
Setelah menerima video call dari Budhe dan Tantenya, Violet merasakan ada semangat baru di dalam dirinya. Lalu ia melirik jam dinding dan mendengus kesal saat jam istirahat makan siang ternyata masih lama, masih dua jam lagi dan ia sudah begitu merindukan Mas Mada Goh-nya.
Begitu pula dengan Mada, ia menangani kasus sambil sesekali melirik jam tangannya dan ia pun menghela napas panjang tanpa ia sadari saat jam di tangannya belum menunjukkan pukul dua belas siang karena dia sudah sangat merindukan Cinta-nya.
"Maaf, apa perkataan saya ada yang salah?" tanya seorang wanita cantik berbalut outfit mahal yang adalah klien Mada siang itu dan tengah duduk di depan meja kerjanya Mada.
Mada tersentak kaget dan langsung mengalihkan pandangannya dari jam tangan ke wanita yang masih duduk di depannya. Mada langsung berucap, "Oh! tidak, tidak ada yang salah. Emm, saya hanya sedang menunggu telepon dari istri saya di jam makan siang nanti dan ternyata masih lama, hehehehe padahal saya sudah sangat merindukannya"
"Anda sudah menikah ya ternyata. Anda hebat, di saat karir Anda mulai menanjak, Anda justru memberanikan. diri untuk menikah. Padahal pernikahan itu tidak mudah" ucap wanita yang berprofesi sebagai pebisnis muda yang tengah menggugat cerai suaminya.
Mada tertegun menatap klien wanitanya yang tampak murung di depannya karena, telah mengetahui suaminya berselingkuh.
"Anda sudah berapa lama menikah?"
"Baru tiga hari ini" sahut Mada.
"Wah! masih baru banget ya. Pantas masih penuh gairah dan menggebu-gebu penuh kerinduan. Lihat nanti lima tahun ke depan, Anda akan mulai berpikir ulang tentang cinta dan keputusan Anda bersedia menikahinya dulu. Seperti pernikahan saya dan suami saya. Kami saling mencintai tapi siapa sangka, menginjak tahun ke sepuluh usia pernikahan kami, suami saya berselingkuh dan saat ini kami akan bercerai"
"Jangan samakan pernikahan saya dengan pernikahan Anda. Anda bilang saling mencintai tapi saya lihat itu hanyalah gairah dan obsesi belaka. Anda dan suami Anda tidak saling mengenal dengan baik. Kesibukan kalian masing-masing telah membuat kalian menjadi asing saru sama lain dan saya nggak akan biarkan hal itu terjadi di pernikahan saya." sahut Mada dengan nada penuh kelemahlembutan.
Klien wanitanya Mada langsung tertegun mendengar kata-katanya Mada. Lalu ia berucap. Kemudian klien wanitana Mada berkata, "Tangguhkan dulu gugatan cerai saya. Saya menyadari sesuatu setelah mendengar kata-kata Anda barusan. Terima kasih banyak Pak Mada Goh. Saya akan pulang dan berbicara empar mata dengan suami saya dan saya aka. kembali lagi ke sini besok memberikan keputusan final saya atas pernikahan saya" klien wanitanya Mada itu kemudian bangkit dan pergi setelah berjabatan tangan dengan Mada Goh. Mada menatap punggung klien wanitanya itu dengan senyum senang dan ia berharap semoga klien wabutanya itu tidak jadi bercerai dengqn suaminya dan pernikahan klien wanitanya itu akan baik-baik saja selamanya.
Mada kembali duduk di kursinya dan tersentak kaget saat ia berhadapan dengan seorang pria dengan raut wajah panik penuh ketakutan dan menyemburkan kata, "Tolong saya Pak Mada Goh! Sepertinya saya telah membunuh seseorang tanpa saya sadari"
Mada langsung menyugar kasar rambutnya karena, baru pertama kalinya ia menerima kasus pembunuhan.
Setelah melakukan percakapan cukup serius dan memqkan banyak waktu dengan kliennya barunya yang merasa telah membunuh seseorang tanpa sadar, Mada meminta break sebentar saat ia melirik jam tangannya telah menunjukkan pukul dua belas siang. Mada bangkit untuk mengunci pintu ruang kerjanya dan dengan hampir memekik senang ia duduk di kursinya kembali sambil memencet nomer istri cantiknya dengan melakukan panggilan video call.
__ADS_1
Senyum cantiknya Violet langsung menghiasi layar ponselnya Mada dan Mada tertegun. Setiap kali Violet tersenyum Mada merasa seperti tersihir. Senyum istrinya memang sangat cantik dan bisa membuat hatinya merasa sangat sejuk. Segala penat, pikiran pusing, dan kekesalan di hati menguap hilang ketika Mada melihat senyuman istrinya.
Violet menautkan alisnya, "Kok malah bengong? hahahaha, wajah kamu sangat lucu kalau bengong kayak gitu, Mas"
"Kamu jangan tersenyum dan ketawa semanis itu! bikin aku nggak konsen kerja nanti"
"Kenapa? Ada yang salah dengan senyumanku?" Violet menautkan alisnya kembali.
"Senyum dan tawa kamu semakin membuatku ingin segera pulang dan ingin segera mencium kamu"
Violet merona malu dan Mada kembali berucap, "Ah! kenapa malah pasang wajah seimut itu sih? nyesel aku melakukan panggilan video call ke kamu. Aku jadi tambah nggak karuan nih pengen segera pulang"
Violet terkikik geli, "Udah deh nggak usah lebay!"
"Lho aku serius kok dibilang lebay. Bunny apa kabar?"
Kedua mata Mada langsung membeliak penuh keceriaan, "Benarkah? bagaimana kau bisa tahu Bunny mencariku?"
"Aku bisa merasakannya" Violet tersenyum penuh cinta ke Mada"
"Ah! aku jadi pengen nyium Bunny, nih"
"Sambil makan Mas. Bekal kamu belum kamu sentuh sama sekali tuh"
Mada tersenyum lalu meletakan ponselnya di dudukan ponsel dan mulai membuka kotak makannya. Ia kemudian menatap ponselnya kembali dan berkata, "Kau ingat kotak makan ini?"
Violet langsung melongo, "Ya ampun Mas! kenapa kau masih simpan dan pakai kotak makan itu? kan udah lama banget kotak makan itu? itu kotak makan yang aku bawa ke kapal kamu pas aku mengetahui kau telah menikah dengan wanita ular itu, kan?"
__ADS_1
Mada mengunyah makanan yang telah masuk ke dalam mulutnya sambil mengeluarkan kata, "Tentang wanita ularnya jangan diingat-ingat please?! yang diingat perhatian kamu memasakkan omelet perdana bagiku yang rasanya enak banget. Dan omelet itu, omelet terenak sedunia bagiku"
Violet terkekeh geli, "Lebay lagi deh"
Mada tersenyum penuh cinta lalu berkata, ""Yaaahhhh, dikatain lebay lagi deh padahal aku serius" lalu Mada mengerucutkan bibirnya selancip-lancipnya di depan layar ponsel dan Violet langung melepas tawa riangnya.
"Kamu udah makan?" tanya Mada.
"Udah. Mas......."
"Hmm?" Mada menatap layar ponselnya sambil terus memakan bekal makan siangnya.
"Aku udah merasa baikan setelah menerima panggilan video call dari Budhe Chery dan Tante Celyn"
"Benarkah? Apa Budhe dan Tante kamu mengetahui kalau kita udah menikah?"
"Iya, mereka tahu dan mereka merestui kita. Budhe Chery nitip salam buat kamu"
Mada langsung memekik senang, "Syukurlah! terus apa yang ingin kau sampaikan tadi?"
"Aku pengen berkencan denganmu sore nanti, bisa?"
Mada langsung menjatuhkan sendoknya dan berucap, "Aku nggak salah dengar kan?"
Violet tersenyum lebar dan menggelengkan kepalanya.
"Tentu saja bisa. Kau ingin ke mana? aku akan pulang cepat nanti" Mada langsung tersenyum lebar penuh cinta.
__ADS_1
"Aku pengen nonton" sahut Violet.