The Thing About Violet

The Thing About Violet
Gasa Tertangkap


__ADS_3

Elmo terus mengawasi polah tingkahnya Gasa Aefar dengan berbagai bayangan mengerikan di benaknya. Putra tampannya Moses Elruno itu kemudian dengan segera memerintahkan Deo untuk memborgol Gasa Aefar. Mada yang mulai kewalahan menghadapi Gasa yang terus meronta, melepaskan lengannya Gasa dan Deo segera menggantikan Mada,mencekal lengan Gasa kemudian memborgol kedua pergelangan tangannya Gasa.


Gasa menoleh ke Elmo dan tertawa, "Hahahaha, Anda masih hidup, selamat untuk Anda, Papa mertua tercintaku. Tapi jangan harap, Anda bisa memiliki Violet sepenuhnya karena, Violet hanyalah milikku seorang, dia istriku dan........"


Bugh! Mada secara spontan mendaratkan bogem mentah di wajah tampannya Gasa. Gasa mendelik ke Mada, "Kenapa kau memukulku?"


"Karena kau sudah menyakiti Violet selama ini karena kau ingin membunuh Papa, Mama dan sepupunya Violet dan karena kau brengsek!" Pekik Mada kesal.


Elmo hanya menatap Gasa di dalam keheningan. Elmo sedih membayangkan nasib dari cucunya yang masih berada di dalam kandungan putri tercintanya. Elmo bergidik ngeri saat ia membayangkan, cucunya bisa saja mewarisi DNA The Devil yang ada di jiwanya Gasa Aefar.


Deo menoleh ke Elmo, "Anda ridak ingin mengatakan apapun ke orang brengsek ini, Pak Elmo Elruno?"


Elmo menghela napas panjang lalu menggelengkan kepalanya, "Bawa saja dia ke kantor polisi sekarang!"


Deo langsung menggiring paksa Gasa menuju ke mobil dinas kepolisian dan memasukkan Gasa dengan paksa ke dalam mobil itu.


Gasa menyeringai ambigu dan bergumam, "Kalian semua tidak akan pernah bisa melawanku. Sebentar lagi, aku akan bebas dan aku bisa menemui istri dan anakku yang masih ada di dalam kandungan istriku"


Deo mendengus kesal lalu membanting pintu mobil dinas kepolisian itu dengan sangat keras di depannya Gasa Aefar.


Gasa Aefar dijebloskan ke penjara di hari itu dengan pasal berlapis. Percobaan pembunuhan atas Elmo Elruno, Jelita Adijaya dan Galvin Permata Elruno saja sudah cukup membuat Gasa menua di balik dinginnya jeruji besi, apalagi ditambah dengan penganiayaan atas Violet Cinta Elruno dan Mia istri keduanya Gasa yang akhirnya kehilangan anak di dalam kandungannya dan mengalami koma di rumah sakit dengan kondisi luka fisik yang cukup parah.

__ADS_1


Mada bergidik ngeri melihat kondisinya Mia dan ia bersyukur bukan Violet yang kehilangan anak dan berbaring koma.


Kasus Gasa bergulir cukup alot dan lama karena, Ivan Goh membantu putranya itu secara sembunyi-sembunyi.Dan di hari kelima puluh sejak Gasa ditangkap dan dijebloskan ke penjara, berkat kecerdasan dari pengacara suruhannya Ivan Goh berhasil mengeluarkan Gasa dari penjara umum dan memindahkan Gasa ke rumah sakit jiwa di sel yang berbeda dengan pasien lainnya. Gasa dijaga dengan pengawasan khusus dan super ketat selama dua puluh empat jam di rumah sakit jiwa tersebut.


Mada merasa menyesal dia kalah pengalaman dengan pengacara senior yang berhasil memenangkan kasusnya Gasa Aefar. Gasa Aefar tidak jadi mendapatkan vonis hukuman seumur hidup tapi, dipindahkan ke rumah sakit jiwa. Namun, Elmo ridak menyalahkan Mada. Elmo menepuk pundaknya Mada dan berkata, "Kamu juga sangat hebat. Persidangan pertama kamu membuat Om merinding. Om rasa di kemudian, pengalaman akan menjadikanmu seorang pengacara yang sangat disegani"


Mada menoleh ke Elmo dengan senyum tulus, "Terima kasih banyak Pak Elmo Elruno dan emm, apa saya boleh meminta waktunya Bapak sebentar? Ada yang ingin saya bicarakan dengan Bapak"


"Boleh" Elmo tersenyum ke Mada.


"Saya, emm, saya.......saya sangat mencintai putri Bapak" Mada berkata dengan cepat dan menundukkan kepalanya karena, gugup.


Mada mendongakkan wajah tampannya dan bertanya, "Bapak tahu?"


"Aku sangat mencintai putriku. Jadi, aku tahu kalau ada pria yang menyukainya. Kau panik saat Violet tiba di rumahku dan kemudian Violet pingsan waktu itu. Lalu di malam sebelum kita menangkap Gasa, aku hendak memberikan susu ke Violet dan aku mendengarkan percakapan kalian waktu itu"


"Apa Bapak merestui saya jika saya nekat masuk ke kehidupannya Vio dan........"


"Vio belum bercerai dengan Gasa dan Vio hamil anaknya Gasa" Elmo dengan cepat memotong ucapannya Mada.


"Saya tahu Om. Tapi, saya tidak peduli dengan itu semua. Jika kelak saya bisa menikah dengan Vio, saya juga akan mencintai anaknya Vio walaupun anak itu bukan darah daging saya"

__ADS_1


Elmo menatap lekat kedua bola mata berwarna cokelat nan unik miliknya Mada dan Elmo menemukan kesungguhan, kejujuran dan ketulusan di sana. Namun, Elmo hanya bisa menghela napas panjang lalu berkata, "Om belum bisa mengambil keputusan saat ini"


"Saya juga nggak akan memaksa Vio saat ini karena, saya masih harus mencari pembunuh Mama saya. Saya akan menjauh dari Vio untuk sementara waktu karena, saya nggak ingin Vio berada di dalam bahaya jika saya masih belum berhasil menemukan pembunuh itu"


"Lalu kenapa kau menyatakan perasaan dan niat kamu untuk Vio ke Om sekarang?" Elmo mengerutkan dahinya.


"Agar Om menjaga Vio dari rayuan pria lain dan agar Om tidak menjodohkan Vio dengan pria lain" Keseriusan terdengar di nada bicaranya Mada.


Elmo langsung menggelegarkan tawanya, "Dasar anak muda, hahahaha. Oke! Om akan menjaga Vio dari rayuan para pria di luar sana, Om nggak akan menikahkan Vio dengan pria lain setelah Om berhasil menceraikan Vio dari Gasa Aefar tapi, kau harus tepati janjimu untuk kembali"


Mada memekik senang dan secara spontan memeluk Elmo sambil berucap, "Terima kasih banyak Om. Saya pasti akan kembali ke Vi dan saya janji secepatnya saya akan kembali ke Vio"


Elmo terkekeh geli lalu sambil menepuk punggungnya Mada dengan kedua telapak tangannya, Elmo berkata, "Om doakan kamu bisa segera menemukan pembunuh mama kamu"


"Amin, terima kasih banyak Om untuk doa dan restunya" sahut Mada.


Itulah hari terakhir Mada berada di dekatnya Violet karena, di hari itu, Mada kembali terbang ke kampung halaman Mamanya dan dengan ditemani oleh Deo, Mada terus berupaya mencari setiap petunjuk. Sekecil apapun petunjuk yang ia dan Deo temukan di tengah jalan akan langsung mereka kejar dan mereka telaah.


Lima puluh hari Gasa di penjara umum dan sepuluh hari kemudian, Mada berada di rumah sakit jiwa, barulah Elmo dan Lili mengatakan soal Gasa ke Violet. Elmo dan Lili memutuskan mengatakan kebenaran soal Gasa ke Violet setelah melihat kondisi kesehatan mental, fisik dan kehamilannya Vio mulai stabil.


Violet syok dan terdiam selama lima menit. Lalu Violet berucap lirih dengan pandangan kosong ke depan, "Kenapa Papa menangkap Mas Gas? Kenapa Mas Gasa ada di rumah sakit jiwa sekarang? bagaimana dengan nasib anak yang aku kandung ini?"

__ADS_1


__ADS_2