The Thing About Violet

The Thing About Violet
Misi Pribadinya Elmo Elruno


__ADS_3

Elmo memang memiliki karakter yang baik. Dia selalu jujur, lugu, dan berpikiran positif terhadap semua orang, gampang percaya pada orang lain tetapi ia bukanlah orang yang bodoh. Elmo membawa tim teknisi pribadinyq yang terpercaya dan terhebat di bidangnya, untuk mengecek private jet miliknya sebelum ia terbang ke Amerika.


Elmo, Lili, dan Galvin menunggu di ruang tunggu VVIP bandara Internasional tersebut selama kurang lebih dua jam. Elmo menelepon Kak Raja-nya mengatakan kalau dia masih menunggu hasil pengecekan layak terbang private jet-nya dan Raja mengatakan, "Oke, safe flight ya"


Beberapa menit berikutnya kepala teknisi mengatakan bahwa private jet-nya Elmo telah disabotase. Tindakan perusakan yang dilakukan secara terencana, disengaja dan tersembunyi terhadap mesin private jet miliknya Elmo itu, memberikan efek cukup mengejutkan bagi Elmo, Lili, dan Galvin sehingga membuat ketiganya berucap, "Siapa yang melakukannya?" secara bersamaan.


"Kita punya musuh dalam selimut jadi kita harus tetap membuat private jet itu mengudara dan meledak di atas langit" sahut Elmo.


Lili dan Galvin menatap Elmo secara bersamaan dan berucap, "Hah?!" secara kompak.


Elmo mengabaikan keterkejutannya Lili dan Galvin atas kata-kata yang lahir dari kejeniusannya, Elmo berkata ke kepala teknisi kepercayaannya, "Pak Leo bisa memperbaikinya dalam waktu singkat. Hanya membuat pesawa itu terbang di udara selama beberapa jam saja?"


"Tentu saja bisa Tuan. Akan tetapi, pilot mana yang berani menerbangkan private jet yang sudah cacat dan hanya bisa terbang beberapa jam di udara lalu meledak?" sahut pak Leo nama dari kepala teknisi pribadinya Elmo Elruno.


"Aku akan mulai mencarinya. Kalian tunggu sebentar" Elmo melangkah keluar dari ruang tunggu VVIP itu.


Elmo yang memiliki kekuasaan, uang, dan koneksi yang luas, akhirnya berhasil mendapatkan seorang pilot yang berani menerbangkan private jet miliknya yang sudah cacat itu.


"Sebenarnya saya sudah mengatur pesawat itu bisa terbang selama dua jam tapi untuk berjaga-jaga, lebih baik Saudara Bram harus ingat, setelah terbang selama satu jam, Anda harus ubah menjadi auto pilot dan Anda beserta Co-Pilot Anda harus segera turun dari pesawat dengan parasut" pak Leo memberikan arahan ke Bram, pilot muda yang gagah berani itu.


"Siap!" sahut Bram. Lalu ia dan Co-Pilotnya berangkat melaksanakan misi pribadinya Elmo Elruno.


Elmo, Lili, dan Galvin beserta tim teknisi pribadinya Elmo Elruno, menunggu di ruang tunggu VVIP dengan harap-harap cemas.


Violet membuka kedua kelopak mata yang berbulu lentik dan langsung meringis kesakitan saat ia diserang sakit kepala yang lumayan hebat. Violet menoleh ke kanan dan ia melihat di atas nakas ada satu botol air mineral dingin dan ada aspirin. Tanpa berpikir panjang, Violet segera meminum aspirin itu dan menggali habis air mineralnya.


Violet kemudian bersandar di ranjang dan langsung terkesiap kaget saat ia menyadari bahwa ia tidak berada di dalam kamarnya. Violet segera menyibak selimutnya dan langsung bernapas lega, ia masih berpakaian lengkap. Sambil menunggu sakit kepalanya mereda, Violet mengungat kembali kejadian semalam namun, ia hanya ingat kejadian sebelum ia mabuk berat.


Violet kemudian melompat turun saat ia ingat, ia adalah seorang wanita yang sudah menikah dan harus segera pulang ke rumah karena pasti suaminya tengah mencari dan menunggunya di rumah karena, ia tidak pulang semalaman. Violet segera menyambar tasnya, memakai kembali alas kakinya dan melesat keluar dari dalam kamar itu.


Violet menyerahkan kunci chip kamar itu ke resepsionis dan sang resepsionis menanyakan kunci cadangannya. Violet menautkan alisnya, "Hanya ada satu kunci ini yang ada di dalam kamar. Saya nggak tahu di mana kunci cadangannya"


"Kalau begitu, Anda belum bisa check-out. Anda baru bisa check-out setelah Anda menyerahkan kunci cadangan tersebut" sahut sang resepsionis.

__ADS_1


"Dengar Mbak, saya harus segera pulang. Emm, bagaimana kalau nanti saya kembali lagi ke sini. Saya akan mencari kunci cadangan itu nanti setelah saya............"


"Tidak bisa Nona. Kalau Anda belum menyerahkan kunci cadangan itu, maka Anda tidak bisa keluar dari hotel ini" sang resepsionis langsung memasang wajah judesnya.


"Ah sial! kenapa Anda ngeyel sekali sih?!" Violet juga memasang wajah judesnya.


"Anda yang ngeyel" sahut sang resepsionis dengan nada kesal.


"Ini kunci cadangan kamarnya" seseorang meletakkan kunci chip yang sama persis dengan yang Violet pegang di sebelah tangannya Violet. Violet menoleh dengan hati-hati dan deg! jantung Violet berdetak cepat dan rahang bawahnya langsung turun ke bawah saat kedua netranya menangkap wajah tampannya Mada Goh yang tengah tersenyum lebar kepadanya.


"Hai apa kabar?" sapa Mada dengan senyum ramahnya.


Violet merapatkan kembali bibirnya. Ada banyak tanya di dalam benaknya yang ingin ia luncurkan ke Mada tapi, otaknya enggan menyuruh mulutnya untuk membuka suara. Alih-alih membalas sapaannya Mada, Violet melengos dan berputar badan tanpa pamit ke resepsionis dan Mada. Violet melangkah lebar kemudian langsung berlari kencang, pergi meninggalkan hotel itu. Mada terkekeh geli menatap tingkah konyolnya Violet.


"Dia pacar Anda?" tanya sang resepsionis.


Mada tersenyum ramah dan berucap, "Dia mantan terindah saya"


"Terindah karena cantik tapi jutek?" tanya sang resepsionis sambil mengurus prosedur check out.


Sang resepsionis tersenyum lebar lalu berkata, "Terima kasih atas kunjungan Anda dan mantan terindah Anda di hotel kami ini"


Mada terkekeh lalu berucap, "Sama-sama. Saya permisi"


Violet buru-buru meluncur keluar dari dalam mobilnya bahkan ia sampai lupa menutup pintu mobilnya karena, ia takut Gasa akan marah kalau menangkap basah dirinya tidak pulang semalaman. Ia bertanya kepada asisten rumah tangganya, "Bapak masih tidur?"


"Bapak tidak pulang semalam Bu. Saya pikir Bapak pergi dengan Ibu" sahut asisten rumah tangganya Violet.


Violet segera masuk ke dalam kamarnya untuk mandi, memakai baju dinasnya dan berlai keluar untuk masuk ke dalam mobilnya kembali. Violet malas untuk memanjakan rasa sedih dan kecewanya saat ia mengetahui Gasa tidak pulang ke rumah semalam dan dia tahu pasti di mana Gasa saat itu. Violet memutuskan untuk membuang semua kesedihan dan kekecewaan karena perselingkuhan suaminya dengan bekerja.


Sesampainya di ruang prakteknya, Violet langsung tersentak kaget saat televisi di ruang kerjanya, menayangkan private jet milik Papanya meledak di udara. Violet melangkah mundur sambil terus bergumam, "tidak, tidak, tidak mungkin" kemudian ia menjerit, "Tidaaakkkkk!" lalu jatuh pingsanlah di di atas lantai.


Mada pun tersentak kaget saat ia melihat acara berita yang disiarkan secara langsung pagi itu, dia menatap elevisi yang ada di ruang kerjanya dengan mata nanar. Penyiar berita membacakan berita dengan tegas dan jelas, "Private jet yang berisi, pilot, Co Pilot, Jelita Adi Jaya Elruno, Galvin Permata Elruno, dan Elmo Elruno, meledak di udara. Kedua pilot berhasil keluar dengan selamat namun, Jelita Adi Jaya Elruno, Galvin Permata Elruno, Elmo Elruno, belum tidak berhasil keluar dari dalam private jet itu"

__ADS_1


Mada segera meraih jasnya dan melangkah lebar keluar dari kantornya. Ia mengabaikan teriakannya Ratna yang menjeritkan kata, "kau mau ke mana Mada?"


Gasa tertawa puas di ruang kerjanya. Dia langsung ke perusahaannya setelah bermalam di villa pribadinya dengan ditemani Mia. "Sekarang aku bisa berbuat sesuka hatiku. Aku bisa menikahi Mia, menikmati masa tumbuh kembang anakku di rahimnya Mia, dan aku bisa menguasai perusahaan mertuaku, hahahahaha. Ternyata ketenaran dan nama besar Elruno hanya isapan jempol semata. Aku jauh lebih jenius dibanding The Elruno, hahahahaha"


Elmo membayar jasa Pilot dan Co-Pilot yang telah dengan gagah berani bersedia menerbangkan private jet-nya. Lalu berpesan agar Pilot dan Co-Pilot itu tutup mulut atas keberadaannya Elmo dan Lili.


Elmo menelepon Raja dan Celyn. Ia menjelaskan rencana dia terkait dengan sabotase yang dilakukan oleh seseorang kepada private jet. Raja dan Celyn mendukung Elmo. Raja akhirnya memutuskan akan segera menjemput Elmo dengan private jet miliknya secara sembunyi-sembunyi. Elmo dan Lili akan menetap di Amerika untuk sementara waktu demi menyamarkan kematian mereka sampai musuh dalam selimut mereka, mereka temukan.


"Lalu sekarang gimana Pakde?" tanya Galvin.


"Kau pulanglah. Dampingi Violet! Kau mengatakan kalau kau tidak memercayai Gasa kan? lalu masuk ke perusahaannya Pakde, gantikan Pakde untuk sementara ini sampai kita mengetahui siapa musuh dalam selimut kita"


"What?! dont't be so cruel padaku dong Pakde, aku kan nggak suka bekerja di kantor dan nggak suka berbisnis" Galvin langsung mengerucutkan bibirnya.


"Kamu cuma menggantikan Pakde, jangan sampai Gasa yang menguasai perusahaannya Pakde, kau sendiri yang bilang kan, kalau Gasa itu memakai topeng dan tidak bisa dipercaya orangnya"


"Lalu, kalau meeting, ambil keputusan di sebuah proyek, aku bisa pusing tujuh keliling dan menderita insomnia nanti, hiks, hiks, hiks" Galvin langsung duduk di sofa dengan lemas.


"Kau mau mobil sport baru, jaket import limited editio?"


Galvin kembali bangkit dengan mata bersinar-sinar dan menganggukkan kepalanya dengan penuh semangat.


"Lakukan dulu perintah Pakde!" Elmo terkekeh geli, "Kau emang perhituangan banget ya, mirip sama Mama kamu"


Galvin meringis dan mengelus tengkuknya.


"Lakukan perintah Pakde! Kau hanya duduk santai di ruang kerjanya Pakde, Pakde yang akan mengontrol semuanya dari jauh"


"Huuffttt! oke lah demi mobil sport dan jaket impianku"


Lili dan Elmo langsung tertawa melihat celotehannya Galvin.


Lalu Lili memeluk Galvin dan berkata, "Budhe titip Vio ya?!"

__ADS_1


"Siap" sahut Galvin.


Beberapa menit kemudian, Galvin akhirnya berpisah dengan pakde dan budhenya dan dia langsung menuju ke rumah sakit karena, mendengar kabar bahwa Violet pingsan. Sedangkan Elmo dan Lili tinggal di hotel The Rain miliknya Gideon sambil menunggu jemputannya Raja.


__ADS_2