sama-sama berada di angka dua belas.


"Halo, Mas Mada? ada apa?" suara Violet yang merdu langsung membuat seluruh jiwa dan raganya Mada merasakan kembali kesegarannya.


"Emm, apa kau sudah bobok? maaf kalau membangunkanmu"


"Belum. Aku masih membaca buku anatomi manusia" sahut Violet.


"Oh" sahut Mada singkat


"Ada apa? apakah tato Mas ada infeksi, memar, dan terasa nyeri? atau luka di perut Mas terbuka lagi?" Violet langsung terdengar panik.


"Nggak. Tato dan luka di perutku baik-baik saja tapi, aku tidak bisa tidur" sahut Mada.


"Mas nggak suka baca buku ya?" tanya Violet.


"Aku ridak suka baca buku karena, aku tidak kebanyakkan teori. Aku lebih suka langsung praktek dan langsung bertindak hehehehehe"


Violet ikutan terkekeh geli, "Kalau tidak bisa tidur, Mas biasanya ngapain?"


"Rebahan aja di atas kasur dan........."


"Mau kunyanyikan sebuah lagu?" tanya Violet.


Mada langsung tersenyum lebar dan berkata, "Kau mau? baiklah kalau kau mau menyanyikan lagu unutkku"


"Mau lagu apa?" tanya Violet.

__ADS_1


"Apa aja. Asal kau yang nyanyi, aku pasti suka" sahut Mada.


"Hahahaha, Mas kan belum pernah mendengarku bernyanyi" sahut Violet.


"Asal itu suara kamu, pasti merdu sekali terdengar di telingaku" sahut Mada dengan senyum lebar dan hati membuncah bahagia penuh dengan cinta.


"Oke, aku akan nyanyikan lagu kesukaanku. Mamaku dulu sering menyanyikan lagu ini pas aku masih kecil. Lagu dari Band Air tapi, entah kenapa Band itu tidak muncul lagi di kancah permusikan Indonesia" sahut Violet.


Deg! jantung Mada hampir copot saat mendengar nama Band Air. Lalu ia bertanya, "Apa judul lagunya Bintang?"


"Iya. Mas suka juga?" tanya Violet.


Mada menghela napas panjang lalu berkata lirih, "Dulu Mamaku sangat menyukai Band Air dan sering menyanyikan lagu Bintang untukku, setiap kali aku takut petir"


"Wah! kenapa bisa kebetulan banget ya. Andai aku bisa bertemu dengan Mamanya Mas, Aku dan Mamanya Mas, pasti cocok" sahut Violet.


"Mamaku sudah meninggal sejak aku masih berumur lima tahun" sahut Mada dengan nada penuh kesedihan dan ia hampir saja menitikkan air mata karena, Dia memang menginginkan Violet kekasih hatinya bertemu dengan Mamanya tapi, itu hanyalah mimpi belaka tak mungkin menjadi nyata. Pikiran bahwa selamanya ia tak mungkin memiliki kehidupan normal dan bahagia itulah yang membuatnya ingin menitikkan air mata.


"Maafkan aku Mas. Aku tidak tahu. Aku turut prihatin" sahut Violet.


"Emm, baiklah aku akan mulai bernyanyi saja ya, Bintang di langit Kerlip engkau di sana


Memberi cahayanya di setiap insan. Malam yang dingin Kuharap engkau datang


Memberi kerinduan di sela mimpi - mimpinya................"


Belum sampai selesai Violet bernyanyi, Mada sudah jatuh tertidur ke dalam mimpi yang sangat indah.


"Mas? sudah bobok ya?" Violet menunggu jawabannya Mada dan di saat ia tidak mendapatkan sahutan dari Mada, Violet tersenyum dan berbisik, "Selamat bobok Mas, mimpi indah, I Love You" lalu Violet mematikan sambungan telepon itu dan menyusul Mada ke alam mimpi.


Keesokan harinya, Mada bangun kesiangan dan langsung berlari melesat ke kamar mandi dan mandi super kilat saat pengacaranya sudah menelepon dia dan berkata menunggunya di lobi hotel.

__ADS_1


Berbeda dengan Violet, dia bangun pagi-pagi buta dan memasak omelet yang sama persis dengan yang pernah ia masak di Tiongkok untuk Mada karena, ia pikir masakannya enak dan Mada menyukainya. Lili yang ikutan terbangun karena, haus langsung mencubit omeletnya Violet yang sudah tertata apik di wadah makan lalu Lili memekik, "Apaan ini? kacau banget rasanya" sambil melepeh cuilan omelet dari dalam mulutnya.


Violet spontan menoleh lalu mencubit omeletnya dan dia meringis, "Iya Mama benar. Rasanya amburadul kayak gini. Tapi, dia kok bilangnya enak ya waktu itu"


"Dia siapa?" tanya Lili, "Gasa?"


"Oh, emm, bukan, bukan Masa Gasa. Emm, Ma, kalau gitu ajari dong cara bikin omelet biar enak" Violet langsung menggelungkan tangannya di lengan mamanya. Lili tersenyum laku mencium pipinya Violet dan segera mengajari Violet cara memasak omelet. Alhasil, omelet di pagi itu jadilah sebuah omelet terenak yang pernah Violet masak. Violet segera memasukkan wadah makan berisi omelet dan kentang goreng ke dalam paper bag lalu masuk ke dalam mobil dan meluncur ke dermaga karena, Violet pikir, Mada berada di dermaga.


Violet lupa mengaktifkan ponselnya setelah semalam ponsel itu habis daya jadi, panggilan telepon dari Mada tidak bisa masuk


Mada yang begitu merindukan Violet mengernyit kecewa sambil menatap layar ponselnya dia bergumam, "Kenapa ponselnya tidak aktif? Apa dia sudah berada di rumah sakit pagi tadi?"


Mada akhirnya memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku kemejanya dan terus tersenyum bahagia saat ia teringat kembali suara merdunya Violet menyanyikan lagu yang sering dinyanyikan Mamanya Mada sewaktu Mada masih balita.


Edo yang menyetir, melirik Mada dan tergelitik untuk bertanya, "Kenapa Bos senyum terus pagi ini? dapat apa semalam?"


Mada menoleh sekilas ke Edo dengan muka kesal, "Bukan urusanmu. Fokus aja nyetir dan jangan banyak tanya!"


"Oke Bos! Maaf!" sahut Edo sambil terus fokus mengikuti mobil yang dikemudikan oleh pengacaranya Mada untuk menuju ke dermaga, menemui Katherine. Entah apapun keputusan Mada untuk Violet, dia akan tetap menceraikan Katherine karena, dia sudah sangat muak dengan semua tingkah lakunya Katherine yang pernah menjebaknya mabuk sampai ia tidur dengan Katherine dan terpaksa menikahi Katherine, lalu Katherine juga pernah kedapatan berciuman dengan seorang laki-laki, lalu kejadian kemarin terkait dengan hutangnya Katherine pada mantan kekasihnya Katherine sampai Mada harus merugi 1 M lebih.


Violet sampai di dermaga tepat di saat Mada meninggalkan hotel. Violet menuju ke kapalnya Mada dengan senyum senang berbalut cinta dan kerinduan, membayangkan ia dan Mada sarapan romantis di atas kapal sambil menikmati indahnya laut. Namun, saat Violet hendak naik ke atas kapal, ia berpapasan dengan Katherine yang hendak turun dari atas kapal.


Katherine tersenyum lebar karena, tanpa ia perlu bersusah payah pergi ke rumahnya Violet, Violet justru datang dan telah berdiri di depannya. Katherine langsung memundurkan langkahnya dan tidak jadi melangkah turun dengan berucap, "Silakan naik Nona Violet"


Violet terus mengerutkan keningnya sambil melangkah naik. Di saat ia sampai di atas kapal, ia mengedarkan pandangannya dan bertanya, "Siapa Anda dan di mana Mas Mada?"


"Mas Mada? hahahahaha, Anda naif sekali Nona Violet. Anda bahkan sudah memanggil suamiku dengan sebutan Mas, Cih! dasar gadis tidak tahu malu. Namaku Katherine" sahut Katherine dengan senyum sinis.


Violet mencengkeram paper bag di dalam genggaman tangannya dan menatap nanar ke wanita cantik nan seksi yang berdiri angkuh di depannya saat ia mendengar kata suamiku.


Violet mencoba mengumpulkan kembali semua kesadaran dan keberaniannya untuk menerima semua kenyataan dengan bertanya, "Suami? siapa nama Suami Anda?" dengan terbata-bata, Violet meloloskan tanya itu dari dalam mulutnya.

__ADS_1


"Cih! tentu saja Mada Goh. Apa Anda perlu bukti? Saya punya banyak bukti soal kebusukannya Mada Goh. Bukti pernikahan kami, bukti permainan bodoh yang ia mainkan dengan temannya untuk mendapatkan Anda dengan hadiah sebuah mobil sport, dan bukti rencana balas dendamnya pada keluarga Anda karena, Kakek Anda yang bernama Maha dan Moses, telah membunuh Mamanya Mada Goh. Anda mau lihat bukti yang mana dulu nih?" Katherine menggoyang-nggoyangkan ponselnya di depan kedua matanya Violet.


Violet terus melangkah mundur dan akhirnya ia terduduk lemas di atas buritan kapal sambil terus menatap Katherine dengan nanar dan gamang.


__ADS_2